Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

Antonius juga lecehkan agama Katolik

Antonius juga lecehkan agama Katolik

Tradisi kerukunan beragama yang selama ini diwariskan turun temurun akhirnya terkoyak juga dengan kerusuhan siang tadi (8/2) yang menyebabkan tiga gereja dirusak massa.

Massa yang kecewa dengan keputusan pengadilan yang memvonis Antonius Richmond Bawean, seorang Kristen Protestan, dengan hukuman 5 tahun penjara, merusak pengadilan serta tiga gereja Katolik dan Protestan, termasuk termasuk Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus di Temenggung.

Menurut Romo Aloysius Budi Purnomo, Ketua Komisi Hubungan Antar Agama Gereja Katolik di Keuskupan Agung Semarang, tindakan anarkis ini akibat tuntutan lima tahun terhadap Antonius tidak bisa memuaskan kemarahan warga.

Kasus penistaan agama yang dilakukan Antonius berawal ketika Antonius, yang memegang KTP Kebon Jeruk, Jakarta, datang ke Temanggung untuk mengunjungi rumah sanak saudaranya tahun 2010 lalu.

Di Temanggung, ia malah menyebarkan pamflet-pamflet dan buku yang isinya memprovokasi sekaligus melecehkan agama Katolik maupun Islam.
”Salah satu isinya, dia menyebarkan pamflet anti Bunda Maria. Itu kan pengingkaran iman Katolik seutuhnya. Nah, dalam rangka itu, dia juga mengutip Alquran,” kata Romo Budi seperti dilansir Vivanews.

Meskipun sudah dilecehkan oleh Antonius, Gereja Katolik setempat tidak ikut mengadukan Antonius ke pihak berwajib.

“Provokasi yang dilakukan Antonius itu sangat merugikan iman Katolik dan juga iman saudara kami yang Muslim,” kata Romo Budi.

Baca selengkapnya: Di Temanggung, Antonius Juga Lecehkan Katolik

Sumber :Vivanews

Di Temanggung, Antonius Juga Lecehkan Katolik

Di Temanggung, Antonius Juga Lecehkan Katolik
Romo Budi: “Provokasi itu merugikan iman Katolik dan juga saudara kami yang Muslim."
Selasa, 8 Februari 2011, 15:27 WIB
Siswanto

VIVAnews –
Temanggung, Jawa Tengah, selama ini dikenal sebagai kota yang sejuk dan tenang. Kesejukan itu juga terlihat dalam kehidupan sosial. Kerukunan dan keharmonisan sesama umat beragama sangat terjaga.

Hari ini, Selasa 8 Februari 2011, kesejukan kota itu robek oleh kerusuhan. Tiga gereja dirusak massa lantaran mereka dihalangi polisi menghadiri sidang yang mengadili Antonius Richmond Bawengan, seorang Kristen Protestan yang didakwa melakukan penodaan agama. Polisi cemas massa akan melakukan tindakan anarkis di ruang sidang.

Perusakan tempat ibadah ini, menurut Romo Aloysius Budi Purnomo, Ketua Komisi Hubungan Antar Agama Gereja Katolik yang bertugas di Semarang, merupakan pelampiasan ketidakpuasan massa terhadap tuntutan jaksa lima tahun penjara kepada Antonius.

Tradisi kerukunan di Temanggung, kata Romo Budi, sebetulnya sudah berlangsung turun-temurun dan selama ini tidak pernah terganggu aksi rusuh semacam itu. Romo Budi tidak mau berprasangka buruk ada dalang di balik aksi ini. Dia percaya pihak yang berwajib akan dapat segera mengungkapnya.

Kasus yang menjerat Antonius ini, kata Romo Budi, bermula sekitar setahun lalu, yaitu di tahun 2010. Saat itu, Antonius yang memegang KTP Jakarta, datang ke Temanggung untuk mengunjungi rumah sanak saudaranya. Di Temanggung, dia malah terjerat hukum karena menyebarkan pamflet-pamflet dan buku yang isinya memprovokasi sekaligus melecehkan agama Katolik maupun Islam.

