Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

PERNIKAHAN BAHASA KARO

BUKU LAKON SAKRAMEN TUMBUK ERJABU



GEREJA KATOLIK
PAROKI ‘MARIA DARI GUNUNG KARMEL’TIGALINGGA
Jln. Kuta Bunga no. 16 Tiga Lingga 22252, Tlp. 0627-7436116
KEUSKUPAN AGUNG MEDAN

LAKON PEMENA
1. I lebe-lebe Gereja

Rende : TUHAN I BAS KAM NARI (PMD No. 335)

Malim :
Mejuah-juah man banta kerina. Senina ras turang i bas Yesus Kristus. Genduari, nandangi bengket me kita ku bas gereja, ngadap Tuhanta, lako mindo pasu-pasuNa i bas lakon Sakramen Tumbuk Erjabu enda. Mari dage kita bengket ku rumah Tuhan alu meriah ukur i bas kiriteken, maka sikap nge Tuhan ngalo-ngalo kita, janah mereken pasu-pasuNa man banta kerina, terlebih-lebih man bandu si nandangi erjabu i bas gelarNa.

Ertoto me kita:
O Dibata Bapa, Ka si njadiken jelma dilaki ras diberu, gelah nggeluh ngkuhi alu sikeleng-kelengen. Arak-araklah anakNdu enda, si reh ku bas GerejaNdu mindo pasu-pasuNud, lao majekken perjabunna. Suruhlah malekat-malekatNdu, bage pe kalak sibadia i surga nari, lako negu-negusa ku bas keliasen ateNdu.

(Malim ngampeken tanna ku arah penganten)

Mbera-mbera Dibata Bapa si la ersibar kekelengenNa dingen si dem aku lias ate, ngalo-ngalo kita ku bas rumaNa, janah mereken pasu-pasuNa (+) si simpar man bandu genduari seh rasa lalap.

Krina : Amen

(Malim mipiri jelma si nterem alu lau simalem alu lau simalem sibadia. Kenca si e:

Malim : Mari bage siarak-araken bengket ku bas gereja dingen rende kita.

Rende : MERIAH UKURKU (PMD NO. 369)

2. Tanda Silang

Malim :
I- bas gelar Ba-pa ras A-nak ras Ke-sah Si-ba- di - a.

Kerina : A- men

3. Tabi

Malim :
Lias ate Tuhanta Je-sus Kris-tus kekelengen Di-ba - ta, ras per-sa-dan Kesah Si- ba-di - a rem-bak ras kam.

Kerina :
Ja-nah ras kam ka pe.

4. Kata Penaruh
Malim :
Bapa, nande, turang dingen seninan si nikelengi tuhanta Jesus Kristus, terlebih kam si nandangi njabuken bana, bage ka pe kita kerina si pulung sibiak sukut, kalimbubu, anak beru, ras teman meriah pekepan mejuah-juah janah dame man banta kerina si rehna i bas Dibata nari. I bas wari si mehuli enda, i lebe-lebe Gereja Sibadia, enggo kita pulung sangkep nggeluh ......... ras ........ mergana em kap guna naksiken Sakramen Tumbuk Erjabu man temanta enda si ren]hna i bas Dibata nari. Pulung kita i bas gereja, janah pengurus Gereja ras pastor pe idilondu lako jadi saksi i bas perjabun temanta enda, erkiteken tek nge kita, maka perjabun sekalak Kristen jadi sada Sakramen, em kap sada lakon si jadi tanda, i ja Tuhan pesehken pasu-pasuNa man senina ras turangta si nandangi tumbuk erjabu enda. Jadi Tuhan nge si ringan genduari i jenda lako mpersadaken temanta enda i bas sada perjabun. Tuhan nge si masu-masu, janah si jadi jaminen, maka perjabun enda jadi sada dalin ku ketuahen ras kegeluhen si rasa lalap. Gelah sikap dingen metunggung dage kita ngadap tuhanta, maka kupindo man bandu duana rasken kia kerina, maka sisesali dosanta janah erkadiola kita gelah kita patut ngaloken perkuah ate Dibata.

(sinik kentisik)

5. Kinjeran

Ngaku me aku, man Dibata si la ersibar kuasa-Na,
Janah man babdu kerina,
maka aku enggo erdosa alu perukuren ras perkatan.
Alu perbahanen ras kelalen.
Aku erdosa, aku enggo erdosa.
Emsabapna mindo aku man Maria si sokeliamen,
Man kerina malekat ras man kerina kalak si badia,
Janah man bandu kerina,
Gelah notoken aku man Dibata Tuhanta.
Malim : Mbera-bera Dibata si la ersibar kuasa-Na, ngekelengi kita, ngalemi dosanta,
janah naruhken kita ku kegeluhen si rasa lalap.

Kerina : Amen.

6. Tuhan Kelengilah Min

Malim : Tuhan, kelengilah min kami.
Kerina : Tuhan, kelengilah min kami.
Malim : Kristus, kelengilah min kami.
Kerina : Kristus, kelengilah min kami.
Malim : Tuhan, kelengilah min kami.
Kerina : Tuhan, kelengilah min kami.

7. Toto Pemenan

Malim :
Ertoto me kita,
O Dibatta Bapa kami,
Tataplah alu lias ate turang ras senina kami enda. Enggo ersada arihna duana, lako nggeluh ras-ras dingen si keleng-kelengen ibas sada perjabun. Mindo kami O Bapa: peteguh rakuten kekelengenna, gelah tamba warina, tamba igejabna keleng ate-Ndu. Min ibas gedang-gedang geluhna reusure tergejab man bana pengkawali-Ndu. Ertiken Kristus Tuhan kami.

Kerina : Amin.

LAKON KATA

8. Ogen Efesus ( 5:2.21-33 ):
Lektor :
Ogen bagi sini isuratken Rasul Paulus man perpulungen i Efesus Geluhndu arus erpalasken keleng ate, bagi Kristus enggo engkelengi kita, dingen ngendesken kesahNa man gunanta. Ia enggo mpersembahken diriNa jadi persembahen si merim si ngena ate Dibata.
Patuhlah sekalak nandangi si debanna, erkiteken kam mehamat man Kristus. O kam ndehara, patuhlah man perbulangenndu bagi patuh man Tuhan. Sabap perbulangen nge takal ndeharana, bali ras Kristus takal perpulungen, janah Kristus nge si Engkelini perpulungen si jadi kulaNa e.
Erkiteken si e ndehara arus patuh kal man perbulangenna i bas kai-kai pe, bali ras perpulungen patuh man Kristus. Kam perbulangen, kelengilah ndeharandu, bagi Kristus engkelengi perpulungen, dingen ngendesken kesahNa guna perpulungen e. Kristus erbahan bage guna mpersembahken perpulungen e man Dibata, alu kataNa, kenca ibersihkenNa e alu mbasuhsa alu lau. Tole pe gelah iendeskenNa perpulungen e man DiriNa alu dem kinijilen desken sekalak penganten diberu bersih dingen la ersalah, la lit cungikna ntah ringutna, bage pe la lit si man pandangen. Perbulangen arus engkelengi ndeharana bagi ia engkelengi kulana. Kalak si engkelengi ndeharana, engkelengi dirina kap. Labo pernah lit kalak elem-elem nandangi kulana. Tapi ipekena-kenana dingen ikawalina kulana e bagi Kristus mpekena-kena dingen engkawali perpulungen. Sabap kita me ringring kula Kristus. Bagi lit tersurat i bas Pustaka Si Badia, "Erkiteken si e, sekalak dilaki nadingken nande bapana, jenari ersada ia ras ndeharana, janah si dua e jadi sada kula me." Si enda ncidahken rahasia si mbelin kal ertina. Janah aku jine ngidah, maka si enda nuduhken persadan Kristus ras perpulungen.
Tapi pe kerna kam: Tep-tep perbulangen arus engkelengi ndeharana bagi ia engkelengi dirina, janah tep-tep ndehara arus mehamat man perbulangenna. Bage me kata ni Tuhan.
Kerina : Bujur man Dibata.

(1Musa 2:18-24; Rom 2:1-2.9-18; Kol 3:12-17; 1Kor 12:31-13:8)

9. Masmur Pengalon

Kuendeken Pedah-Ndu (PMD No. 372)

10. Alleluya / ayat Pengalo-ngalo Berita Simeriah

Malim : Alleluya, alleluya, alleluya.
Kerina : Alleluya, alleluya, alleluya.
Malim : Dage si enggo ipersadaken Dibata, la banci isirangken manusia.
Kerina : Alleluya, alleluya, alleluya.

11. Berita Simeriah

Malim : Tuhan ras kam.
Kerina : Janah ras kam pe.
Malim : Enda me Berita si Meriah rikutken Mateus (19: 3-6)
Kerina : Imuliaken me Tuhan.
Malim :
I bas sada paksa, reh Jenari reh piga-piga kalak Parisi njumpai Jesus sabap atena ncubai Ia. Nungkun ia man Jesus nina, "Rikutken Undang-undang agamanta banci kin iulihken kalak ndeharana bagi ate-atena saja?"
Erjabap Jesus, "Langa kin iogendu kata si tersurat i bas Pustaka Si Badia, i ja ikataken maka mula-mulana ijadiken si Nepasa sekalak dilaki ras sekalak diberu? Jenari nina si Nepasa e, 'Erkiteken si enda itadingken si dilaki me nande-bapana jenari ersada ia ras ndeharana janah si dua e enggo jadi sada.'
E maka lanai bo ia dua, tapi sada. Dage si enggo ipersadaken Dibata la banci isirangken manusia." Bagen me kata Tuhan.

Kerina : Pujin man Bandu o Kristus.

(Joh 2:1-11;Joh 10:1-11; Joh 15: 1-12)

12. Nuri-nuri

LAKON TUMBUK

13. Penangkasi

Pengurus Gereja :
Bapa pastor si nihamati kami, sue ras Pedah Dibata si ................ras si .................enda enggo milih sapih ia duana, lako jadi teman sedekah geluhna. E maka kami sebagai pengurus Gereja genduari mindo man Bapa Pastor, gelah min ngesahkan rakuten kalak enda tumbuk erjabu rikutken adat-istiadat Gereja Katolik.

Malim :
Enggo me kam tek, kam Pengurus Gereja, maka kekelengen sapih ia tuhu-tuhu enggo nteguh, lako ndalani kegeluhen si mabru e, dingen la lit kai pe ngelang-langi pertumbuken enda?

Pengurus Gereja :
Asa ieteh kami, maka ia duana enggo cukup sitandan; janah kade-kade pekepar pe enggo sue arihna duana. E maka iakap kami lanai bo lit alangen.

Malim :
Melala bujur man bandu kam pengurus Gereja. Gendari gelah ilebuhndu dua kalak ku lebe enda guna jadi saksi i bas lakon enda.

(Pengurus Gereja ngelebuhi saksi-saki reh ku lebe panti imam, tedis arah kawes-kamuhen penganten.)

14. Perpadanen Tumbuk

Malim :
Kam si .................. ras........................, kam duana reh kujenda guna ngerayaken Sakramen Perjabun ilebe-lebengku sebagai pejabat Gereja Katolik, dingen isaksiken kalimbubu, seninan, bage pe anakberu, ras perpulung –en, rikut pe ras teman meriah kerina. Maka genduari kupindo gelah ibelaskendu sura-sura ras isi pusuh peratendu salu ngaloi penungkun-en-penungkunen kami alu sora tangkas terang:

Man si dilaki:

Malim :
Kam .................. tuhu-tuhu kin atendu ngesahken perjabun enda alu ukur si meciho?

Si dilaki : Ue, tuhu bage ateku.

Malim :
.............................ngit nge kam senina kami ngkelengi ras nghamati ndeharandu sedekah geluhndu?

Si dilaki : Ue, aku nggit.

Malim :
.........................nggit nge kam jadi bapa si mehuli man anak-anak sini bereken Dibata man bandu, janah ndidiksa, geluh jadi anak Katolik si mehuli?

Si dilaki : Ue, aku nggit.

Man si diberu:

Malim :
Kam .................. tuhu-tuhu kin atendu ngesahken perjabun enda alu ukur si meciho?

Si dilaki : Ue, tuhu bage ateku.

Malim :
.............................ngit nge kam turang kami ngkelengi ras nghamati Perbulangendu sedekah geluhndu?

Si dilaki : Ue, aku nggit.

Malim :
.........................nggit nge kam jadi nande si mehuli man anak-anak sini bereken Dibata man bandu, janah ndidiksa, geluh jadi anak Katolik si mehuli?

Si dilaki : Ue, aku nggit.

15. Mindo Doa Restu ibas Orang tua nari:

Malim :
Sope denga sibenaken lako tumbuk erjabu, ipindoken man pengantin duana gelah reh ku adepan orang tua mindo maaf ras doa restu. Ipindo kami gelah bapak vorhanger/pengurus gereja nemani penganten enda.

16. Pertumbuken ialoken

Malim :
Maka seh me paksana lako ngesahken perjabun enda. Kupido man bandu sekalak-sekalak lako ngaloi penungkunenku alu ukur tutus. Tamaken dage tandu si kemuhun ibabo Pustaka Sibadia enda, eme kata Dibata si ngkelengi kita.

Man sidilaki:

Malim :
........................ nggit nge kam tumbuk ras si ........................... si ijenda genduari, janah ngkelengisa, dingen tetap setia sedekah geluhndu subuk ibas senang tah pe ibas susah?

Si dilaki :
Ue, aku nggit. Janah aku erpadan tetap setia man bana, subuk ibas senang bage pe ibas susah; janah ateku ngkelengisa asa ngasupku, bage pe nghamatisa sedekah geluhku. Bagenda me perpadanenku ilebe-lebe Dibata ras Pustaka Sibadia enda.

Man sidiberu:

Malim :
........................ nggit nge kam tumbuk ras si ........................... si ijenda genduari, janah ngkelengisa, dingen tetap setia sedekah geluhndu subuk ibas senang bage pe ibas susah?

Si diberu :
Ue, aku nggit. Janah aku erpadan tetap setia man bana, subuk ibas senang bage pe ibas susah; janah ateku ngkelengisa asa ngasupku, bage pe nghamatisa sedekah geluhku. Bagenda me perpadanenku ilebe-lebe Dibata ras Pustaka Sibadia enda.

