Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

INJIL HARI MINGGU 24 Oktober 2010 (Karo)

INJIL HARI MINGGU 24 Oktober 2010 (Minggu Biasa XXX)

“Kalak si peganjangken bana ipeteruk Dibata, janah kalak si peteruk bana ipeganjangken Dibata kap!”

Man kalak si pebujur-bujur bana dingen si erpengakap maka kalak si deban la lit ergana, ituriken Jesus perumpaman enda,"Lit me dua kalak si lawes ku Rumah Pertoton guna ertoto. Sekalak e me kalak Parisi janah sekalak nari pengalo cuke. Kalak Parisi e tedis janah ertoto ia i bas ukurna nina, 'O Dibata, bujur kukataken man baNdu, sabap aku la merangap, la nipu, la erlua-lua bagi kalak si deban. Bujur kukataken man baNdu sabap aku labo bagi pengalo cuke ah. Aku erpuasa dua kali seminggu, janah kupersembahken man baNdu sepersepuluh i bas kerina ulihku erdahin nari.' Tapi pengalo cuke tedis ndauh i bas ia nari, janah la ia pang nare ku langit, itemtemina bana janah nina, 'O Dibata, mekuah min atendu aku kalak perdosa!'Nina Jesus, "Kukataken man bandu: Mulih kalak enda ku rumah janah pengalo cuke enda me si ibenarken Dibata, labo kalak Parisi e. Sabap kalak si peganjangken bana ipeteruk Dibata, janah kalak si peteruk bana ipeganjangken Dibata kap.

INJIL HARI MINGGU 24 Oktober 2010

INJIL HARI MINGGU 24 Oktober 2010 (Minggu Biasa XXX)

“Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

Dan kepada beberapa orang yang menganggap dirinya benar dan memandang rendah semua orang lain, Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini: Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini; aku berpuasa dua kali seminggu, aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak. Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan."

BUKU TAMU

Syalom. Selamat bertemu dan salam kenal. Tuhan berkati selalu.

Renungan: Jumat 22 Oktober 2010

Jumat 22 Oktober 2010
Luk 12:54-59

Kalau ditanya , ‘Mengapa ayam berkokok pada pagi hari?’ Orang tentu akan memberi banyak jawaban yang mungkin berbeda-beda sesuai dengan penafsiran masing-masing atau juga mungkin dari pengamatan. Mungkin saja benar jawaban yang diberikan, tetapi mungkin juga tidak karena memang hanya ayam yang tahu dan ayam sendiri tidak pernah memberitahukan kita apa alasannya.
Lewat ilustrasi ini, yang mau kami katakan adalah bahwa kepada kita manusia diberi Tuhan akal budi untuk melihat, menilai, menganalisa dan akhirnya mengambil kesimpulan berdasarkan pengalaman ataupun pembelajaran. Tuhan membari akal budi kepada kita, untuk kelansungan hidup kita. Namun tentunya bukan hanya untuk kelangsungan hidup yang sekarang saja, tetapi terutama untuk hidup kekal. Namun seringkali kita hanya menggunakannya untuk bertahan hidup di dunia ini. Kita begitu lihai melihat cara, jalan atau peluang untuk bisa bertahan hidup di dunia ini. Kita kurang menggunakannya untuk mendapatkan kehidupan kekal.
Dalam pengalaman kita tahu bahwa hidup korupsi itu tidak baik dan bila ketahuan akan dapat hukuman, tetapi kita mungkin tetap melakukannya dan malah mencari cara atau belajar biar tidak ketahuan. Kita tahu bahwa setiap orang pasti akan mati, tetapi kita seringkali seakan mau membertahankan hidup di dunia ini. Kita mungkin percaya kepada Tuhan dan akan hidup kekal, tetapi seringkali kita menjalankan apa yang perlu untuk itu. Selain dari itu, mungkin kita sadar bahwa dalam pengalaman hidup kita, kita menyadari begitu banyak peristiwa hidup yang melebih kemampuan manusiawi kita, tetapi kita tetap tidak mau percaya kepada Tuhan. Atau juga mengapa kita tidak mampu menilai dan menangkap kehadiran Tuhan dalam hidup kita?
Hal-hal demikianlah yang sungguh dikritik oleh Yesus dan bahkan ditegur sebagai orang-orang munafik. Tuhan memberi kita akal budi agar kita dapat bertahan dalam hidup dan terutama agar kita mampu menemukan, menilai dan memutuskan apa yang perlu untuk kehidupan kekal.
Sebagai permenungan bagi kita:
1. Coba temukan kehadiran Tuhan dalam hidup sehari-hari.
2. Gunakanlah akal budi dan semua anugerah yang diberi Tuhan untuk menemukan apa yang perlu untuk kehidupan kekal.
3. Berusahalah untuk memutuskan dan melakukan hal yang benar sepanjang hari ini.