“Salah satu isinya, dia menyebarkan pamflet anti Bunda Maria. Itu kan pengingkaran iman Katolik seutuhnya. Nah, dalam rangka itu, dia juga mengutip Alquran,” kata Romo Budi.
Bunda Maria sangat dimuliakan dalam Gereja Katolik.

Setelah selesai disidik, Selasa ini, 8 Februari 2011, sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa dilangsungkan di PN Temanggung. Mendengar jaksa menuntut Antonius lima tahun penjara, massa yang menghadiri persidangan marah.

Dengan beringas, mereka lalu merusak gedung pengadilan, termasuk membakar dan merusak tiga gereja Katolik dan Kristen Protestan.

Romo Budi heran kenapa massa merusak gereja, dan juga merusak Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus. Padahal, kata Romo Budi, Katolik sendiri sebenarnya ikut dinodai oleh tindakan ngawur Antonius.

Dalam perkara ini, Gereja Katolik setempat tidak ikut mengadukan Antonius ke pihak berwajib. “Provokasi yang dilakukan Antonius itu sangat merugikan iman Katolik dan juga iman saudara kami yang Muslim," kata Romo Budi. (kd)

Sumber : VIVAnews
http://nasional.vivanews.com/news/read/203558-antonius-dan-perusakan-gereja-di-temanggung

KWI Minta Perusak Gereja Temanggung Ditangkap

KWI Minta Perusak Gereja Temanggung Ditangkap
Romo Benny: "Kalau pemerintah tidak bertindak tegas maka pelaku bisa merasa kebal hukum."
Selasa, 8 Februari 2011, 13:51 WIB

VIVAnews -
Sekretaris Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) Romo Benny Susetyo menyesalkan terjadinya perusakan tiga gereja di Temanggung, Jawa Tengah, Selasa, 8 Februari 2011.

“Mengapa peristiwa seperti ini masih terjadi lagi?” kata Romo Benny kepada VIVAnews.com. Dia meminta pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi masalah ini secara tegas karena sudah berulang kali terjadi. Dia juga meminta polisi segera menangkap dan menghukum para pelaku.

“Kalau pemerintah tidak bergerak maka pelaku bisa merasa kebal hukum. Itu artinya hancur sudah peradaban hukum Indonesia,” katanya.

Sikap tegas pemerintah terhadap semua pelaku perusakan tempat ibadah, Romo Benny melanjutkan, sekaligus untuk membuktikan bahwa pemerintah memang tidak melakukan kebohongan publik sebagaimana ramai dibicarakan selama ini.

“Bila pemerintah tak mau dianggap melakukan kebohongan publik, lakukan tindakan tegas, jangan hanya berwacana saja. Jangan lagi ada alasan tidak siap atau tidak bisa mengatasi,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga gereja, yakni Gereja Bethel Indonesia, Gereja Pantekosta, dan Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus dibakar dan dirusak massa. Selain merusak tempat ibadah, mereka juga menghancurkan kendaraan yang berada di sekitar Gereja Pantekosta.

Menurut keterangan Romo Budi di Jawa Tengah, amuk massa ini merupakan buntut dari kerusuhan yang terjadi usai persidangan kasus penistaan agama dengan terdakwa Antonius Richmond Bawengan di Pengadilan Negeri Temanggung, di Jalan Sudirman. Massa tidak puas dengan majelis hakim yang memvonis Antonius dengan hukuman lima tahun penjara. (kd)

Sumber : VIVAnews

http://nasional.vivanews.com/news/read/203535-kwi-minta-perusak-gereja-temanggung-ditangkap

Gereja Katolik Santo Petrus Paulus, Temanggung diamuk massa

Gereja Katolik Santo Petrus Paulus, Temanggung
diamuk massa

Selasa, 8 Februari 2011, pagi ini jam 11.10 saya mendapat berita dari Rama Sadhana, MSF, pastor pembantu Paroki Temanggung, bahwa Gereja Katolik Santo Petrus dan Paulus, Temanggung diamuk massa. Berita selengkapnya menyusul. Mohon supaya berita disampaikan kepada pihak-pihak yang bertanggungjawab untuk mengatasi masalah tersebut.