17. Pertumbuken Ipeteguh

Malim :
Ibas gelar Gereja Sibadia, ras ilebe saksi-saksi, ras kam kerina si pulung tangkas terang ku pebetehken maka perjabun si enggo iresmiken enda eme perjabun kalak Kristen si sah. Min Sakramen enda man bandu duana jadi sumbul peregegh ras dame. Janah kam kerina si pulung ijenda, subuk anak beru senina bage pe biak kalimbubu pekepar bage ka pe kam tegun perpulungen kubahan lako jadi jaminen ibas perjabun enda. Gelah min ras-ras kia nginget dingen pehagaken Kata Pustaka Sibadia; “Kai si enggo ipersada Dibata, ia arus isirangkken manusia.”

Kerina : Amen.

18. Pemasu-masun Si Dilaki ras Si diberu

Malim :
Turang ras senina kekelengen, mari dage kita ertoto alu meteruk ukur gelah min Dibata nggit nguseken pasu-pasu ras perkuah ate man kalak si erjabu enda, si enggo ipersada ibas perpadanen sibadia, gelah ia mbera-mbera tetap ersada ibas rakuten kekelengen.

Kerina ertoto ibas pusuhna sekalak-sekalak.

O Dibata, Kam njadiken si nasa lit alu gegeh ras kuasa-Ndu. Itepa Kam manusia umat ras Kam, gelah duana ipetumbuk jadi sada; dingen ipediaken-Ndu kap maka perjabun si enggo ipeteguh-Ndu ia banxi isirangken nasi. Tataplah alu lias ate-Ndu ndehara enda: gelah pemere kekelengen ras dame-Ndu lalap ringan ibas pasuh peratenna; gelah mian ia banci jadi ndehara si setia jadi nande si mehuli bagi pernanden-pernanden si badia, si nipuji ibas Pusataka Sibadia.
Bage pe ertoto kami guna perpulungenna enda, gelah min lalap ngasup ndalinken tanggungjawabna subuk mandangi ndehara ras anak-anakna bage pe nandangi jelma si enterem. Terlebih-lebih kami mindo man Bandu o Bapa, gelah min teman si erjabu enda, tetap nteguh ibas kinitekenna ras ndalinken pedah-pedah-Ndu. Gelah min ia tetap ersada arih diaki diberu, metunggung erkiteken lagu-langkahna, dingen erguna man kade-kadena, bage pe man jelma si enterem.
Mbera-mbera ertuah bayaklah ia, jadi orang tua si man usihenlah min, dingen melemlah atena sempat ngidah kempu-kempuna.
Mbere-mbera cawir ia metua, janah dunga bengket ia ku kegeluhen si rasa lalap ibas Kerajan Surga. Erkiteken Kristus Tuhan kami.

Kerina : Amen.

19. Tukar cincin

Malim :
Marilah kita ertoto, gelah pasu-pasu Dibatalah min cincin si dua enda, lako jadi tanda ke setian ibas perjabun.

(sinik kita kentisik)

O Dibata Bapa kami si mada kuasa, usekenlah pasu-pasu-Ndu nandangi cincin si dua enda, gelah min ia duana si makesa tetap ersada arih, sikeleng-kelengen, sihamat-hamaten, janah nggeluh ibas dame sue ras peraten-Ndu. Gelah min cincin enda mpersingerti ia duana kerna kekelengen ras kesetian si enggo ipadankenna ibas wari mehuli mehuli enda. Si enda kerina ipindoken kami erkelang-kelangken Kristus Tuhan kami.

Kerina : Amen.

Kenca ipir-ipir malim cincin e alu lau sibadia, ibereken cincin si diberu man si DILAKI, nina:

Malim :
Pakeken cincin enda, tanda kesetian perjabun, kubas jari manis tan si kawes ndeharandu. Ibas gelar Bapa, ras Anak, ras Kesah Sibadia.

Kerina : Amen.

Kenca si e ibereken cincin si diberu man si DIBERU, nina:
Malim :
Pakeken cincin enda, tanda kesetian perjabun, kubas jari manis tan si kawes pebulangendu. Ibas gelar Bapa, ras Anak, ras Kesah Sibadia.

Kerina : Amen.

20. Pertoton Pemindon

Malim :
Mari dage kita si pulung enda alu ersada ukur ertoto man Dibata guna perjabun turang ras seninanta enda :

P1 :
O Dibata Bapa, alu ersada arih ersada ukur reh kami mindo man Bandu, dudurkenla tan-Ndu si melias guna masu-masu kalak enda; peteguh-Ndu ka lah min perjabunna alu rakuten kekelengen-Ndu, janah Kalah min rusur jadi sukut ibas jabuna.
Ertoto me kita:

Kerina : O Tuhan begiken min toto kami.

P2 :
O dibata Bapa, useken min dame nu Kristus kubas pusuh peratenna, janah pedauhlah min ibas ia nari kerina si la tengka, gelah ia rusur lit ibas mejuah-juah.
Ertoto me kita:

Kerina : O Tuhan begiken min toto kami.

P3 :
O Dibata Bapa, pasu-pasulah min, gelah kalak enda ertuah bayak, sangap mupus anak anak dilaki ras diberu, mbuah page nisuanna, merih manuk niasuhna dingen sangap ibas kerina pendahinna.
Ertoto me kita:

Kerina : O Tuhan begiken min toto kami.

P4. :
O Dibata Bapa, bereken min keriahen, kemalemen ate ras kejuah-juahen man kerina kade-kadenna: anak beru-senina ras kelimbubuna, si enggo ersada arih pejabu kalak enda; janah bere gegeh man kalak enda duana, gelah ia pagin meingkat ndahi dahin-dahin kade-kadena apai pe la erndobah.
Ertoto me kita:

Kerina : O Tuhan begiken min toto kami.

P5 :
Berelah min o Dibata Bapa, maka ia duana cawir metua, mejingkat erdahin, tutus ibas perpulungen-Ndu, je nari kenca dung tegunna i doni enda daten kesenangen si rasa lalap ibas kerajaan surga.
Ertoto me kita:

Kerina : O Tuhan begiken min toto kami.

Malim :
O Dibata Bapa si Perkeleng, janah simada kerina kuasa. Kam kap si ngelakoken pertumbuken manusia enda erdandanken keleng ate-Ndu: janah ibas wari si sendah enggo ietumbuk Kam kalak si dua enda alu sakramen sibadia enda: pebadiaken janah pasu-pasun-Ndulah ia duana, subuk kula bagepe tendina; petetaplah rakuten perjabunna ibas kekelengen-Ndu si la ersibar. Erkiteken Kristus Tuhan kami.

21. Lakon Pepulung Kolekte I ras II

Rende Lakon Pepulung Kolekte ALOKEN MIN TUHAN (PMD No. 326)

(Adi lit Perayaan Ekaristi, perayaan ekaristi mulai ibas Persembahen)

22. Bapa Kami

Malim :
Ras Tuhan Jesus, si enggo i tengah-tengahta, mari bage sitotoken pertoton si niajarken-Na man banta:

Atau

Malim :
Senina ras turang, kita enggo ngaloken Kesah Sibadia si njadiken kita anak-anak Dibata. Emaka alu kuasa Kesah Dibata e, pang kita ertoto:

BAPA KAMI

Bapa kami si nisurga, ipebadiakenlah gelar-Ndu, rehlah kinirajan-Ndu sehlah peraten-ndu i doni bagi i surga.
Berekenlah man kami sada wari enda, nakan kami si teptep wari; janah alemilah min salah kami, bagi kami ngalemi salah kalak kempak kami; janah ola min badai kami kubas percuban, tapi pulahilah kami idur si bena nari. Amen.

23. Embolisme

Malim :
O Bapa, peluah min kami ibas kerina kemaran nari, janah bereken min genduari perdamen. Kelengilah janah sampati min kami, gelah lalap bersih ibas dosa-dosa nari, janah la kena ganggun kai pe, gelah kami banci nggeluh aman, dingen ngarapken kerehen Penebus kami Jesus Kristus.

Kerina : Sabap Kam kap raja, Sibadia ras erkuasa seh rasa lalap.

LAKON PENUTUP

24. Toto Penutup

Malim :
Malim : Ertoto me kita,
O Dibata Bapa Siperkuah,
Ibas perayaan enda, enggo kami rayaken Sakramen tumbuk Erjabu. Ibas Sakramen enggo ipadanken-Ndu kekelengen-ndu si ngkawali kami, lako pergegehi dingen erbahan kami ngasup erdalin kubas kegeluhen-Ndu.
Talangi min silalap pusuh peraten kami, gelah Kam banci tetap ringan ibas kami janah kami pe ibas Kam.
Gelah kami ngasup ndalinken penuruhen-Ndu man kami: meriaken penebusen ras pemulahin-Ndu itengah-tengah dingen arah keluarga kami. Si enda Tuhan ipindoken kami man ban-Ndu, erkelang-kelangken Kristus Tuhan kami.

Kerina : Amen.

25. Pengendesan man Maria

26. Pemasu-masun dingen Pengendesen Pustaka Sibadia,

27. Ngendesken Pustaka Sibadia man Sidilaki

28. Ngendesken Silang man Sidiberu

29. Ibereken Kesempaten man Orang Tua Ncabini Penganten alu Uis Peradaten

30. Njujungi Beras Piher

31. Pasu-pasu Peberkati

Malim : Tuhan ras kam.

Kerina : Janah ras kam pe.

Malim :
Mbera-mbera kita kerina ipasu-pasu Dibata si la ersibar kuasaNa: (+) Bapa, ras Anak, ras Kesah Sibadia.

Kerina : Amen.

32. Peberkaten

Malim : Senina ras turang, lakon Sakramen Tumbuk Erjabu enda enggo dung.
Kerina : Bujur man Dibata.

Malim : Mari dage kita berkat, pebelangken kata Dibata.
Kerina : Amen.

LAKON EKARISTI

22. Toto Persikapen Persembahen

Malim :
Terpujilah Kam o Tuhan, Dibata kerina si nasa lit, sabap ibas perkuah ate-Ndu nari kap ialoken kami roti si niisikapken kami enda. Enda me ulih taneh ras pe pendahin kami manusia, lako guna jadi roti kegeluhen man kami.

Kerina : Terpuji me Dibata seh rasa lalap.

Malim :
Terpujilah Kam o Tuhan, dibata kerina si nasa lit, sabap ibas perkuah ate-Ndu nari kap ialoken kami anggur si niisikapken kami enda. Enda me ulih taneh ras pe pendahin kami manusia, lako guna jadi inemen kegeluhen man kami.

Kerina : Terpuji me Dibata seh rasa lalap.

Malim :
Ertoto dage turang ras senina, gelah min persembahenku ras persebahenndu ialoken Dibata Bapa si la ersibar kuasa-Na.

Kerina :
Mbera-mbera persembahen enda ialoken erkiteken kemulian Tuhan ras kajuah-juahenta ras kerina perpulungen Dibata si badia.

23. Toto Persembahen

Malim :
Ertoto me kita,
O Tuhan Dibata Bapa kami!
Kekelengen-Ndu kempak kami enggo ididahken-Ndu ibas Anak-Ndu Yesus Kristus. Ia enggo ngasamken kesah-Na guna man kami i datas kayu persilang, janah ipersembahken genduari ibas rupa roti ras lau anggur i datas altar enda. Ipersada janah ipersembahken kami dage kubas kekelengen-Ndu kekelengen teman kami si njabuken bana enda, bage ka pe kekelengen kami kerina umat-Ndu, gelah kai si kurang ibas kekelengen kami, idemi-Ndu lah min alu keleng aten-Ndu si la ersibar e, gelah erdandanken si e kami pe ngasup erdalan sada pengolak sada pengole ngayaki kegeluhen-Ndu si rasa lalap, ibas Kristus Tuhan kami.

Kerina : Amen.

24. PREFASI

Malim : Tuhan ras kam.
Kerina : Janah ras kam ka pe.

Malim : Marilah dage sialaken pusuhta kempak Tuhanta.
Kerina : Enggo ialaken kami.

Malim : Mari dage ngataken bujur man Tuhan Dibatanta.
Kerina : Tuhu patut kal janah bujur.

Malim :
Tuhu-tuhu patut janah bujur, o Bapa Sibadia, Dibata si rasa lalap dingen erkuasa, maka katawari paksa pe kami tetap ngataken bujur man Bandu erkeleng-kelengken Kristus, Tuhan kami, Anak kekelengen-Ndu.
Ia kap si enggo isuruh-Ndu jadi si mulahi ras si nebusi dosa kami. Erkiteken Kristus e, anggo ibaba janah iarak-arak-Ndu kerina jelma ku kegeluhen dingen ketuahen. I bas Ia, ipajekken-Ndu Sakramen Tumbuk Erjabu jadi sada rakuten kekelengen, janah erdandanekn-Ndu si e: ipetubuh-Ndu kegeluhen si mbaru, ibereken-Ndu penebusen janah ipebadiaken-Ndu kerina doni enda. I bas Sakramen Tumbuk Erjabu, ibereken-Ndu jabaten kedibatan-Ndu si sada, em kapken: nepa doni enda, nerusken penebusen-ndu janah ikut pebadiaken kerinana.
Erkiteken si e, ipuji janah ipehaga kami kekelengen-Ndu, si enggo ngangkat kekelengen kami jelma ku bas penebusen-Ndu.
E maka, raduken kerina malekat ras kerina kalak sibadia, ipuji ras imuleaken kami Kam, dingen rende/ersurak alu ersada ari-ersada sora.

25. BADIA

Badia, badia, badia nge Tuhan, Dibata kerina si nerkuasa.
Surga ras doni dem kap kemulian-Ndu.
Terpuji me Kam i surga. Ipasu-masu me si reh ibas gelar Tuhan.
Terpuji me Kam i Surga.

26. TOTO SIMBELIN II

Malim :
Tuhu-tuhu badia nge Kam o Bapa, sumbul karina si badia.
Maka ipindo kami:
Badiaken min persembahan enda alu Kesah-Ndu, gelah salih man kami jadi Kula ras ( + ) Dareh Anak kekelengen-Ndu tuhan kami, Jesus Kristus.
Tupung nandangi ngenanami kiniseran alu meriah ukur, ibuat Jesus me roti, ikataken-Na bujur man Bandu emaka ibelahi-Na roti e, janah ibereken-Na man ajar-ajar-Na dingen ninna:

ALOKENLAH MIN JANAH PANLAH MIN:
ENDA ME KAP KULANGKU, SI NIENDESKEN GUNA BANDU.