Renungan: Kamis 21 Oktober 2010

Kamis 21 Oktober 2010
Luk 12:49-53

“Yesus membawa pertentangan atau perpecahan dalam hidup manusia?”

Pertanyaan atau pernyataan ini mungkin akan muncul setelah mendengar kalimat pertama dalam bacaan hari ini. Padahal kita semua percaya bahwa Yesus adalah membawa damai, cinta kasih dan keselamatan. Tentu Yesus bukan bermaksud untuk berpaling dari misi kedatanganNya ke dunia, dan tentu juga bukan mau menjadi pengacau atau membuat kekacauan dalam hidup kita.
Kedatangan-Nya adalah membawa keselamatan bagi manusia, mengajar kita jalan menuju kebahagiaan dan keselamatan sejati. Namun memang apa yang diajarkan dan diteladankan-Nya berbeda dengan pikiran, kehendak dan kebiasaan manusia. Sehingga seringkali perkataan dan tindakan Yesus melawan arus kebiasaan hidup manusia. Tentu bukan berarti Yesus sengaja supaya berbeda atau melawan arus, tetapi karena kebiasaan yang hidup dalam hidup kita sudah bertentangan dengan kehendak Allah. Nah Yesus tetap setia pada jalanNya yakni membawa manusia pada keselamatan dan dia setia mengajarkan yang benar. Inilah yang menimbulkan pertentangan karena manusia tentu akan lebih memilih keingingan atau kehendaknya atau apa yang sudah biasa terjadi dalam hidup manusia. Seringkali manusia menganggap apa yang sudah biasa itu adalah baik dan benar. Itu belum tentu. Justru sebaliknya juga, apa yang benar itu, belum tentu biasa dilakukan manusia.
Oleh karena itu pulalah bahwa orang yang berusaha untuk menjalankan ajaran Yesus dengan sungguh-sungguh akan menimbulkan pertentangan dari dari orang-orang yang sudah kurang ‘menyukai’ kebaikan dan kebenaran, akan menimbulkan pertentangan dengan orang yang sudah mapan dalam kelemahan dan kedosaannya. Hal inipulalah yang seringkali membuat kita begitu sulit untuk sungguh-sungguh mengiktui Yesus, karena disamping kita sudah mapan dalam kebiasaan kita yang kurang baik, juga karena kita tidak berani berbeda, melawan arus kebiasaan yang tidak baik. Seringkali yang terjadi, apa yang biasa dalam hidup ini, itu yang kita ikuti. Dari sebab itulah ada orang mengatakan, “Korupsi itu adalah hal yang biasa, ngetren sehingga rugi bila tidak ikut melakukannya.” Semuanya itu tentu tidak benar dan akan membawa kita pada hidup yang lebih sengsara.
Nah sebagai permenungan bagi kita:
Kita mau ikut kebiasaan yang terjadi padahal tidak benar di hadapaun Tuhan, atau kita berani ‘melawan’ arus kebiasaan itu karena percaya dan demi iman kepada Yesus Kristus?

Renungan: Rabu 20 Oktober 2010

Rabu 20 Oktober 2010
Luk 12:39-48

“…Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut." Apa yang telah diberikan oleh Tuhan kepada kita?