Mengetahui terjadinya peristiwa itu Rm. F.X. Krisno Handoyo, Vikep Kedu, segera meluncur menuju tempat kejadian peristiwa. Dari Rama Krisno Handoyo, yang saya kontak melalui telpon jam 15.25 saya terima kabar bahwa Rm. Sadhana, dalam keadaan takut diamankan di kantor Koramil setempat. Digambarkannya keadaan di dalam gereja yang diamuk massa. Kursi-kursi diobrak-abrik. Kaca-kaca pecah. Altar, tabernakel, patung-patung porak poranda karena ulah massa yang tak terkendali. Upaya untuk membakar gereja Katolik Temanggung dapat digagalkan.

Peristiwa amuk massa terhadap tempat ibadat terjadi lagi, hari ini terjadi di Temanggung. Ada tiga Gereja yang diserang oleh massa yakni Gereja Bethel Indonesia Jl Soepeno, Gereja Kristen Protestan, dan Gereja Katolik Temanggung. Dari keterangan DetikNews diberitakan bahwa, “Kerusuhan ini dipicu oleh ketidakpuasan massa atas tuntutan 5 tahun penjara kepada terdakwa penistaan agama Antonius Richmond Bawengan. Massa yang terdiri dari beberapa ormas ini tidak terima dan marah. Tuntutan itu dinilai sangat ringan dari perbuataan terdakwa yang menyebarkan selebaran menjelek-jelekkan agama Islam.”Silakan click:amuk massa di Temanggung: Massa-diduga-dari-luar-Temanggung-perbatasan-dan-gereja-dijaga-aparat.

Dari peristiwa itu kita dapat belajar bahwa tindak kekerasan dengan merusak milik orang lain bukan solusi yang cerdas untuk menyelesaikan masalah. Semoga akal budi yang sehat, hati nurani yang jernih tetap dapat menjadi pemandu diri kita dalam hidup bersama yang berakhlak mulia. Saya meminta semua pihak untuk menahan diri agar tidak membalas kekerasan dengan kekerasan.

Saya meminta agar berita-berita yang dipublikasi mengenai peristiwa amuk massa di Temanggung tersebut dirumuskan secara memadai, sesuai dengan keadaannya. Berita yang tidak memadai dapat secara salah membentuk opini publik yang salah pula.

Sementara berita ini ditulis, Rama P. Riana Prapdi, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Semarang sedang meluncur menuju Temanggung. Marilah kita berdoa kepada Allah, yang bersama kita sembah dan muliakan, agar kita tetap mengutamakan kehendak-Nya membangun hidup bermasyarakat yang bermartabat dan beradab.

Salam, doa ‘n Berkah Dalem,
Semarang, 8 Februari 2011


+ Johannes Pujasumarta
Uskup Keuskupan Agung Semarang

Sumber : http://pujasumarta.multiply.com/

RENUNGAN HARIAN : Selasa 8 Februari 2011

RENUNGAN HARIAN : Selasa 8 Februari 2011
Kej 1:20-2:4a, Mzm 8:4-5,6-7,8-9, Mrk 7:1-13
(Hieronimus Emilianus, Yosefina Bakhita)


Hidup yang benar, baik, dan kebenaran iman, tidak dinyatakan dalam kekerasan tetapi dalam perbuatan cinta kasih dan pengampunan kepada sesama.

BACAAN INJIL:
Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus. Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh. Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka; dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga. Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: "Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?" Jawab-Nya kepada mereka: "Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia. Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia." Yesus berkata pula kepada mereka: "Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri. Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati.Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban?yaitu persembahan kepada Allah?,maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatupun untuk bapanya atau ibunya. Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan."
Demikianlah Injil Tuhan bagi kita hari ini.