Bage ka pe elah kenca man, ibuat-Na me calung. Sekali nari ikataken-Na bujur man Bandu, emaka ibereken-Na calung e man ajar-ajar-Na, dingen nina:
ALOKENLAH MIN JANAH INEMLAH MIN:
ENDA ME KAP CALUNG DAREHKU, DAREH PADAN SI MBARU RAS SI RASA LALAP, SI NIAMBURKEN GUNA BANDU RAS GUNA KERINA JELMA JADI PENGALEMEN DOSA.
BAHANLAH MIN ENDA GUNA NGINGET AKU.

ANAMNESE:

Malim :
Ma-ri-lah sicidahken rusia ki-ni-te-ken-ta.

Kerina :
Ke-ma-ten Tu- han si- be-ri- ta-ken.
Ke-ke-ken Tu-han si- pe-ha-ga-ken.
Ke-re-hen Tu-han si-te- de-hi-kal. A – men.

Malim :
Dingen nginget kematen ras kekeken Kristus, ipersembahekn kami man Bandu, o Bapa, roti kegeluhen ras calung pengalemen. Ikataken kami bujur, sabap metunggung iakap-Ndu kami ngadep man Bandu. Ipindo kami, gelah kami si ngaloken Kula ras Dareh Kristus ipedemu Kesah Sibadia jadi sada perpulungen.
O Bapa, kawali min Gerej-Ndu si lit i belang-belang doni. Peteguh min rakuten kekelengen umat-Ndu, ibas persadan ras Paus kami......, ras Uskup kami ....., bage pe kerina pastor, diakon, ras kerina singelai kami ibas Geejan-Ndu.
Selamatken ka pe dage turang dingen senina kami si erkiniteken ras kerina kalak si enggo mate. Berelah pengadi-ngadin si rasa lalap man bana, bage pe man kerina teman si enggo mate ibas Kristus. Kelengilah janah alokenlah ia kerina i adep-adepen-Ndu.
Kami kerina mindo keleng ate-Ndu, o Bapa, gelah kami pe ikut muat bagin ibas kejuah-juahen si rasa lalap e, ras Maria si badia si sokelamen, nande Dibata, ras kerina ajar-ajar dingen kerina kalak si badia, si nggeluh ibas kekelengen-Ndu. Berelah min kami muji-muji ras mpehagaken Kam.
Er- ki-te- ki- te-ken Kris-tus, ras Ia di-ngen i- bas I –a
Ke-rina kinhamaten ras kemulian man Bandu Di- ba-ta Ba-pa
Si-la ersibar kua-sa-Na, i-bas persadan
kesah Sibadia Seh ra-sa la- lap

Kerina :A-men, a- men, a - men

27. Lakon Komuni

(Dung toto Simbelin, malim ras umat nikapken diri lako komuni)

28. Bapa Kami

Malim :
Ras Tuhan Jesus, si enggo i tengah-tengahta, mari bage sitotoken pertoton si niajarken-Na man banta:

Atau

Malim :
Senina ras turang, kita enggo ngaloken Kesah Sibadia si njadiken kita anak-anak Dibata. Emaka alu kuasa Kesah Dibata e, pang kita ertoto:

BAPA KAMI

Bapa kami si nisurga, ipebadiakenlah gelar-Ndu,
rehlah kinirajan-Ndu sehlah peraten-ndu i doni bagi i surga.
Berekenlah man kami sada wari enda, nakan kami si teptep wari; janah alemilah min salah kami, bagi kami ngalemi salah kalak kempak kami; janah ola min badai kami kubas percuban, tapi pulahilah kami idur si bena nari. Amen.

29. Embolisme

Malim :
O Bapa, peluah min kami ibas kerina kemaran nari, janah bereken min genduari perdamen. Kelengilah janah sampati min kami, gelah lalap bersih ibas dosa-dosa nari, janah la kena ganggun kai pe, gelah kami banci nggeluh aman, dingen ngarapken kerehen Penebus kami Jesus Kristus.
Kerina : Sabap Kam kap raja, Sibadia ras erkuasa seh rasa lalap.

30. toto nu Dame

Malim :
O Tuhan Jesus Kristus, enggo pernah ikataken-Ndu man ajar-ajar-Ndu: “Dame Kutadingken man bandu, em kap dame-Ku si Kubereken man bandu”.
Malim : Ola nehen dosa kami, tapi ingetlah kiniteken Gereja-Ndu janah pasu-pasulah
kami, gelah nggeluh ersada ras dame sentudu ras peraten-Ndu, sabap Kam kelang-kelang kami seh rasa lalap.

31. Melah Roti (Anak Biri-biri Dibata)

Malim : Anak Biri-biri Dibata, si masapken dosa pertibi enda.
Kerina : Kelengilah kami.

Malim : Anak Biri-biri Dibata, si masapken dosa pertibi enda.
Kerina : Kelengilah kami.

Malim : Anak Biri-biri Dibata, si masapken dosa pertibi enda.
Kerina : Bere min dame man kami.

32. Persikapen Komuni

Malim :
Enda me Anak Biri-biri Dibata si masapken dosa doni enda, ketuahen kita kerina si idilo ku kerja man-man si badia.

Kerina :
O Tuhan, la patut Kam reh kubas aku, tapi katakenlah sengkebabah saja, maka sikap me aku.

33. Ngaloken Kula (Ras Dareh) Kristus.

Malim : Kula / Dareh Kristus
Kerina : Amen.

33. Enden Komuni

SADA PRARIH KITA KRINA (PMD NO. 338)

MARI SISEHKEN BUJUR MAN TUHAN (PMD No. 336)

LAKON PENUTUP

34. Toto Kenca Komuni

Malim :
Ertoto me kita,
O Dibata Bapa Si Perkeleng. Itepa-Ndu kerina manusia erkiteken keleng ate-Ndu guna kejuah-juahen kami. Ibas wari si sendah, ipersada-Ndu senina ras turang kami enda alu Sakramen Tumbuk Erjabu janah petunggung Kam padan perjabunna lau Lakon Ekaristi Simbadia enda.
Mindo kal kami man Bandu, gelah padan si enggo ipadankenna ringan rasa lalap i bas jabuna. Bage pe temani dage kerina kade-kadena i bas umputen acara enda guna petunggungken perjabunna. Ku bas keliasen ate-Ndu iendesken kami kerina erkeleng-kelangken Kristus Tuhan kami.

Kerina : Amen.

35. Pengendesan man Maria

Malim :
Turang ras senina i bas Kristus!
Arah pengalamenta, sieteh nge uga mberatna nggeluh i doni enda. Tapi sebagai anggota perpulungen Katolik Sibadia, tek nge kita man persadan ras kalak sibadia. Mari dage siendesken temanta enda man pengepkepen sibadai si ni surga, terlebih man pengepkepen nandenta Maria sibadia, gelah ia sebagai nande si enggo ngenanami uga mberatna kegeluhen i doni enda janah metehsa kegeluhenta, tetap notoken dingen mereken penampatna man perjabun si mbaru enda.
E maka, man bandu senina ras turang kami, berkat me dage kam lako ndahi nandenta Maria Sibadia. Babalah lilin ras bungandu lako ngendesken toto ras permindondu man Tuhan arah nandenta Maria si perkeleng.

(Penganten duana, si ldilaki mbaba lilin, janah si diberu mbaba bunga, berkat ku patung Maria janah erjimpuh. Kenca itamaken lilin ras bung i je, ras-ras kalak e duana mbelasken peroton enda: )

Si duana penganten:

O Maria nande kami, tataplah kami anak-anakndu si erjimpuh i lebe-lebendu. I bas wari si sendah, ibenaken kami nggeluh si mbaru. Ibas perjabun kami, totokenlah kami, ilebe-lebe anakndu Jesus e. Pindokenlah min man bana, gelah jabu kami enda, banci bagi jabundu nai i nasaret. Bagi santo Yosep sebagai perbapan, sampati kami gelah tutus erdahin. Bagi kam pe o nande, sampati kami gelah mejingkat ngatur rumah tangga. I lebe-lebendu erpadankami, maka lalap pagi mejingkat ertoto, gelah gegeh berita si meria la ernimpet-nimpet i bas jabu kami.
Mbera-mbera dame nu kesangapen tetap ringan i tengah jabu kami. Bunga si icibalken kami i lebe-lebendu, min jadi tanda maka kami tetap nghamati kam, o Maria nande kami totokenlah kami.

Toto SINTABI MARIA (3 X)

Sintabi Maria si nidemi perkua ate, itemani Tuhan nge kam.
Kam nge si nipasu-pasu arah kerina diberu, janah ipasu-pasu nge buah bertindu Jesus.
O Maria sibadia, nande Dibata totokenlah min kami si perdosa enda,
genudari ras i bas paksa kami mate. Amen.

36. Pemasu-masun dingen Pengendesen Pustaka Sibadia, Silang, Uis ras Beras Piher :

Malim :
Turang ras senina i bas Jesus Kristus!
I bas surat man kalak Heber bidu 1 ayat 1 seh ku 2 ninan bagenda: “Nai enggo megati Dibata ngerana man nini-nininta arah nabi-nabi alu erbage-bage cara. Tapi i bas paksa-paksa si arah pudi enda enggo neranan la man banta arah Anak-Na. Arah Anak-Na e me Dibata njadiken kerina si nasa lit, Anak-Na e me itetapken-Na jadi si mada kerina si nasa lit”.
I bas Berita Simeraiha sini isuratken Yohanes, ituriken maka Yesus me Dibata si rasa lalap, si enggo jadi manusia janah ringan i tengah-tengahta.
Ijenda enggo sikap :

1. Pusataka si Badia, sebagai kata Dibata si ringan i tengah-tengahta lako ngajari dingen nuturi kita kerna kekelengen Dibata.
2. Silang, sebagai tanda kemenangen ras kegeluhen si mbaru si enggo italangi Yesus man banta.
3. Uis peradaten, sebagai tanda kerina kade-kade ikut ngepkep jabundu.
4. Ras beras piher, sebagai tanda pasu-pasu si gel-gel ipake ibas peradatenta.

Sebagai bekal, janah sebagai tanda pengikutken pasu-pasu dingen penampat Dibata man bandu, nandangi iendesken me kerina tanda-tanda enda.

Maka kam pe anak kami: Pindolah kebujuren dingen gegeh Dibata lako ndalinken perjabundu arah silang ras Pustaka si Badia enda.

(ipirpir malim Pustaka Sibadia, Silang, Uis ras Beras Piher)

37. Ngendesken Pustaka Sibadia man Sidilaki

Malim :
Aloken dage Pustaka si Badia enda, janah begikenlah rusur kata Dibata ibas gedang-gedang geluhndu. Adi kata Dibata i bahandu jadi palas perjabundu, maka kam bagi kalak sipantas, si majekken rumahna ibabo batu karang. Maka amin pe reh angin meter ras udan meder, maka lalap nge rumah e enteguh pajek.

38. Ngendesken Silang man Sidiberu

Malim :
Aloken silang enda, em tanda kekelengen Dibata si nggit ngasamken Kesah-Na lako ngkelini kita. Katawari kam pagi duana ngenanami percuban, tataplah silang enda, maka Yesus mereken gegeh man bandu.

39. Ibereken Kesempaten man Orang Tua Ncabini Penganten alu Uis Peradaten

Malim :
Man bandu orang tua!
Cabinken dage Uis enda man anakndu e duana, tanda enteguh pengepkepndu pertendinna ibas jabuna.

O. tua :
Icabini kami kam duana alu Uis enda, gelah enteguh kal perjabunndu, tetap ersada iarak-arak Dibata.

40. Njujungi Beras Piher

Malim :
Kujujungi beras piher kam duana, beras page situnggung, maka piherlah
kinteken man Dibata, janah metunggunglah lagu langkandu katawari pe.

(Malim namaken beras piher ku takal pengantin janah nina: )

Sada-ersadalah min pagin rusur arihndu ibas jabundu.
Dua-ula erdua-dua ukur muat dimehuli ras ndalinken pedah Dibata.
Telu-talukenlah si ilat ras si jahat alu perbahanen si mehuli.
Empat-selpat liah-liah, banga kelaisa ras ukur gulut.
Lima-ertima rezeki tuah radumken sangap.
Enem-gelem pagin ulih latih.
Pitu-pitut ate kalak nembeh, ate kalak sian.
Waluh-naruh kerina toto pasu-pasu, kalimbubu ras anak beru senina.
Siwah-nilah kerina si la mehuli ibas perdalinen geluh perjabundu.
Sepuluh-ersepuh babah nibelasndu ibas si mehuli ras pebelangken kata Dibata.
Sepuluh sada-ersadalah tendindu duana, ersada perukuren ras penggejapendndu i bas jabundu.
I bas gelar Bapa, ras Anak, ras Kesah Sibadia. Amen.

41. Pasu-pasu Peberkati

Malim :
Turang ras seninan kekelengen!Mari bage sidungi lakon Sibadia enda lau ngaloken pemasu-masun si mbelin, gelah alu pemasu-masun Dibata, banci kita kerina ras jabu si mbaru enda nggeluh i bas kejah-juahen, ketuahen ras kesangapen.

Malim : Tuhan ras kam.

Kerina : Janah ras kam ka pe.

Malim :
Mbera-mbera kita kerina ipasu-pasu Dibata si la ersibar kuasaNa: (+) Bapa, ras Anak, ras Kesah Sibadia.

Kerina : Amen.

42. Peberkaten

Malim : Senina ras turang, lakon Sakramen Tumbuk Erjabu enda enggo dung.
Kerina : Bujur man Dibata.

Malim : Mari dage kita berkat, pebelangken kata Dibata.
Kerina : Amen.