Sabda Yesus hari ini dan pertanyaan di atas mungkin saja muncul. Karena sekarang ini tanpa sadar orang menganut prinsip bahwa hidup ini hanya semata-mata perjuang. Orang yang berani dan berjuang keras, akan beroleh banyak pula dalam hidupnya. Tanpa sadar orang pada zaman ini sudah kurang menyadari peran Tuhan dalam hidupnya. Tidak sedikit pula orang yang menganggap bahwa Tuhan itu tidak adil atas dirinya, karena merasa Tuhan tidak memberi apa-apa atau begitu sedikit bila dibandingkan dengan orang lain. Karena itulah pada akhirnya merasa bahwa semua yang ada padanya atau yang diperoleh karena kerja kerasnya, hanya untuk dirinya sendiri, tidak peduli dengan orang lain. Kalaupun berbagi dengan orang lain, hanya sekedar basa-basi atau kelebihan dari miliknya ataupun terpaksa.
Memang benar bahwa usaha, kerja keras dapat membuat seseorang itu berhasil, beroleh banyak tetapi kita harus tetap sadar bahwa tanpa karuni Tuhan semua upaya, usaha dan rencana kita tidak akan berhasil. Manusia boleh saja berusaha dan berencana atas hidupnya, tetapi kalau Tuhan tidak berkenan, semuanya tidak akan terjadi.
Lewat perikop ini, kembali Yesus mengingatkan dan menyadarkan kita akan hakekat hidup dan apa yang pada kita. Kita ‘hanyalah hamba’ Tuhan dan Tuhan adalah tuan yang baik. Dia mempercayakan berkat dan milik-Nya kepada kita. Tuhan sebagai tuan mengharapkan agar kita berlaku sebagai hamba yang baik yakni dengan menggunakan dengan baik apa yang dipercayakannya sesuai dengan kehendak-Nya. Sebagaimana kita ketahui, seorang hamba selalu bekerja untuk tuannya, berbicara atas nama tuannya seperti kemauan tuannya. Tidak pernah seorang hamba berbicara lain dari yang dikatakan, diperintahkan dan diharapkan tuannya. Agar hamba itu dapat bertindak, berbicara sebagaimana diharapkan tuannya, hamba itu harus hidup bersama atau dekat dengan tuannya. Demikianpun kita, agar kita hidup sebagai hamba yang baik, yang mengetahui kehendak, pikiran dan kemauan Tuha, kita harus dekat dan hidup bersama dengan dengan Tuhan.
Nah, akhirnya mari kita sadari bahwa hidup dan semua yang ada pada kita adalah pemberian Tuhan yang dipercayakan kepada kita hamba-hamba-Nya. Mari kita hidup sebagai hamba-hamba yang baik. Bila kita menerima kepercayaan yang besar dan banyak, besar dan banyak pula yang harus kita pertanggungjawabkan kepada-Nya. Amin.

Selasa: 19 Oktober 2010

Selasa 19 Oktober 2010
Luk 12:35-38

‘ABS’ : Asal Bos Senang.’ Istilah ini seringkali dilakukan oleh bawahan kepada tuannya atau atasannya. Secara positif berarti bermaksud suatu loyalitas yang besar seorang bawahan kepada atasannya. Hal negatifnya, bisa terjadi loyalitas yang terlalu, karena bisa saja bawahan melakukan apa saja perintah atasan, padahal belum tentu hal itu baik dan benar, dan bahkan bisa saja pada akhirnya untuk menyenangkan atasan yang mungkin gila hormat, bahawan melakukan apa saja dan menjilat atasan.
Hari ini Yesus mengajar kita lewat suatu perumpamaan tentang seorang hamba yang baik, yang selalu menanti dengan setia kedatangan tuannya, dalam penantian itu si hamba melakukan tugasnya dengan baik. Bila tuannya tiba, dia langsung melayani tuannya dan karena tuannya mendapatkan dia sedang bekerja, maka tuannya itu memuji dia.
Lewat perumpamaan ini, Yesus mengingatkan kita agar kita berlaku sebagai hamba di hadapan Tuhan. Memang kita bukan sebagai ‘hamba’ Yesus, karena kita telah dijadikan-Nya sebagai putera-puteri-Nya dan telah diangkat menjadi saudara-saudari-Nya. Namun kita harus tetap harus tetap rendah hati bahwa Tuhan tetap tuan yang harus kita sembah, kita muliakan dan semua yang kita peroleh berasal daripada-Nya dan harus kita abdikan kepada Dia.
Hidup seperti hamba yang baik, itu berarti kita menggunakan dan berusaha hidup untuk menyenangkan Tuhan yang menjadi tuan atas hidup kita. Namun seringkali kita merasa sebagai tuan atas hidup kita dan bahkan atas hidup orang lain, sehingga kita hidup hanya untuk menuruti kehendak pribadi, hanya mencari kesenangan pribadi, bukan mencari dan melakukan apa yang disenangi oleh ‘tuan’ hidup kita yakni Yesus sendiri. Mari kita senantiasa sadar, bahwa kita bukanlah tuan atas hidup kita dan juga orang lain. Akan tiba waktunya, kita tidak bisa mempertahankan hidup kita, karena memang bukan milik kita. Kita tidak tahu kapan Tuhan Sang pemilik menemui dan mengambil milik-Nya yang dipercayakanNya kepada kita. Kalau kita berlaku sebagai hamba yang baik, maka Dia akan memuji kita saat Dia menemui kita. Amin.