RENUNGAN:

Kekerasan yang terjadi selama ini terhadap kelompok Islam Ahmadiyah sungguh memprihatinkan. Kekerasan dari pihak tertentu terhadap kelompok lain juga sudah sering terjadi di Negara kita ini. Seringkali yang menjadi pemicu adalah karena kelompok tertentu merasa dirinya atau kelompoknyalah yang benar, merasa mereka hidup taat dan sesuai dengan aturan sedangkan kelompok lain dianggap tidak benar, menyimpang dari ajaran mereka atau iman mereka, menyimpang dari peraturan yang ada dalam kelompok mereka. Dari beberapa kejadian kita melihat bahwa prinsip kelompok yang merasa diri benar itu, menganggap orang atau kelompok lain yang tidak sealiran dengan mereka harus dihentikan, ‘dimusnahkan’ dan seakan sah-sah saja mereka membunuh orang yang tidak se-aliran dengan mereka. Hal ini yang dapat kita lihat dalam video kekerasan terhadap Ahmadiyah di Cikeusik, pandeglang, banten 06-02-2011. (Video kekerasan ini dapat dilihat di sini

Ketaatan pada ajaran agama atau aturan kelompok mereka seakan menghalalkan melenyapkan nyawa orang lain. Apakah Tuhan yang mereka sembah dalam agama mereka memang menginjinkan pembunuhan terhadap orang lain yang tidak se-aliran dengan mereka? Tentu Tuhan itu mahabaik, Dia mengasihi semua manusia dan Dia tentu tidak pernah mengijinkan pembunuhan terhadap sesama bahkan melarang umat-Nya berbuat jahat kepada sesama manusia.

Namun kenyataan yang terjadi adalah kelompok yang satu melenyapkan kelompok yang lain dan bahkan membunuh orang lain. Menanggapi kejadian yang sadis ini, pemerintah maupun para penegak umum dengan gaya bicara yang diatur dengan mimik wajah yang pura-pura sedih mengatakan bahwa kejadian itu sangat memprihatinkan dan bertentangan dengan HAM, bertentangan dengan peraturan yang berlaku dan merusak kerukunan beragama. Namun selama ini mereka tetap tidak berani mengambil tindakan tegas, ada ketakutan dan seakan pembiaran kekerasan dalam hidup ini.

Orang Farisi dan beberapa ahli Taurat merasa diri mereka benar, merasa diri orang yang taat pada aturan warisan nenek moyang dan juga pada aturan agama. Oleh karena itu mereka langsung menegur Yesus karena mereka melihat beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh. Menanggapi kritikan mereka itu, Yesus justru balik menyerang mereka sebagai orang munafik. Dalam hal ini bukan karena Yesus membela orang yang melanggar peraturan, bukan tidak taat pada aturan, tetapi Yesus menggunakan kesempatan itu untuk menehur orang-orang Farisi dan ahli-ahli taurat yang hidupnya munafik. Mereka itu seringkali hanya taat menjalankan peraturan, hanya untuk dipuji orang lain, tetapi malah tidak menjalankan cinta kasih, bahkan mereka justru banyak menindas orang-orang kecil. Yesus berani mengkritik, menegur dengan tegas orang yang merasa dirinya baik, benar, orang-orang yang munafik. Tentu karena Yesus adalah Tuhan, Dia itulah kebenaran dan hidup dalam kebenaran. Sedangkan pemerintah dan penguasa tidak berani bertindak keras terhadap pelaku kejahatan yang merasa dirinya benar dan menindas orang lain. Mengapa? Mungkin karena hidup mereka juga tidak benar.

Yesus tidak menyukai orang yang bersikap munafik, yang merasa hidupnya baik dan benar. Yesus juga mengharapkan agar orang tidak hanya taat pada aturan saja dan melupakan perbuatan cinta kasih kepada sesama. Bagi Yesus, cinta kasih kepada sesama, itulah puncak dari iman, cinta kasih juga harus menjadi dasar hidup kita dan juga mendasari adanya peraturan. Namun kenyataannya, orang hanya taat pada peraturan, melupakan cinta kasih, orang juga membuat peraturan bukan untuk kesejahteraan banyak orang tetapi untuk kepentingan pribadi/ kelompok dan bahkan untuk menindas orang lain. Bibir seringkali memuliakan Tuhan, meneriakkan nama Tuhan, tetapi hidup jauh dari Tuhan dan sabda-Nya. Apa yang kita katakan, kita imani hendaknya terungkap dalam perbuatan terutama perbuatan baik kepada sesama.