Renungan Harian : 1 Nopember 2010

1 Nopember 2010
HARI RAYA SEMUA ORANG KUDUS

Why 7:2-4,9-14, Mzm 24:1-2,3-4ab,5-6, 1Yoh 3:1-3,
Mat 5:1-12a
“Kita dipanggil pada kebahagiaan dan kekudusan hidup”. Mungkinkah???
Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."
Demikianlah Warta Gembira bagi kita hari ini.
Pengantar:
Santo santa dan orang kudus hanya ada dalam iman Gereja Katolik. Hal ini tentu sedikit atau rada membingungkan bagi banyak umat katolik, apalagi bila diminta mempertanggungjawabkan maksud dari iman ini. Dari Gereja atau agama lain mungkin akan mengatakan, “Kog seakan-akan orang katolik bisa menentukan seseorang masuk surga atau tidak dan juga bisa menentukan seseorang itu menjadi kudus atau tidak.” Kalau hal ini diperdebatkan, tentu akan menjadi perdebatan yang panjang dan mungkin tidak akan bisa ketemu, karena sudah menyangkut keyakinan dan teologi. Namun secara singkat dapat dikatakan bahwa ajaran ini mau menyatakan bagaimanapun hidup yang baik dari seseorang ketika hidup di dunia, pasti berkenan di hadapan Tuhan, sehingga ketika mereka sudah meninggal kita percaya bahwa mereka sudah menerima keselamatan kekal yang dijanjikan oleh Allah kepada mereka yang setia mengikuti Dia. Mengingat begitu banyaknya orang yang diyakini demikian, dan tidak mungkin lagi diperingati satu persatu, maka Gereja memperingati mereka dalam satu perayaan yakni perayaan semua orang Kudus. Inilah yang kita rayakan saat ini. Sebagai permenungan bagi kita dalam perayaan ini adalah, apakah kita bisa mencapai ‘kekudusan’ hidup pada masa sekarang ini?
PERMENUNGAN:
Injil yang kita dengarkan hari ini disebut dengan Sabda Bahagia. Kalau kita mendengar/membaca Injil hari ini dengan kacamata atau dari pola piker manusiawi kita, tentu kita merasa aneh bila Injil hari ini dikatakan Sabda bahagia, karena sarat dengan nasihat kepada orang yang tertekan dan menderita. Konsep atau criteria bahagia yang diwartakan dalam Injil ini berbeda dengan konsep atau criteria bahagia yang dipikirkan oleh banyak orang. Secara singkat dapat dikatakan bahwa bahagia menurut ‘dunia’ adalah semuanya tercukupi, jauh dari penderitaan. Dalam kenyataan hidup kita ketahui bahwa konsep demikian ternyata tidak menjadi jaminan untuk beroleh hidup bahagia. Sehingga jelas yang ditawarkan oleh Yesus lewat Injil hari ini adalah kebahagiaan sejati dan menjadi jaminan bahwa orang akan sampai kepada kebahagiaan tersebut.
Menurut para ahli, Sabda yang kita dengar ini memang ditujukan kepada para murid yang sedang mengalami penderitaan. Yesus menghibur dan menasihati mereka supaya mereka tetap bertekun dalam iman. Tentu Yesus tidak hanya sekedar menghibut tetap dibalik itu nyata bagi kita bahwa Tuhan perhatian, berpihak, berkenan dan mengasihi orang-orang kecil, menderita dan miskin. Di sinilah salah satu letak kebahagiaan kristiani, yakni bahwa Tuhan mengasihi kita. Berbeda dengan pikiran kita selama ini, yang mengatakan bahwa hanya orang kaya, yang tidak banyak menderitalah yang seakan-akan berhak mendapatkan kebahagiaan dan Tuhan hanya berpihak kepada mereka. Tetapi lewat sabda Yesus hari ini, justru ternyata Tuhan lebih berpihak kepada orang-orang kecil, orang miskin dan orang menderita dan juga berhap beroleh kebahagiaan hidup.
Sabda yang kita dengar hari ini tentu bukan hanya untuk orang-orang miskin, menderita dan orang kecil, tetapi juga ditujukan bagi semua orang yang merindukan kebahagiaan sejati. Justru Sabda bahagia inilah jalan menuju kebahagiaan sejati dan juga jadi jalan untuk mengupayakan kekudusan hidup. Sabda ini mengajak kita agar senantiasa berjiwa miskin di hadapan Tuhan, dalam arti seantiasa bersikap rendah hati, mengandalkan Tuhan dalam hidupnya, bukan memanggakan dan mengandalkan hal-hal duniawi. Dalam menghayati iman, kita seringkali pasti akan mengahdapi banyak tantangan dan bahkan mungkin mengalami penderitaan. Tetapi pada saat demikian, kita hendaknya tetap setia kepada Tuhan. Kesetiaan kepada Tuhan justru harus juga diwujudkan dengan perbuatan dan perliaku yang penuh cinta kasih, membawa dan melakukan perbuatan damai kepada sesama. Singkat kata, Sabda bahagia ini mengajarkan kita agar senantiasa mengarahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan, dan senantiasa untuk melakukan kehendak Tuhan, serta hidup baik sesuai dengan kehendak Tuhan walaupun untuk semuanya itu kita pasti akan mengalami tantangan dab bahkan penderitaan hidup. Inilah jalan untuk mengupayakan kekudusan hidup yang dengan pasti menghantar kita kebahagiaan sejati.
REFLEKSI:
1. Apakah ketika mengalami penderitaan hidup atau persoalan, kita masih merasa dikasihi Tuhan?
2. Kebahagiaan yang bagaimana kita rindukan dalam hidup ini?

LITURGI PERKAWINAN BAHASA TOBA

RUHUT-RUHUT
ULAON PARDONGAN SARIPEON

GEREJA 'MARIA dari GUNUNG KARMEL' TIGALINGGA
KEUSKUPAN AGUNG MEDAN



1. Panomu-nomuon

(Pastor dohot Vorhanger manang pangurus Gareja manomu rombongan ni panganten dipintu di Gereja)

Pastor :
Horas ma di hita saluhutna tarlumobi di hamu na laho manjalo pasu-pasu pardongansaripeon nuaeng. Sai anggiat ma Debata mamasu-masu hita saluhutna.
Umat : Amen.

2. Pasahathon Natarpasu-pasu (wakil ni natua-tua na tarpasu-pasu)

Orang tua :
Amang Pastor nami na pinarsangapan. Nunga marsitandaan jala nunga masihaholongan ianakhon nami on, ima si ................. dohot si ............... Ala ni i, saonari ro do hami angka natoras nasida i, pasahathon nasida tu Huria ni Jesus Kristus marhite-hite amanta pastor i, jala hupangido hami asa rade ma amanta pastor mamasu-masu nasida marguru tu angka ruhut-ruhut nang hasomalon ni huria Katolik.

Pastor :
Mauliate ma dihamu, disude haporseaon muna pasahathon nasida nadua on asa diresmihon pardongansaripeon nasida di bagasan Huria Katolik. Sai anggiat ma Debata mamasu-masu hita saluhutna tarlumobi nasida nadua on: Dibagasan goar ni Ama, dohot Anak, dohot Tondi Porbadia.

Umat : Amen.

(Pastor mamispis panganten i dohot aek nabadia)

Pastor :
Saonari dibagasan haporseaon, rap udur ma hita masuk tu bagas joro ni Debata laho mangulahon ulaon Pamasu-masuon Pardongansaripeon na badia i.

(Pastor, Vorhanger / pengurus gereja , pangantin dohot keluarga mardalan masuk tu gareja las didongani dohot Ende Pamungkaan)

3. Ende Pamungkaan

Manang

4. Tanda Silang dohot Hata Huhuasi

Pastor :
Dibagasan goar ni Ama, dohot Anak, dohot Tondi Porbadia.
Umat : Amen.

Pastor :
Hagogoon ni Tuhanta Jesus Kristus, holong ni roha ni Debata dohot parsaoran ni Tondi Porbadia ma, mandongani hamu saluhutna.
Umat : Nang hamu pe didongani Tuhan i.

Pastor :
Hamu angka dongan nahinaholongan di bagasan Tuhan Jesus Kristus, donganta si ....................... Dohot si ............................ On,saonari laho mangaresmihon pardongansaripeon ni nasida, ima di na laho manjalo pasu-pasu pardongansaripeon. Dibahen i, andorang so ta mulai ulaon na badia on, hohom ma hita satongki, mardongan haporseaon, tapasada pingkiran dohot rohanta, jala tatopoti ma dosa dohot hahuranganta asa tama jala tao hita parsidohot diulaon on, jala mangido pasu-pasu tu hita tarlumobi di donganta na dua on.

......................... (Hohom satongkin).................................

Saonari tapangido ma hasesaan ni dosa sian Tuhanta, ima rap manangianghon ma hita tangiang Hamubaon ni Roha.

Ahu marhatopothon tu Debata Nasunhinagogo, nang tu hamu pe ale angka dongan, paboa naung mardosa situtu do ahu, marhitehite pingkiran, hata, ulaon dohot lan hahurangan.
Dibahen salanghu, salanghu, salanghu na umbalga.
Dibahen i, huelek-elek Maria nabadia, na tongtong nasohabubuhan, angka surusuruan dohot angka nabadia, nang hamu pe ale angka dongan, asa ditangianghon hamu ahu tu Tuhan Debatanta i.

Pastor :
Sai marasi ni roha ma Debata na sunhinagogo i di hita, sai disesa Ibana ma angka dosanta, jala ditogu-togu ma hita tu hangoluan na tong-tong.
Umat : Amen.

5. Ale Tuhan Asi RohaM di hami (Dijahahon manang diendehon)

P. Tuhan Jesus Kristus, Ho do Hata i na sian Debata na boi paluahon hami.
Ale Tuhan asi rohaM di hami.
S. Ale Tuhan asi rohaM di hami.

P. Dipargogoi jala dipalua Ho hami sian nasa na jahat.
Ale Kristus asi rohaM di hami.
S. Ale Kristus asi rohaM di hami.

P. Diparmudu-mudu Ho do hami asa boi huhaholongi hami Debata jala
marhabasamon songon Ho sandiri.
Ale Tuhan asi rohaM di hami.
S. Ale Tuhan asi rohaM di hami.

6. Hamuliaon (ndang ingkon adong)

7. Tangiang Pamungkaan

Pastor :
Martangiang ma hita,
Ale Debata Sitompa dohot Sipalua hami, mauliate ma hupasahat hami tu Ho, ala nunga olo Ho mandongani jala mangajari hami rap dohot dongan nami si …………………… dohot si ……………………on sahat tu ombas on. Ale Tuhan, sai sesa ma sude angka dosa nami dohot angka hasalaan nami, asa tama hami ro tu joloM pasahathon hamuliateon ni roha nami jala pasangaphon mamuji goarMu, huhut mangido pasu-pasu dohot asiM tu dongan nami on. Ai Ho do paojakhon jala na mangatur ruhur ni pardongansaripeon bahen hatuaon di hajolmaon songon tanda hasadaon ni Kristus dohot huriaNa i. Sai anggiat ma marhite-hite on, lam diantusi nasida ma hahiason ni ngolu pardongansaripeon i di tingki las ni roha manang di tingki hasusaan. Sai anggiat ma dilehon Ho tu nasida angka anak dohot boru na tau palashon huhut pasonanghon roha nasida. Marhite-hite Kristus Tuhan nami.
Umat : Amen.

PARHALADOON HATA NI DEBATA

8. Panjahaon I 1Musa 2:18-24

Tatangihon ma hata ni Debata na nienet sian Buku ni si Musa:
Dungi ninna Debata Jahowa ma: Ndang jadi punjung jolma i; Hubahen ma di ibana sada pangurupina bahen donganna. Ai dung sun dijadihon Debata Jahowa sian tano i nasa binatang di ladang ro di sude pidong angka na martonga-tonga langit ditogihon mai tu si Adam, asa diida manang beha goaranna; jala ia i dibahen si Adam goar ni nasa na marhosa laos i do goarna. Jadi dibahen si Adam ma goar ni nasa pahan-pahanan ro di pidong angka na martonga-tonga langit dohot nasa na manggulmit di tano on. Alai anggo di si Adam ndang adong jumpang pangurupi bahen donganna. Dung i tarlalap modom ma si Adam dibahen Debata Jahowa, jadi dienet ma sada sian rusukna, jala dilangkophon sibuk tu pambuatanna i. Dungi dipauli Debata Jahowa rusuk na binuatna i sian si Adam, bahen boru-boru, jala ditogu ibana tu si Adam. Dung i ninna si Adam ma: On do sahali holi sian angka holiholingku, jala sibuk sian sibukku; goaron ma ibana: jolma ni baoa, ala sian baoa do ibana binuat. Dibahen i tadinghonon ni baoa do amana dohot inana mandongani
jolmana, jadi sada sibuk nasida.
Songon i ma dipangkulingi Debata hita sadari on.

Umat : Mauliate ma di Debata.

Manang

Tatangihon ma hata ni Debata na nienet sian Buku ni si Paulus tu ruas na di Efesus ( 5:2.21-33 ):
Jala parangehon hamu ma haholongon i songon Kristus i, na manghaholongi hamu jala dilehon do diriNa humongkop hita, gabe silua jala pelean bahen uap na hushus tu Debata.
Marsioloan ma hamu sian biar ni roha muna mida Kristus. Dioloi angka parompuan ma baoana be, songon pangoloi di Tuhan! Ai baoa i do ulu ni pardihutana, songon Kristus ulu ni huria i; laos Sipangolu daging i do Ibana. Alai songon pangoloion ni huria di Kristus i, songon i ma angka parompuan maradophon baoana be di na saluhutna. Hamu angka baoa, haholongi hamu ma pardihuta muna be songon Kristus, na manghaholongi huria i jala dilehon do diriNa humongkopsa; asa diparbadiai, dung diiasi marhite-hite na mandidihon aek di bagasan Hata i. Jala sangap do dipadiri di Ibana huria i, so marlindang, so marhalingking, manang marhahurangan dia pe, asa badia tahe jala so hasurahan. Songon i do patut haholongan ni angka baoa pardihutana be, songon danging na sandiri, na mangkhaholongi pardihutana, dirina do na hinaholonganna disi. Ndang dung dihosomi jolma daging na, diparmudu-mudu do jala dipainuinu, songon pambahen ni Kristus tu huria i. Ai ruas ni dagingNa do hita. “Ala ni i, tadingkonon ni halak do amana dohot inana, mangangkupi dongan saripena; jala gabe sada daging do nasida na dua i”. Tung na balga do hahomion on; alai tu Kristus dohot tu huria i huhonahon. Alai sandok ganup hamu, masihaholongi pardihutana be songon dirina, alai dihabiari parompuan i ma baoana!
Songon i ma dipangkulingi Debata hita sadari on.
Umat : Mauliate ma di Debata.

Manang

Tatangihon ma hata ni Debata na nienet sian Buku ni si Paulus tu ruas na di Kolose 3:12-16
Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.
Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.
Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.

(Panjahaon na asing na boi dipangke : Rom 2:1-2.9-18; Kol 3:12-17;
1Kor 12:31-13:8)

9. Psalmen Hatopan / Ende Antar ni Panjahaon (dipillit ma ende na hombar tu si)

10. Aleluya

Pastor : Aleluya…
Umat : Aleluya….