Senin: 18 Oktober 2010

Senin 18 Oktober 2010
Pesta Santo Lukas Penginjil
Luk 10:1-9

Masih menarikkah ikut ambil bagian dalam tugas pelayanan Gereja?
Beberapa kali dalam pemilihan pengurus Gereja, banyak umat yang menghindar agar tidak dipilih menjadi pengurus Gereja, karena jelas menjadi pengurus Gereja adalah suatu pelayanan dan bahkan pengorbanan. Nampaknya pelayanan dan pengorbanan ini suatu hal yang langka untuk saat ini, mengingat zaman yang menawarkan atau mengagungkan ‘kesenangan’ dan prinsip instan, upah dan kebutuhan ekonomi yang semakin menuntut. Mungkin untuk wilayah perkotaan atau orang yang sudah memiliki ekonomi mapan, menjadi pengurus Gereja bukan sesuatu yang lumayan sulit, karena ekonomi sudah tercukupi dan malah menjadi pengurus Gereja dapat menjadi suatu ‘kabanggaan tambahan’.
Menjadi seorang imam demikian halnya. Selain tantangan soal Kaul-kaul juga medan dan situasi dapat menjadi suatu tantangan. Misalnya tempat tugas di daerah pedalaman atau pedesaan, para imam juga bertugas bukan hanya dalam pelayanan Sakramental, bukan hanya membina iman umat, tetapi juga ‘terlibat’ dalam peningkatan ekonomi umat dan persoalan sehubungan dengan ekonomi. Gereja ingin mengadakan pembinaan iman umat, tetapi dana tidak cukup, Gereja mau membangun Gedung Gereja yang layak untuk beribadah, juga dana tidak ada. Ketika berusaha membuat proposal dan memohon bantuan dari umat maupun paroki yang ekonominya lebih, juga seakan tiada tanggapan. Ada kesan bahwa masing-masing paroki mengurusi paroki masing-masing dan malah terkadang tidak perduli dengan yang lain. Ada paroki yang membangun Gereja yang menyamai atau bahkan melebihi mall, membangun gedung ini itu, membuat kegiatan ini itu, para imam di perkotaan ziarah ke sana ke mari, sedangkan yang di pedalaman, hanya untuk bertahan tetap hidup saja sudah sangat kewalahan. Terkadang terjadi, ketika yang dari pedalaman memohon kasih dari ‘saudaranya’ yang di perkotaan, yang diperoleh adalah ‘nasihat’, seindiran halus dengan mengatakan, “Kalau umat gak mampu dan gak punya dana cukup, tidak usah membuat yang besar-besar!” ‘Jawaban dan masukan’ yang menarik. Sungguh seakan diutus ke dalam kawanan ‘serigala’ gaya baru.
Hari ini Gereja merayakan pesta Lukas Rasul dan Yesus mengajar para muridNya bahwa para murid semuanya diutus dan perutusannya ke dalam kawanan serigala. Semoga perayaan dan Sabda Yesus hari ini menjadi kekuatan bagi para pelayan pastoral dalam pelayanan, sehingga tetap bertahan dalam pelayanan karena memang itulah situasi yang sudah digambarkan oleh Yesus sebelumnya, dan walaupun demikian, akan berpuncak pada keselamatan kekal. Yesus mengajak kita semua menjadi rasul di manapun, kapanpun dan dengan cara masing-masing sesuai dengan berkat yang kita peroleh dari-Nya. Jelas tidak semua orang bisa menjadi pelayan pastoral di paroki, tetapi kita semua bisa ambil bagian yakni dengan mendoakan, mendukung dan membantu mereka yang terjun secara langsung dalam pelayanan parokial. Semuanya tergantung pada iman kita. Amin

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)