Apakah kita termasuk orang-orang yang munafik?

Sekarang ini banyak orang yang hidup dalam kepuraan-puraan, orang berpenampilan terhormat tetapi perilakunya tidak terhormat. Banyak orang yang bibirnya berkata manis, tetapi perilakunya banyak membuat orang menderita. Semoga kita terhindar dari sikap hidup munafik. Untuk itu mari kita berusaha agar hidup sesuai dengan iman kita, sesuai dengan apa yang kita katakan. Kita hendaknya tidak hidup hanya sekedar menjalankan peraturan, tetapi hidup mengutamakan cinta kasih kepada sesama manusia yang kita nyatakan dalam perbuatan nyata. Janganlah kiranya hanya dalam perkataan saja, tetapi perbuatan jauh dari apa yang kita katakan. Untuk itu kita harus senantiasa tinggal dalam Allah dan Allah tinggal dalam hati kita.

Yesus adalah Tuhan, Dia adalah kebenaran dan hidup dalam kebenaran. Namun keilahian-Nya tidak menghakimi bahkan membunuh manusia yang hidup dalam ketidakbenaran. Malah Yesus menjadi korban dari orang-orang yang munafik. Yesus menyatakan keilahian dan kekudusan-Nya bukan dengan kekerasan tetapi dengan perbuatan cinta kasih. Kematian di salib merupakan puncak perlakuan orang-orang munafik terhadap Yesus. Namun walaupun demikian, Yesus tidak mengutuk orang-orang yang membunuh-Nya tetapi memohonkan ampun kepada mereka. Yesus memberi teladan kepada kita bahwa hidup yang benar dan baik, tidak dinyatakan dalam kekerasan tetapi dalam perbuatan cinta kasih dan pengampunan kepada sesama. Semoga kita berani berusaha untuk senantiasa hidup dalam Allah dan Allah dalam kita. Amin.

Ironi di Tengah Kerukunan Beragama

Ironi di Tengah Kerukunan Beragama

Editor: Jodhi Yudono
Selasa, 8 Februari 2011 | 01:08 WIB

Ilustrasi Penyer
angan Ahmadiyah
Oleh Hanni Sofia

Istora Senayan, Jakarta, Minggu (6/2), gegap gempita. Ratusan orang dari berbagai agama tumpah ruah di gedung olahraga bersejarah itu.
Di antara mereka ada tokoh agama dan tokoh nasional, bahkan utusan PBB pun hadir untuk menghembuskan nafas kerukunan antarumat beragama. Tidak tanggung-tanggung, seluruh dunia.

"The World Interfaith Harmony Week 2011" adalah pesta umat yang disebut Ketua Presidiumnya Din Syamsuddin sebagai Pekan Kerukunan Antarumat Beragama Dunia.
"Semoga acara ini bisa memberikan pesan kepada seluruh umat di Indonesia. Sebagai bangsa yang majemuk, kita tetap menjalin persatuan dan kesatuan sebagai bangsa yang besar," kata Din.

Maksud kegiatan itu, demikian Din, adalah mengakhiri perjalanan panjang pertikaian antaragama dan kekerasan sehingga umat beragama hidup layak dan damai tanpa perang maupun kekerasan.

Namun, kontras dengan seruan mulia itu, muncul ironi dari Pandeglang, Banten yang pada waktu bersamaan malah menodai acara agung tersebut.

Siapapun tidak menginginkan kerukunan beragama ternodai oleh bentrok mengatasnamakan agama, apalagi itu terjadi tepat di tengah perayaan kerukunan umat sedunia.

Seribuan warga Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten, menyerang jamaah Ahmadiyah di Desa Umbulan di kecamatan itu, Minggu, atau hari di mana perhelatan mulia di Gelora Senayan diadakan.