Pastor : Naung pinadomi ni Debata, Ndang jadi sirangon ni jolma.
Umat : Aleluya…

11. Barita Nauli (19:3-6).

Tatangihon ma Barita Nauli ni Jesus Kristus na pinatomu-tomu ni si Mateus.
Di sada tingki ro ma angka Parise mangunjuni Ibana, ninna do: “Beha, na jadi do sirangkonon ni baoa jolmana, asal adong alana?” Alai ninna ma mangalusi nasida: “Ndang dung dijaha hamu haroha: Sian mulana i do ditompa Panompa i nasida baoa dohot boru-boru? Ai didok do: “Dibahen i, tadingkonon ni baoa do amana dohot inana, laho patupahon dirina tu dongan saripena, gabe sada dagingdo nasida na dua i”. Asa ndada dua be nasida, tung sada daging do. On pe, naung pinadomu ni Debata, ndang jadi siranghonon ni jolma.
Songon i ma Barita Nauli na pinatolhas tu hita sadari on.

Umat : Puji-pujian ma di Ho ale Kristus.

Manang

Tatangihon ma Barita Nauli ni Jesus Kristus na pinatomu-tomu ni si Johannes (Joh 2:1-11)
Dung i patoluarihon, adong ma na marbagas di huta Kana na diluat Galilea, jala disi ma ina ni Jesus. Alai dohot ma Jesus raphon angka siseanNa dipio tu pesta i. Jadi dung hurangan anggur nasida, ninna ina ni Jesus ma mandok Ibana: “Ndang adong anggur ni nasida!” Alai ninna Jesus ma mandok ibana: “Marhua ho tu Ahu inang? Ndang dope ro tingkingKu!” Dungi ninna inanai ma mandok angka parhobas: “Manang dia dohononNa tu hamu, bahen hamu ma!” Alai mangihuthon adat parburian ni halak Jahudi, adong ma disi onom gunsi (hudon batu), siat-siat dua ro di tolu poting. Dung i ninna Jesus ma mandok nasida: “Gohi hamu ma angka gunsi on aek!” Jala gok situtu ma dibahen. Laos didok muse tu nasida: “Tahui hamu ma sian i, dung i boan hamu ma tu induk muna!” . Jadi diboan nasida ma. Alai didai induk ni angka parhobas i ma aek i, naung gabe anggur, jala ndang diboto haroroanna, ai holan angka parhobas na manahui aek i do umbotosa, gabe dijou ma pangoli i. Jadi ninna ma mandok ibana: “Saluhut jolma mangalehon parjolo anggur na dumenggan; dung butong halak, asa dilehon na humurang. Ia ho, dipeop ho do anggur na dumenggan ro di nuaeng!” Asa i ma tanda na parjolo, na binahen ni Jesus di huta Kana na di Galilea, papatarhon hasangaponNa i, gabe porsea ma angka siseanNa di Ibana.
Songon i ma Barita Nauli na pinatolhas tu hita sadari on.
Umat : Puji-pujian ma di Ho ale Kristus.

(Panjahaon na asing na boi dipangke: Joh 10:1-11; Joh 15: 1-12)

12. Jamita

ULAON PAHOTHON PARDONGANSARIPEON

13. Penyelidikan Kanonik Singkat

Pastor :
Hamu na dua; .......................dohot ho...........................na ro tu jolo nami nuaeng, aha do na pinangido ni roha muna sian Huria ni Debata?

Calon Pangoli:
Amang pastor na hinahormatan, mardomu tu hata ni Tuhan sandiri, hami na dua nunga satahi jala sahata naeng sapanghilalaan dohot saparsitaonon saleleng hami mangolu. Jala ala ni i, saonari hupangido hami rade ni roha muna laho mangarasmihon, jala mamasu-masu hami gabe sada ripe mangihuthon adat dohot aturan ni Huria Katolik.

Pastor :
Mauliate ma disangkap muna nauli i. Alai andorang soi, manungkun ma jolo ahu tu pangula ni huria dohot angka saksi.
Hamu amang pangula ni huria na hinahormatan, hamu do wakil ni hurianta on, boha pandapot dohot parbinotoan muna taringot tu pangidoan ni si ..................... dohot si ......................on? Jala nunga tangkas diboto hamu naboi nasida on manjalo Sakramen Pardongansaripeon jala ndang adong be ambat-ambat na mardomu tu aturan nang hasomalan ni Huria Katolik?

P. Huria :
Amang pastor nami, nahinahormatan. Ahu pangula ni huria di hurianta on marhatutu pangidoan ni angka donganta on. Ala ni i, hupangido hami, asa rade roha muna mangarasmihon jala mamasu-masu pardongansaripeon nasida on mangihuthon angka aturan dohot ruhut nang hasomalan ni huria Karolik. Jala marguru tu pangantusion dohot parbinotoan nami, nunga boi nasida manjalo Sakramen Pardongansaripeon, ala nunga sahata saoloan, jala satahi nasida i di bagasan holong, jala nasida pe nunga paradehon dirina huhut ndang adong be ambat-ambat na boi mangambati pardongansaripeon nasida i. Alai nang pe songon i, dumenggan tasungkun ma jolo angka saksi dohot nasida nadua.

Pastor :
Mauliate ma di hamu amang pangula ni huria nami. Saonari manungkun majolo ahu tu angka saksi. Hamu na saksi nahinahormatan, ndang tung adong be angka ambat-ambat na boi manundati rasmihonon pardongansaripeon ni nasida on, mangihuthon angka aturan dohot ruhut nang hasomalan ni Huria Katolik na binoto muna?

Saksi :
Marguru tu pangantusion dohot parbinotoan nami, ndang adong be ambat-ambat na boi manundati rasmihonon pardongansaripeon ni nasida on.

Pastor :
Mauliate ma di hamu amang saksi.

14. Sungkun-sungkun Panangkasion
Sungkun-sungkun tu baoa.

Pastor :
Ale ..................nunga tutu situtu hamu marsangkap hamu, sian nasa rohamuna paojakhon pardongansaripeon raphon si.............................na dison nuaeng?

P.Baoa: Songon i do tutu.

Pastor :
Rade do hamu manghaholongi huhut pasangaphon dongan saripemuna on saleleng hamu mangolu?

P. Baoa: Rade do ahu.

Pastor :
rade do hamu olo naeng gabe ama na daulat maradophon angka ianakhonmuna, na naeng basabasahonon ni Debata tu hamu, laos manogu-nogu nasida gabe halak Kristen na sintong?

P. Baoa : Rade do ahu.

Sungkun-sungkun tu boru-boru

Pastor :
Ale ...............nunga tutu situtu hamu marsangkap hamu, sian nasa rohamuna paojakhon pardongansaripeon raphon si.................na dison nuaeng?

P.Baoa : Songon i do tutu.

Pastor :
Rade do hamu manghaholongi huhut pasangaphon dongan saripemuna on saleleng hamu mangolu?

P. Baoa : Rade do ahu.

Pastor :
rade do hamu olo naeng gabe ama na daulat maradophon angka ianakhonmuna, na naeng basabasahonon ni Debata tu hamu, laos manogu-nogu nasida gabe halak Kristen na sintong?

P. Baoa : Rade do ahu.

15. Mandok Mauliate, Mangido Maaf dohot Pasu-pasu tu natua-tua na be.

Pastor :
Hamu nadua, dung binahen sungkun-sungkun dohot panangkasion ahu pastor muna mangoloi pangidoan muna i. Alai andurang so huresmihon pardongansaripeon muna on, saonari hulehon ma tu hami tingki asa laho hamu tu natua-tua muna laho mandok mauliate tu sude holong ni nasida na saleleng on, mangido maaf tu sude hasalaan muna tu nasida saleleng on, jala jalo hamu ma pasu-pasu tu nasida. Jadi dihamu natua-tua ni na laho tarpasu-pasu on, andorang so diresmihon pardongansaripeon ni anak dohot boru muna on, jalo hamu ma hata mauliate ni nasida, dohot hata maaf ni nasida, paborhat hamu ma nasida mardongan pasu-pasu muna i.

16. Padan manang Janji Pardongansaripeon

Pastor :
Hamu na dua, saonari mardongan serep ni roha na ias, jala na polin, di bagasan sangkap nauli, dokhon hamu ma saonari padan pardongansaripeon muna i! Dihamu angka dongan na hinahormatan, jong-jong ma hita manghormati parpadanan ni angka donganta on!

PADAN NI BAOA :

Dijolo ni malim, di jolo ni angka saksi dohot di jolo ni sude hamu na pungu di son, ahu si ...................... manghajongjonghon di bagasan roha na tulus, jala na bulus, ia si ........................ na huririt nuaeng di son, mulai saonari nunga gabe donganhu saripe. Ahu marjanji, huhut marpadan ingkon burju ahu tu ibana, di tingki las ni roha, manang na arsak ni roha, di tingki parlabaan manang harugian, manang di tingki sitaonon pe ahu ingkon manghormati, pasangaphon, jala manghaholongi ibana saleleng ahu mangolu. Songon i ma parjanjian dohot parpadanan on hupadanhon di bagasan goar ni Debata marhitehite Buku Nabadia on.

PADAN NI BORU-BORU :

Dijolo ni malim, di jolo ni angka saksi dohot di jolo ni sude hamu na pungu di son, ahu si ....................... manghajongjonghon di bagasan roha na tulus, jala na bulus, ia si .......................... na mangaririt ahu nuaeng di son, mulai saonari nunga gabe donganhu saripe. Ahu marjanji, huhut marpadan ingkon burju ahu tu ibana, di tingki las ni roha, manang na arsak ni roha, di tingki parlabaan manang harugian, manang di tingki sitaonon pe ahu ingkon manghormati, pasangaphon, jala manghaholongi ibana saleleng ahu mangolu. Songon i ma parjanjian dohot parpadanan on hupadanhon di bagasan goar ni Debata marhitehite Buku Nabadia on.

Manang:

PADAN NI BAOA :

Ale ..................... ahu mangaririt ho nuaeng jala nunga hupillit ho gabe donganhu saripe. Ahu marjanji huhut marpadan, ingkon tong-tong burju ahu tu ho, ditingki las ni roha, manang arsak ni roha, di tingki adong na uli, manang sitaonon, dohot di tingki pangunjunan pe, saleleng ahumangolu. Songon i ma padan parjanjian on hupadanhon tu ho ale .......................di jolo ni malim, di jolo ni huria, di jolo ni angka saksi, di jolo ni natua-tuanta, di jolo ni angka tondong, dohot ale-alenta, dohot di jolo ni angka dongan na pungu nuaeng di son, di bagasan goar ni Debata marhite-hite Buku Nabadia on.

PADAN NI BORU-BORU :

Ale ........................ nunga diririt ho ahu, jala nunga hupillit ho gabe donganhu saripe. Ahu marjanji huhut marpadan, ingkon tong-tong burju ahu tu ho, ditingki las ni roha, manang arsak ni roha, di tingki adong na uli, manang sitaonon, dohot di tingki pangunjunan pe, saleleng ahu mangolu. Songon i ma padan parjanjian on hupadanhon tu ho ale .......................di jolo ni malim, di jolo ni huria, di jolo ni angka saksi, di jolo ni natua-tuanta, di jolo ni angka tondong, dohot ale-alenta, dohot di jolo ni angka dongan na pungu nuaeng di son, di bagasan goar ni Debata marhite-hite Buku Nabadia on.

16. Patoguhon Padan Pardongansaripeon

Pastor :
Di bagasan goar ni hurianta, di jolo ni angka saksi dohot di jolo ni sude na pungu di son, huparhatutu do pardongansaipeon muna on, gabe pardongan saripeon na gok, sada sakramen di bagasan Kristus. Hangoluhon hamu ma i, gabe mual ni hagogoon dohot pasu-pasu na manontong di hamuna nadua: ( + ) Dibagasan goar ni Ama, dohot Anak, dohot Tondi Porbadia.

Umat : Amen.

Pastor : Naung pinadomu ni Debata.
Umat : Ndang jadi siranghonon ni jolma.

17. Mamasu-masu Tin-tin

Pastor :
Ale Tuhan, pasu-pasu ma ( + ) angka tin-tin on, na huurasi hami di bagasan goarMu, ajarhon ma tu angka dongan na laho mamangke tin-tin on lapatan dohot tujuan ni i, bahen ma nasida hot dipadanna, tong-tong di bagasan dame , huhut tutu marsihaholongan. Marhite-hite Kristus Tuhan nami.

Umat : Amen.

(Pastor mangurasi tin-tin dohot aek nabadia)

Pastor :
Ale .................... (Baoa) pamasuk ma tin-tin on jari manis ni dongansaripemu bahen tanda burju ni roha dohot holong mu tu ibana. Di bagasan goarni Ama, dohot Anak dohot Tondi Probadia. Amen.

P. Baoa :
Ale ................(goar ni boru-boru) jalo ma tin-tin on bahen tanda burju ni rohangku dohot holongku tu ho.

Pastor :
Ale .................... (Boru-boru) pamasuk ma tin-tin on jari manis ni dongansaripemu bahen tanda burju ni roha dohot holong mu tu ibana. Di bagasan goarni Ama, dohot Anak dohot Tondi Probadia. Amen.

P. Baoa :
Ale .................... (goar ni baoa) jalo ma tin-tin on bahen tanda burju ni rohangku dohot holongku tu ho.

18. Pamasu-masuon Boras Parbue Sakti dohot Ulos

Pastor :
Hamu angka dongan, saonari martangiang ma hita asa dipasu-pasu Debata Boras dohot ulos on na laho pangkeonta laho mamasumasu penangtin.

Martangiang ma hita,
Ale Tuhan, Ama nami, jala Debata nami; Ho do mual ni nasa pasu-pasu, parhorason, hahipason dohot panggabeon. Tatap ma mardongan asi ni rohaM boras parbue sakti na patandahon pasu-pasu, parhorason, hahipason dohot panggabeon, jala ulos on, na patandahon pangaramotion dohot parlinggomanMu di hami, tarlumobi di angka dongan nami na laho mamangke ulos on. Pasu-pasu ( + ) ma boras dohot ulos on, na naeng pangke on nami laho mamasu-masu nasida nadua. Marhitehite Kristus Tuhan nami.

Umat : Amen.

19. Pasahatahon Ulos

(Piga-piga cara:
1. Molo mangadati: Pastor mangido asa parboru mangampehon Ulos Hela tu na tarpasu-pasu.
2. Molo ndang mangadati: Boi do ra Pastor mangido asa Paranak dohot parboru mangampehon Ulos Holong tu na tarpasu-pasu. Alana anggo di ulaon Huria manang di gareja ndang dos i dohot ulaon di alaman, ima ulos i ndang ulos hela, alai ulos Huria. Jadi molo tung pe ulos naung dipasu-pasu i diamehon tu abarani na tarpasu-pasu, na diampehon disi ima pasu-pasu ni Debata do, na dipataridahon ulos naung dipasu-pasu malim.
3. Manang pastor manguloshon ulos naung dipasu-pasu i tu pengantin, alai asing ma nian sian ulos hela nalaho di pangke di alaman. Jadi ulos khusus ma nian nadipatupa na marulaon )

20. Manaburhon Boras Parbue Sakti

Pastor :
Jalo ma boras Parbue Sakti naung pinasu-pasu on, na patandahon asi dohot holong ni roha ni Amanta Debata di hita saluhutna, tarlumobi di hamu nadua. Sai sahat ma tu hita tarlumobi di hamu nadua sigabe-gabe dohot sihoras-horas. Dibagasan Goar ni Ama dohot Anak dohot Tondi Porbadia.

Umat : Amen.

(Dung i, boi do natua-tua ni na tarpasu-pasu, angka saksi, dohot pangula ni huria manburhon boras tu na tarpasu-pasu)

21. Tangiang Pamasu-masuon

Pastor :
Saonari, masuk ma hita tu ulaon tangiang pamasu-masuon.
Martangiang ma hita,
Ale Debata, nunga ditompa Ho nasa na adong marhite hagogoonMu. Nunga didok Ho pardongansaripeon naung pinatoguMi ndang boi sirang be. Ale Debata, nunga diparbadiai Ho pardongansaripeon, jala nunga dibahen Ho parpadanan pardongansaripeon gabe tanda hasadaon ni Kristus dohot huriaNai. Ale Debata, sian mula nai do nunga dipadomu Ho baoa dohot boru-boru, jala dipasada Ho do nasida asa marpinompar. On ma sada pasu-pasu na so sinegaan ni dosa teanteanan jala na ndang tarbaorhon aek na sumar i. Sai tatap ma si .......................... on mardongan asi dohot holong ni rohaM, asa holong dohot dameMi tong-tong mian di ibana. Anggiat ma ibana gabe ina na burju songon angka boru-boru na badia na pinuji di bagasan Buku Nabadia i.
Hutangiangkon hami ma muse tu Ho si ......................(baoa) on , anggiat tong so marnaloja ibana mangharingkothon jala mangulahon tanggungjawabna songon ama maradophon pardijabuna dohot angka ianakhonna nang maradophon masyarakat.
Hupangido hami ma tu Ho ale Tuhan, Debata nami, anggiat ma nasida na dua on tong-tong marsihohot di bagasan haporseaon dohot di angka patikMi. Sai tong-tong ma marsada nasida di ripe nasida, jala anggiat ma tarida jala tarhilala di ngolu nasida holong na siang Ho i, huhut marsinondang di nasida hatioron ni bohiM, asa boi parange nasida gabe tiruan na denggan manang na di dia pe nasida. Pargogoi ma nasida marhite hagogoon ni Barita Nauli i, asa boi nasida gabe sitindangi ni Kristus tu sude dongan.
Anggiat ma marpinompar nasida, jala boi gabe natua-tua sitiruon jala sai boi ma nasida sahat marnida pahompu na tau pasonanghon roha nasida.
Anggiat ma saurmatua nasida jala di ujungna boi marhatuaon nasida di ngolu na manontong di harajaonMi. Marhite-hite Kristus, Tuhan nami.

(Ulos na diampehon tu pengantin nunga boi dilipat jala ditiop panaru manang natua-tua ni nasida)

22. Pahothon dohot Patandahaon Penangtin i tu natorop:

Pastor :
Hamu sude angka dongan na hinahormatan. Hamu sude hupadiri jala hurajumi gabe sitindangi ni parpadanan pardongan saripeon ni donganta si nn.......... dohot si nn......... on. Nunga dipadaomu jala dipasada Debata nasida na dua on di bagasan Sakramen Pardongansaripeon i. Ba sai dipasupasu Amanata Debata ma nasida, songon didok ompunta sijol-jolo tubu i ma dohonon:

Balintang ma pagabe, tumandanghon si tadoan.
Ba ari nasida nung agabe ala nunga manjalao Sakramen Pardongasaripeon jala nunga marsipaoloan.

Asa Margogo nasida pajungjunghon sadsa ripe na denggan, na tongtong sahar saroha, satahi, satolop di saluhutna, songon na nidok ni ampunta sijolo-jolo tubu ma dohonon:
Sai marongkap ma nasida songon mata ni bagot,
marsimbar songon ambalang.
Jala sai marsigomgoman ma tondi nasida tu ana tama,
tumpahon ni ompunta Debata.

Jala sai marhite-hite hasadaon ni nasida di saluhutna i, tongtong ma tiur langka nasida di ngolu on,songon na nidok ni ampunta sijolo-jolo tubu ma dohonon:
Sai tiur ma dalan boluson, tio ma aek dapoton.
Jala tio ma panggabean dohot parhorasan.

22. Tangiang Hatopan

Pastor :
Hamu angka dongan! Nunga manjalo sakramen pardongansaripeon angka donganta on di jolo ni Debata, di jolo ni Hurianta, di jolo ni hita angka na mandongani langka nasida tu garejanta on. Tatangiangkon ma nasida nuaeng anggiat tong sonang nasida di bagasan pangaramotion ni Amanta Debata.

Patugas :
Tatangiangkon ma nasida anggiat margogo mangaramoti Pardongansaripeonna di bagasan holong ni roha dohot dame, asa marsinondang sian ripenasida holong dohot lambok ni roha ni Kristus. Jala tatangiangkon ma nasida asa margogo nasida paojakhon sada rumatangga na marojahon di ugama, anggiat marisi habonaron, hakristenon jabu nasida, bahen sangap di Debata jala tau tiruan na denggan di angka donganna.
Martangiang ma hita:

Umat : Tangihon ma, Tuhan tangiang nami.

Patugas :
Tatangiangkon ma nasida asa marparbue holong ni roha nasida na pinasu-pasu ni Tuhan i, anggiat tubu di nasida anak dohot boru, na tau palashon roha nasida, dohot pahompu, na naeng pasonangkon nasida dung matua. Jala tatangiangkon ma nasida asa tong-tong hipas jala tolap mangulahon angka tohonan na ampe tu nasida, anggiat gabe na niula ni tangan nasida jala tongtong tiur langka nasida i.
Martangiang ma hita:

Umat : Tangihon ma, Tuhan tangiang nami.

Patugas :
Tatangiangkon ma nasida asa tarbahen nasida muse manogu-nogu angka anakhonna mangihuthon lomo ni roha ni Debata mardongan hapistaran dohot lambok ni roha, asa daulat jala burju, bahen pangapulon dohot las ni roha ni nasida. Jala tapangido ma sian Debata, asa sabam jala margogo nasida di tingki sitaonon, pangunjunan, arsak ni roha jala tolap manaon laos manaluhon sude na borat na olo ro tu ganup jolma jala tu ganup ripe.
Martangiang ma hita:

Umat : Tangihon ma, Tuhan tangiang nami.

Patugas :
Tapangido ma di nasida pangapulon, habengeton, hagogoon, na ringkot saleleng ngolu on, anggiat tong-tong dioloi nasida sude lomo ni roha ni Debata na mamboan hatuaon na manontong.
Martangiang ma hita:

Umat : Tangihon ma, Tuhan tangiang nami.

Pastor :
Ale Debata, ramoti ma angka dongan nami on di bagasan holong ni rohaMi, asa Ho ma manungkoli jala mangurupi nasida saleleng di ngolu nasida; jala boan ma nasida sogot tu hasonangan na manontong, i ma hatuaon nami, sahat ro di saleleng ni lelengna.

Umat : Amen.

** Molo kedua Pengantin sama-sama Katolik, ulaon ditorushon di bagasan Misa Nabadia. Lanjutma tu halaman 20 :

23. Ende jala Pasahathon Silua / Pelean Parjolo

24. Tangiang Ama nami.

Pastor :
Dihamu angka dongan na hinholongan, saonari tapasada ma sude tangiang puji-pujian, pelean dohot pangidoanta di bagasan tangiang na niajarhon ni Jesus Kristus sandiri:

Umat :
Amanami na di banua ginjang, sai pinorbadia ma goarMu, sai ro ma harajaonMu, sai saut ma lomoM di banua tonga on, songon na di banua ginjang. Lehon ma tu hami sadari on, sipanganon nami siganup ari. Jala sesa ma salanami, songon panesa nami di sala ni angka parsala tu hami. Dung i unang togihon hami tu pangunjunan. Alai palua ma hami sian pangago.

25. Embolisme

Pastor :
Ale Amang, pinasangap ma goarMu, diangka ulaon dohot parsaoran nami si ganup ari, di tonga ni rumatangga dohot masyarakat nami. Urupi ma hami asa tong-tong nunut marusaha pature-turehon ngolu nami gabe puji-pujian di goarMu, huhut manghirim di haroro ni Jesus Kristus, Sipalua hami.

Umat :
Ai Ho do nampuna harajaon, dohot hagogoon, dohot hasangapon, ro di saleleng ni lelengna.

Pastor : Dame ni Tuhanta Jesus Kristus ma mandongani hamu saluhutna.

Umat : Saonari ro di saleleng ni lelengna. Amen.

ULAON PANUTUP

25. Mamasu-masu Buku Nabadia dohot Silang (Molo adong)

Pastor :
Martangiang ma hita,
Ale Tuhan Debata nami, pasu-pasu ma Buku Nabadia on (+) na laho dipangke dongan nami si ............... dohot si ................. on, asa hata ni Debata na tarsurat di bagasan Buku Nabadia on gabe tungkot dohot sulu di keluarga ni nasida. Suang songon io, pasu-pasu ma Silang on (+), asa gabe tanda diharoroM di keluarga ni nasida, jala mangalehon gogo tu nasida laho mangaradoti patikMi. Marhite Kristus Tuhan nami.

Umat : Amen.

26. Tangiang Panutup
Pastor :
Martangiang ma hita,
Ale Tuhan, tatap ma angka dongan nami on, na pinungka nasida di joloM dohot di jolo ni langgatanMi, sai diulahon jala diradoti nasida ma i mardongan hagogoon ni pasu-pasuM. Antong, patimbul ma hasangapon ni goarMu di bagasan pardongansaripeon ni nasida on, bahen tiruan di hami, na tau puji-pujian di Ho, nuaeng dohot ro di saleleng ni lelengna.

Umat : Amen.

27. Martangiang tu Bunda Maria (Molo diulahon)

Pastor :
Hamu angka dongan, keluarga na imbaru on laho martangiang marhite Maria Ina Nabadia, mangido tangiangna asa ditangiangkon keluarga ni nasida anggiat boi songon ripe nabadia na di Nasaret i.

(Pangantin laho ma tu jolo ni patung Bunda Maria, pagalap lilin jala rap martangiang nasida. Tangianna boi ma di ida di halaman .Tingki on, boi do diiringi dohot lagu Maria)

28. Manengken Berkas-Berkas Perkawinan

(Pengantin dohot angka saksi manengken angka berkas-berkas perkawinan.)

29. Merende jala Pasahathon Kolekte Paduahon

30. Pasu-Pasu Parujungan

36. Pasu-Pasu Parujungan

Pastor :
Sai marsinondang ma hatiuron ni bohi ni Debata di si …… dohot si ……on nang dihita sude, sai dipatuduhon Ibana ma hinadenggan ni rohaNa, jala sai dilehon ma dame na manontong i tu hita sude.

Umat : Amen.

Pastor :
Sai anggiat ma Amanta Debata patuduhon holong ni rohaNa, jala patoguhon parale-aleonta. Sai anggiat ma Debata Anak, mangalehon dameNa jala patuduhon pangaramotionNa tu si ………… dohot si………… nang tu hita sude.

Umat : Amen.

Pastor :
Sai anggiat ma Debata Tondi Porbadia mangusehon las ni rohaNa, jala manogu-nogu si ……….. dohot si …………. on, nang tu hita sude.

Umat : Amen.

Pastor :
Sai anggiat ma hita sude, tarlumobi si …………… dohot si ……….. on, ditogu-togu, dilinggomi, huhut diramoti pasu-pasu ni Debata hita saluhuta.

Umat : Amen.

Pastor : Tuhani mandongani hamuna.

Umat : Nang hamu pe didongani Tuhani.

Pastor :
Hamu angka dongan na hinaholongan, anggo ulaon pamasu-pasuon pardongansaripeon ni donganta na dua on nunga sae be. Mardame ma hita mulak manorushon ulaonta mardongan pasupasu dohot holong ni Debata.

Umat : Mauliate ma di Debata.

Pastor :
Debata Nasunhinagogo i ma mamasumasu hita, Ama, dohot Anak, dohot Tondi Porbadia.
Umat : Nang hamu pe didongani Tuhani.

31. Hata Panutup :
Mandok Hata, Marfoto, Marende huhut manjalang mempelai dohot hasuhuton paranak dohot parboru.

KDS :
Hamu angka dongan nahinaholongan, anggo ulaon huria nunga sun be. Saonari
pinasahat ma tingki mandok hata sian paranak dohot parboru, rap jongjong ma nasida di jolo. Dung sidung i, marfoto ma jolo kedua penangtin dohot pastor di jolo. Na mangihut, marende hita annon huhut manjalang penangtin dohot natoras paranak nang parboru. Parjolo ma natoras paranak dohot parboru manjalang pengantin, dungi ro ma natorop manjalang sian hambirang tu siamun ni gareja on. Songoni ma, mauliate.

32. Ende Panutup

(bereng hita di lembaran terakhir)

LITURGI EKARISTI

(Molo dibagasan Misa Nabadia)

23. Ende jala Pasahathon Silua / Pelean

24. Tangiang Pasahathon Pelean

Pastor :
Martangiang ma hamu, angka dongan, anggiat dihalomohon Debata peleanta on.

Umat :
Sai dijalo Tuhan i ma peleanta on sian tangan muna, bahen hasangapon dohot hamuliaon di goarNa, huhut bahen hatuaon di hita dohot di sandok HuriaNa na badia i.

Pastor :
Ale Debata, jalo ma pelean on na husombahon hami saonari tu Ho; marhite sian i hupangido hami; suksukhon ma pasu-pasuM di pardongansaripeon on; ai Ho do mangadongkon ruhut na badia on. Antong, ramoti jala ondingi ma angka dongan nami on marhite-hite holong ni roha ni AnakMu Jesus Kristus na so marbatas, na mangolu nuaeng dohot tongtong ro di saleleng ni lelengna.

Umat : Amen.

25. Prefasi

Pastor : Tuhan i ma mandongani hamu na.
Umat : Nang hamu pe didongani Tuhan i.

Pastor : Dompak ginjang ma rohanta.
Umat : Nunga tapahehe rohanta dompak Tuhan i.

Pastor : Mandok mauliate ma hita, tu Tuhan Debatanta.
Umat : Patut jala tama do i.

Pastor :
Ima tutu, na tama jala patut, tigor jala uli do, asa tongtong jala manang di dia pemandok mauliate hami tu Ho, ale Tuhan, Ama Nabadia, Debata nasunhinagogo jala na manontong, i ma marhite-hite Kristus Tuhan nami. Ai marhite Ibana do ditogu-togu Ho hajolmaon tu hatuaon i; di bagasan Ibana do diadongkon Sakramen Pardongansaripeon gabe pardomuan ni holong, asa patar holong ni rohana mida oroanna, i ma Huria i; sude anak na tubu sian pardongansaripeon naung pinasu-pasuMidipabangkit Ho do gabe anakMu, sitean angka parsaulian sogot, dongan panean ni Kristus.
Marhite Ibana dipuji angka suru-suruan dohot angka Nabadia hatongamonMu; dibahen i, loas ma hami padomuhon soara namitu endenasida i, asa dohot hami tong-tong marserep ni roha manghatindangkon:

Umat :
Nabadia, Nabadia, Nabadia do Tuhan
Debata sigomgom hasiangaon.
Gok hamuliaon do angka langit dohot tano on.
Hosanna ma na di ginjang. Pinasupasu ma na ro,
di bagasan goar ni Tuhan i.
Hosanna ma na di ginjang.

26. Tangiang Bolon II

Pastor :
Tung Nabadia do Ho, ale Amang, mual ni nasa habadiaon.
Antong hupangido hami,
parbadiai ma siluanami on marhite gogo ni TondiM.
Asa muba di hami gabe Daging (+) dohot mudar ni Tuhannami Jesus Kristus.
Di borngin uju dipasahat Ibana, paima so songgop sitaonon na bernit, na jinaloNa sian rade ni rohan, dibuat Ibana ma roti, didok ma mauliate, diponggoli ma roti i, diparlehon tu angka siseanNa, huhut mandok:

JALO HAMU JALA PANGAN HAMU MA: AI ON DO DAGINGHU, NA PINASAHAT HUMOPHOP HAMI.

Songon i muse dung sidung mangan, dibuat Jesus ma panginuman. Didok muse mauliate, dipasahat ma i tu angka siseanNa huhut mandok:

JALO HAMU, SUDE MA HAMU MINUM SIAN ON!
ON MA PANGINUMAN NA MARISI MUDARHU, MUDAR PARPADANAN NI PADAN NAIMBARU JALA NA MANONGTONG, NA NIUSEHON HUMOPHOP HAMU DOHOT NATOROP BAHEN HASESAAN DOSA.
SONGON I MA ULAHON HAMU BAHEN PARNINGOTAN DI AHU.

Pastor :
Antong huhut marningot hamamate dohot haheheon ni Kristus, husombahon hami do tu Ho ale Amang roti hangoluan dohot panginuman haluaon on. Mandok mauliate do hami, ala nunga dipatama Ho hami jongjong tu adopanMu, laho marhalado di joloM. Hupangido hami, asa hami naung manjalo dagong dohot mudar ni Kristus dipasada Tondi Porbadia i gabe bangsoM.
Palua ma nang angka dongan nami, angka n a porsea dohot sude tahe angka naung monding i. Sai lehon ma tu nasida dohot sude dongan naung mate di bagasan Kristus paradianan na sonang. Sai asi ma rohaM tu nasida, janghon ma nasida tu bagasan ampuanMu.
Ale Amang, sude do hami mangido asi ni rohaM, asa dohot hami marjambar di hatuaon na manongtong, raphon santa Maria, nasohabubuhan, ina ni Debata, raphon angka apostel dohot sude halak nabadia, an tong mangolu di bagasan holongMu. Sai loas ma hami dohot mamuji pasangaphon Ho.

Pastor :
Marhite-hite Ibana rap dohot Ibana laos di bagasan Ibana, tong-tong do sahat tu Ho ale Tuhan Debata Ama na sunhinagogo, di bagasan hasadaon ni Tondi Porbadia, nasa somba dohot hamuliaon, sahat ro di saleleng ni lelengna.

Umat : Amen.

27. Tangiang Ama nami.

Pastor :
Tuhan i do mandasdas hita marhite hataNa, laos mangajari hita marhite sian panuturion ni hadebataonNa. Ido alana umbahen na barane hita mandong/ mangendehon.

Umat :
Amanami na di banua ginjang, sai pinorbadia ma goarMu, sai ro ma harajaonMu, sai saut ma lomoM di banua tonga on, songon na di banua ginjang. Lehon ma tu hami sadari on, sipanganon nami siganup ari. Jala sesa ma salanami, songon panesa nami di sala ni angka parsala tu hami. Dung i unang togihon hami tu pangunjunan. Alai palua ma hami sian pangago.

28. Embolisme

Pastor :
Ale Amang, pinasangap ma goarMu, diangka ulaon dohot parsaoran nami si ganup ari, di tonga ni rumatangga dohot masyarakat nami. Urupi ma hami asa tong-tong nunut marusaha pature-turehon ngolu nami gabe puji-pujian di goarMu, huhut manghirim di haroro ni Jesus Kristus, Sipalua hami.

Umat :
Ai Ho do nampuna harajaon, dohot hagogoon, dohot hasangapon, ro di saleleng ni lelengna.

Pastor :
Dame ni Tuhanta Jesus Kristus ma mandongani hamu saluhutna.

Umat :
Saonari ro di saleleng ni lelengna. Amen.

29. Anak Biru-Biru

Umat :
Anak biru-biru ni Debata, na mambuat dosa ni portibi on,
Asi rohaM di hami.
Anak biru-biru ni Debata, na mambuat dosa ni portibi on,
Asi rohaM di hami.
Anak biru-biru ni Debata, na mambuat dosa ni portibi on,
Lehon ma dame di hami.

30. Komuni

Pastor :
Hamu angka dongan, ida ma Anak biru-biru ni Debata na mambuat dosa ni portibi on. Martua ma hita na niarahon tu haroro ni biru-biru i.

Umat :
Ale Tuhan, na so tama do ahu manjangkon Ho, alai dok ma hataM sandok sambing, jadi ias ma ahu naposoMon.

(Pangantin manjalo Komuni dua rupa)

ULAON PANUTUP

31. Mamasu-masu Buku Nabadia dohot Silang (Molo adong)

Pastor :
Martangiang ma hita,
Ale Tuhan Debata nami, pasu-pasu ma Buku Nabadia on (+) na laho dipangke dongan nami si ............ dohot si .................on, asa hata ni Debata na tarsurat di bagasan Buku Nabadia on gabe tungkot dohot sulu di keluarga ni nasida. Suang songon io, pasu-pasu ma Silang on (+), asa gabe tanda diharoroM di keluarga ni nasida, jala mangalehon gogo tu nasida laho mangaradoti patikMi.
Marhite Kristus Tuhan nami.

Umat : Amen.

32. Tangiang Panutup
Pastor :
Martangiang ma hita,
Ale Tuhan, tatap ma angka dongan nami on, na pinungka nasida di joloM dohot di jolo ni langgatanMi, sai diulahon jala diradoti nasida ma i mardongan hagogoon ni pasu-pasuM. Antong, patimbul ma hasangapon ni goarMu di bagasan pardongansaripeon ni nasida on, bahen tiruan di hami, na tau puji-pujian di Ho, nuaeng dohot ro di saleleng ni lelengna.

Umat : Amen.

33. Martangiang tu Bunda Maria

Pastor :
Hamu angka dongan, keluarga na imbaru on laho martangiang marhite Maria Ina Nabadia, mangido tangiangna asa ditangiangkon keluarga ni nasida anggiat boi songon ripe nabadia na di Nasaret i.

(Pangantin laho ma tu jolo ni patung Bunda Maria, pagalap lilin jala rap martangiang nasida. Tingki on, boi do diiringi dohot lagu Maria)

TANGIANG MANGIDO TANGIANG SIAN MARIA NABADIA

Maria ina nami nabadia, ida ma hami nadua na marlasroha nuaeng on, ai ndang tardok hami balga ni las ni roha nami dohot balgani hamuliateon nami di sude pasu-pasu naung hujalo hami, tarlumobi di panogu-noguon ni Tuhan Debata naung pasadahon hami.
Maria ina nami, huboto hami do, on holan mula ni ngolu na ingkon sidalanon nami dope. Husadari hami do, ima ganjang nai dope pardalanan ngolu ni keluarga nami. Di jolo nami, godang nai ambat-ambat, parungkilon dohot angka parsoalan na olo mangambati habagiaon di keluarga nami. Dibahen i, hupagido hami tu ho ale Maria nabadia, togu-togu jala ajari ma hami laho patupahon ripe songon ripe na di Nasaret na marisi habengeton, dame, holong dohot sada ni roha. Paingot ma hami molo hurang malo, hurang mangantusi, jala hurang sabar. Anju jala elek-elek ma hami molo hansit ni roha dohot parmaraan mangonai tu hami. Patogu ma rohanami, molo arsak ni roha, harugian dohot sitaonon ni ngolu mangonai tu hami. Togu-togu ma hami di na laho mangajari ianakhon nami, asa gabe anak na burju, tarlumobi asa gabe anak na mangoloi di hatani anakMu Jesus Kristus i.
Ale Maria nabadia ina nami, sai anggiat ma holong naung pasadahon hami, tong-tong mian di ngolu nami dohot di ripe nami, asa haduan hami boi rap marlas ni roha di harajaon ni Tuhanta Jesus Kristus. Amen.

Tangiang Tabi Maria 3 hali

Tabi di Maria na gok asi, didongani Tuhan i do ho.
Ho do na pinasupasu sian angka boru-boru,
jala pinasu-pasu do parbue ni bortianmu, Jesus.
O Maria nabadia, ina ni Debata, tangianghon ma hami pardosa on,
nuaeng dohot tingki hamamate nami. Amen.

(Dungi pengantin mulak tu inganna muse)

34. Manengken Berkas-Berkas Perkawinan

(Pengantin dohot angka saksi manngken angka berkas-berkas perkawinan.)

35. Merende jala Pasahathon Kolekte Paduahon

36. Pasu-Pasu Parujungan

Pastor :
Sai marsinondang ma hatiuron ni bohi ni Debata di si …… dohot si ……on nang dihita sude, sai dipatuduhon Ibana ma hinadenggan ni rohaNa, jala sai dilehon ma dame na manontong i tu hita sude.

Umat : Amen.

Pastor :
Sai anggiat ma Amanta Debata patuduhon holong ni rohaNa, jala patoguhon parale-aleonta. Sai anggiat ma Debata Anak, mangalehon dameNa jala patuduhon pangaramotionNa tu si ........ dohot si......... nang tu hita sude.

Umat : Amen.

Pastor :
Sai anggiat ma Debata Tondi Porbadia mangusehon las ni rohaNa, jala manogu-nogu si ......... dohot si ........ on, nang tu hita sude.

Umat : Amen.

Pastor :
Sai anggiat ma hita sude, tarlumobi si .......... dohot si ................ on, ditogu-togu, dilinggomi, huhut diramoti pasu-pasu ni Debata hita saluhuta.

Umat : Amen.

Pastor : Tuhani mandongani hamuna.

Umat : Nang hamu pe didongani Tuhani.

Pastor :
Hamu angka dongan na hinaholongan, anggo ulaon pamasu-pasuon pardongansaripeon ni donganta na dua on nunga sae be. Mardame ma hita mulak manorushon ulaonta mardongan pasupasu dohot holong ni Debata.

Umat : Mauliate ma di Debata.

Pastor :
Debata Nasunhinagogo i ma mamasumasu hita, Ama, dohot Anak, dohot Tondi Porbadia.

Umat : Nang hamu pe didongani Tuhani.

37. Hata Panutup :
Mandok Hata, Marfoto, Marende huhut manjalang mempelai dohot hasuhuton paranak dohot parboru.

KDS : Hamu angka dongan nahinaholongan, anggo ulaon huria nunga sun be.
Saonari pinasahat ma tingki mandok hata sian paranak dohot parboru, rap jongjong ma nasida di jolo. Dung sidung i, marfoto ma jolo kedua penangtin dohot pastor di jolo. Na mangihut, marende hita annon huhut manjalang penangtin dohot natoras paranak nang parboru. Parjolo ma natoras paranak dohot parboru manjalang pengantin, dungi ro ma natorop manjalang sian hambirang tu siamun ni gareja on. Songoni ma, mauliate.

RENUNGAN: MINGGU XXXI, 31 Oktober 2010

RENUNGAN:
MINGGU XXXI/C/2010
Keb 11:22-12:2 2 Tes 1:11-22 Luk19:1-10


PENGANTAR:
Seringkali orang untuk mencapai sesuatu yang merupakan keinginannya, rela melakukan apa saja. Seorang pejabat rela menjadi ‘budak’ atasan atau menjilat atasan, demi mendapatkan keinginannya. Lebih parah lagi, ada orang yang menjadi ‘budak setan’ demi beroleh kekayaan atau pangkat. Pada saat demikian orang bisa ‘melupakan’ harga dirinya dean bahkan ‘menjual’ harga dirinya sebagai pribadi yang bermartabat. Hanya sayang, hal ini hanya berlaku untuk mengejar hal yang duniawi.
Adapula kebiasaan yang terjadi yakni orang menyimpulkan sesuatu hal hanya berdasarkan pengalaman tertentu atau karena perilaku orang-orang tertentu. Tetapi hal itu menjadi berlaku secara umum, padahal belum tentu demikian adanya. Mialnya, karena ulah seseorang pejabat perpajakan yang koruptor, orang langsung mengambil kesimpulan bahwa yang kerja di instansi demikian, semuanya pasti koruptor. Bahkan mengatakanbahwa semua orang yang bekerja di instansi pemerintahan dianggap ‘bejat’, koruptor. Padahal belum tentu semuanya demikian, dan padahal pasti masih banyak orang yang punya hari tulus dan murni. Sehingga karena fenomena demikian, mereka langsung dihukum oleh banyak orang karena ulah orang-orang tertentu yang mengangap dirinya bersih dan baik. Padahal mungkin kita tidak melakukan seperti yang mereka lakukan, tetapi melakukan hal yang sama hanya bentuknya lain.

PERMENUNGAN
Kisah yang kita dengar hari ini sungguh menarik dan sungguh mewakili fenomena yang ada dalam kehidupan sekarang. Dalam injil yang kita dengar hari ini, ditampilkan seorang tokoh yang dianggap pendosa, orang yang disingkirkan karena pekerjaannya. Apakah memang dia seperti yang dianggap orang pada saat itu? Kita tidak tahu, yang jelas Zakeus dianggap orang berdosa, orang jahat dan harus disingkirkan dalam kehidupan bersama. Namun menarik bahwa Injil menceritakan bahwa dia mempunyai kerinduan hati yang mendalam, dia masih punya hati untuk sesuatu hal yang baik. Hal itu dinyatakan dengan meneritakan kerinduan dia untuk melihat Yesus, yang tentunya sudah dia dengar kabar berita tentang Yesus. Dalam hal ini, tidak sedikit orang yang mengatakan bahwa keinginan Zakeus untuk melihat Yesus bukan murni, hanya sekedar penasaran. Tapi menurut kami lebih dari sekedar penasaran saja, tetapi Zakeus masih memiliki benih-benih kebaikan dalam hatinya, dia masih punya hati untuk sesuatu hal yang baik. Kalau hal ini tidak ada, tentu dia tidak akan mau repot-repot memanjat pohon supaya bisa melihat Yesus. Coba kita banyangkan orang dewasa memanjat pohon dan bergelantungan di sana, di depan orang banyak hanya untuk melihat Yesus. Hal itukan tentu tidak wajar dan perbuatan yang memalukan. Namun ternyata hal yang ‘memalukan’ itu dilakukan oleh Yesus demi bisa melihat Yesus. Jelas ada kerinduan mendalam dalam diri Zakeus, sehingga dia melupakan harga dirinya, rasa malu. Kerinduan hatinya ini juga diketahui oleh Yesus, sehingga Yesus bukan hanya menyapa Zakeus supaya turun tetapi malah mengatakan bahwa Dia harus menginap di rumahnya. Kami yakin, Tuhan tahu bagaimana hati Zakeus sehingga tidak hanya menyapa tetapi malah mau tinggal dan makan di rumah zakeus yang dicap pendosa dan orang jahat.
Sikap Yesus ini memang aneh bagi pikiran orang-orang saat itu, juga tentu bagi kita sekarang ini. Karena biasanya ketika seseorang diberi cap jelak, cap itu tidak akan hilang dengan sendirinya, dan itu menyebabkan orang lain menyingkirkannya. Seorang napi, seringkali dianggap jahat dan harus ‘disingkirkan’ juga saat mereka bebas dari tahanan. Padahal, mungkin saja mereka masuk sel karena membela diri atau karena difitnah. Namun karena cap napi dianggap jahat sudah beredar dalam masyarakat dan berlaku umum, setiap napi itu dianggap jelak oleh orang-orang yang merasa baik. Oleh karena itulah, orang-orang saat itu begitu kaget dan protes ketika Yesus bertindah lain dari apa yang sudah berlaku umum. Sikap Yesus yang tidak ‘terikut-ikut’ dengan pandangan yang berlaku umum, dan sapaan Yesus yang penuh kasih ini, merupakan peristiwa luar biasa bagi zakeus dan ini mengubah hidupnya. Pertemuan dan merasakan cinta kasih Yesus, mampu mengubah semua hidupnya.
Injil yang kita dengarkan hari ini sungguh luar biasa indah. Apa yang dapat kita renungkan dari bacaan Injil hari ini?
Sebagaimana kami katakan dalam pengantar, seringkali orang dengan gampang mengorbankan harga dirinya untuk hal-hal duniawi, tetapi untuk hidup berimannya hal itu kurang tampak. Banyak diantara kita yang mengatakan sebagai orang beriman, tetapi tidak ada kerinduan dalam dirinya untuk ‘melihat’ dan bertemu dengan Yesus Tuhannya. Beriman seringkali dianggap hanya atribut belakan, bahkan hanya untuk mencari kesenangan. Dalam hal ini yang kami maksudkan adalah, orang demikian beragama atau menjalankan imannya, manakala dianggap menguntungkan dan tidak merasa sulit. Ketika dianggap sulit dan membutuhkan pengorbanan, mereka tidak menjalankannya. Sikap beriman juga harus tampak dalam kerinduan untuk melihat dan ‘bertemuan atau makan’ bersama dengan Yesus. Kerinduan itu tentu menuntut suatu sikap pengorbanan yang berani ‘melepaskan’ harga diri, kebanggaan diri. Melihat dan ingin bertemua dengan Yesus ini kita maksudkan dengan sikap kesungguhan untuk mengikuti Yesus Kristus. Dalam mengikuti Yesus Kristus, dari kita juga dituntut pengorbanan dalam arti harus berani melepas ‘kebanggaan-kebanggaan dunia yang ada pada kita’, dan bahkan harus berani tanpa rasa malu-malu mencari cara agar ‘melihat dan bertemua dengan Yesus’. Sehingga selama kita belum berkorban demi kerinduan itu, bisa dikatakan bahwa kita belum sungguh-sungguh beriman. Kesungguhan, kerinduan dan ketulusan kita untuk mengikuti Yesus akan membawa kita pada suatu suka cita merasakan cinta kasih Allah kita. Hal ini akan mengubah hidup kita. Nah, banyak orang mengatakan dirinya beriman, tetapi iman dan ‘pertemuannya’ dengan Yesus belum mengubah hidupnya seperti yang dikehendaki oleh Tuhan.
Hal lain yang bisa kita renungkan dan teladani adalah sikap Yesus yang tidak terikut-ikut dengan pandangan masyarakat yang belum tentu benar. Seringkali ketika kita mendengar cap jelak yang diberikan kepada seseorang, kitapun langsung mencap seseorang itu jelak dan kita singkirkan, padahal mungkin tidak demikian adanya. Mungkin kita juga dengan gampang memeri cap jelek kepada orang lain sehingga orang itu disingkirkan. Kita seringkali menganggap diri kita baik, karena kita tidak dipenjara, tidak terhukum atau tidak melakukan perbuatan jahat, padahal mungkin kita melakukan hal yang sama, hanya mungkin belum ketahuan orang atau bentuknya lain. Karena sikap itu, kita seringkali menganggap orang lain jahat dan harus disingkirkan, bahkan mungkin menyebarkannya kepada orang lain. Mari kita teladani sikap Yesus, memandang dan bergaul dengan manusia bukan menurut apa katak orang atau tidak terpengaruh dengan cap jelak yang diberikan oleh orang kepada seseorang. Yesus memandang zakeus demikian juga kita manusia sebagai anak-anakNya yang harus dikasihi dan diselamatkan. Kitapun dapat melakukan hal yang sama, dengan tidak dengan gampang mengangap orang lain jelek tetapi kita berani memandang orang lain sesame kita, anak-anak Allah yang mendambakan kasih dan juga harus diselamatkan. Mungkin kita tidak bisa bersikap seperti Yesus yang menyapa dan berteman dengan zakeus, yakni dengan menyapa dan bergaul dengan orang-orang yang ‘tersingkir’ atau disingkirkan’, tetapi paling tidak kita tidak membencin dan menyingkirkan mereka. Tetapi sebagai pengikut Kristus, kita tentunya ikut ‘mencari, menyapa dan bergaul’ dengan orang-orang yang disingkirkan. Banyak di lingkungan kita yang merasa tersingkir atau disingkirkan, beranikah kita mencari, menyapa dan bergaul dan pada akhirnya membantu mereka untuk kembali ke pangkuan Allah?

REFLEKSI PRIBADI:
1. Adakah kerinduan kita untuk ‘melihat dan bertemua’ dengan Yesus.
2. Apakah ‘pertemuan’ dan iman kita akan Yesus, sudah mengubah hidup kita?
3. Sudah adakah orang yang kita singkirkan dan sudah berapa orang?
4. Mari kita membawa cinta kasih Tuhan, kepada sesame yang ‘disingkirkan dan tersingkir’.

Pendidikan Agama Katolik untuk Siswa di Sekolah Non Katolik.

PENDIDIKAN IMAN KATOLIK SISWA-SISWI
Pendidikan iman Katolik bagi anak-anak yang sekolah Negeri atau swasta bukan katolik, tanggungjawab siapa?


"Seringkali terjadi anak-anak sudah berpisah dari orang tuanya atau keluarganya demi melanjutkan pendidikan. Mereka terpaksa tidak lagi satu rumah dengan orangtua mereka, dan orang tuapun ‘terpaksa’ melepas anak-anak mereka demi sekolah di tempat lain. Hal ini tentu demi pendidikan dan masa depan anak. Hanya seringkali yang memprihatinkan adalah pendidikan iman anak-anak. Pada umumnya di daerah pedesaan, anak-anak tinggal di tempat kost atau kost di rumah orang atau keluarga yang bukan katolik. Tentu hal ini akan berdampak bagi pendidikan dan penghayatan iman katolik anak. Kerap terjadi anak-anak menjadi ‘terikut’ dengan iman tempat mereka kost. Belum lagi pada umumnya anak-anak yang melanjutkan sekolah di sekolah Negeri, seringkali tidak ada pendidikan atau guru agama katolik, sehingga anak-anak Katolik digabung dengan anak-anak dari Gereja lain, dan mereka mengikuti pendidikan agama Protestan. Tetapi anehnya, ketika ujian akhir kepada mereka disuguhi ujian materi agama katolik. Selama pendidikan mereka mendapat pendidikan agama protestan, tetapi ketika ujian mereka diberi materi Katolik, tentu merepotkan mereka, sehingga tentu nilai agama dalam rapot jadi jelek. Pihak sekolah sendiri nampaknya tidak peduli dengan hal ini, dan seakan-akan tidak peduli dengan iman anak-anak katolik. Seringkali alasan yang diberikan adalah karena anak-anak katolik jumlahnya sedikit sehingga ‘rugi’ mencari guru honor untuk pendidikan agama Katolik untuk anak-anak yang katolik. Memang di sisi lain, seringkali kita kesulitan dalam tenaga pendidikan agama katolik untuk sekolah-sekolah di pedesaan. Sekarang ini orang berlomba-lomba mengajar di perkotaan. Saya rasa bukan karena tidak banyak lulusan dari sekolah pendidikan agama katolik, tetapi mungkin mereka hanya mengkhususkan diri mendidik anak-anak perkotaan.
Hal lain yang dapat kita temui adalah bahwa kalaupun di sekolah tertentu ada pendidikan agama Katolik dan ada gurunya, tetapi seringkali pendidikan agama hanya sebagai sampingan, sambilan dibandingkan dengan kurikulum lain. Sering kami temua bahwa pendidikan agama katolik dilakukan pada jam-jam kosong saja, misalnya hari tertentu setelah jam pelajaran selesai. Hal ini tentu kurang mendukung dan kurang baik, Karena anak-anak sudah lapar, lelah dan seharusnya sudah pulang tetapi ‘seakan terpaksa’ mengikuti pelajaran agama Katolik. Ada pula yang terjadi mereka disatukan dalam suatau ruangan ‘aula’ atau sebenarnya bukan local yang layak untuk tempat pembelajaran. Semuanya ini, tanpa sadar menanamkan kepada benak anak, bahwa pendidikan Agama Katolik itu hanya sambilan, hal yang kurang penting, bukan suatu kebutuhan dalam hidup.
Demikian kiranya gambaran singkat dari situasi pendidikan Agama Katolik bagi anak-anak kita yang menjalani pendidikan di sekolah sekolah negeri dan mereka tinggal kost. Apakah orang tua pernah mempertimbangkan dan memikirkan hal ini? Orang tua kerapkali kurang memperhatikan hal ini, mereka hanya taunya anaknya sekolah. Apakah pendidikan agama mereka terjamin atau tidak, mereka kurang perhatian. Anak-anak yang sekolah di sekolah yayasan Katolik, mungkin hal ini kuran menjadi persoalan. Persoalan ini seringkali ada bila anak-anak sekolah di sekolah negeri. Selain kenyataan itu, bisa dikatakan hampir semua anak-anak yang melanjutkan sekolah di sekolah negeri dan tinggal kost, tidak ke Gereja pada hati Minggu. Jadi komplit sudah keprihatinan atas pendidikan iman Katolik anak-anak kita. Ini tanggungjawab siapa? Dari kenyataan ini, kita tidak usah heran bila kita tidak memiliki banyak Generasi Gereja kita yang militant. Kita juga tidak usah heran bila banyak anak-anak katolik yang akhirnya berpaling ke agama atau ke gereja lain. Ini adalah keprihatinan kita bersama.
Atas dasar inilah, makanya di paroki Tigalingga diadakan misa khusus untuk siswa-siswa Katolik yang sekolah di negeri. Kegiatan itu diadakan setiap Sabtu malam pada akhir bulan. Pesertanya adalah anak-anak katolik dari SMP Negeri 1, SMP Swasta Nusantara, SMA negeri 1 dan SMA Swasta Nusantara. Kegiatan ini baru dimulai dan sampai saat ini, banyak anak yang hadir, walaupun belum semuanya. Kegiatan yang diadakan adalah Misa bersama di Gereja dan setelah itu diadakan pembinaan atau menonton bersama di Aula paroki. Anak-anak yang kost, menginap di Aula paroki. Paroki bersama guru agama mereka masih mencoba dan berusaha mencari format yang pas, sehingga anak-anak mempunyai kerinduan untuk berkumpul dan juga pembinaan dan pendidikan Iman Katolik yang tidak mereka dapatkan, mereka peroleh dalam kegiatan tersebut. Kami mencoba dan akan berusaha. Kami yakin pengalaman ini, juga pasti dailami para orang tua dan terjadi di paroki-paroki lain. Sehingga lewat coretan ini, kami hanya mau berbagi dan sekaligus mengajak kita bermenung bersama sehubungan dengan pendidikan agama katolik bagi generasi Gereja kita. Sekian, semoga Tuhan memberkati kita semua.

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)