Sekitar pukul 10.30 WIB atau hampir bersamaan dengan acara yang mengagungkan kerukunan dibuka atau saat barongsai perlambang penghormatan terhadap masyarakat Tionghoa digelarkan untuk membuka acara itu, bentrok berdarah pecah di Cikeusik.
Kepala Polres Pandeglang AKBP Alex Fauzy Rasyad menyatakan, serangan terhadap jamaah Ahmadiyah dipicu oleh pernyataan bernada menantang dari anggota jamaah Ahmadiyah kepada warga setempat.

Pada peristiwa itu, sejumlah orang dikabarkan tewas, meski jumlahnya masih belum dipastikan karena polisi belum bersedia mengumumkannya.

Namun Sekretaris Kecamatan Cikeusik, Najmudin, menyebut tiga anggota jamaah Ahmadiyah meninggal dunia dalam bentrokan itu. Sedangkan tokoh masyarakat di sekitar situ, Lukman, menyebut enam orang anggota jamaah Ahmadiyah meninggal akibat bentrokan.

Ketua Presidium Inter-Religious Council Indonesia, Din Syamsiddin, sebagai penyelenggara acara di Istora Senayan, menolak mengomentari bentrok berdarah itu.
"Saya belum mendapatkan informasi yang jelas mengenai hal itu. Hal itu juga lebih merupakan wilayah MUI (Majelis Ulama Indonesia)," kata Din yang juga Wakil Ketua Umum MUI Pusat itu.
Bentrok di Cikeusik itu bukan yang pertama kalinya. Sebaliknya, rentetan peristiwa serupa terekam baik dalam sejarah kerukunan umat beragama di Indonesia.

Terus terulang

Rekam jejak ribut pengikut Ahmadiyah dengan masyarakat yang berujung bentrok berdarah hampir terjadi setiap tahun. Setengah tahun lalu, keributan serupa terjadi Desa Manislor, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Aang Suganda, Bupati Kuningan waktu itu mengatakan, keributan serupa itu kerap terjadi di wilayahnya.
"Apalagi menghadapi bulan Ramadan. Biasanya ini sering terulang," katanya.
Menurut Aang, pemerintah kabupatennya sudah menempuh berbagai upaya untuk meredam bentrokan, bahkan pada 2004 sudah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) dengan beberapa instansi lain. SKB itu sampai ditandatangani juga oleh Kepala Kejaksaan Negeri dan Kantor Kementerian Agama. Setelah SKB dikeluarkan pada 2004, hasil akhirnya bisa dituai. Keributan bisa diredam, sampai akhirnya muncul aksi penyegelan masjid jamaah Ahmadiyah pertengahan 2010 yang menyulut bentrok massa.

Waktu itu, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto bahkan menginstruksikan langsung aparat keamanan untuk mengambil langkah pencegahan sebelum entrok serupa di kemudian hari.

Dalam monolognya pada Pekan Kerukunan Antarumat Beragama Sedunia, seniman Butet Kartaraharja menilai bentrok di Banten itu ancaman terhadap kerukunan beragama di Indonesia. Yang sangat memukul Butet itu adalah peristiwa terjadi justru ketika semua umat menggelar Pekan Kerukunan Antarumat Beragama Sedunia. Butet mempertanyakan polisi yang disebutnya membiarkan umat beragama di Indonesia tidak teguh menjalankan ibadahnya. Butet juga mengingatkan pemerintah. "Dengan semangat kerukunan beragama, saya ingatkan kepada pemerintah agar jangan bohong bahwa kerukunan kita dalam ancaman bahaya," katanya. Dalam situasi seperti itu, demikian Butet, ada dua hal cukup penting yang perlu ditegaskan bangsa ini, yakni kehidupan berbangsa dan beragama. Dan ia menawarkan persoalan itu diselesaikan atas dasar toleransi beragama, bukan toleransi politik atau lainnya. "Toleransi beragama adalah toleransi yang bertujuan untuk membangun kemaslahatan semua umat beragama supaya tercipta kerukunan," katanya.

Dalam kerangka ini, ketokohan agamawan, sebut Butet, menjadi inspirasi untuk menyelesaikan masalah itu. (*)

Sumber : Compas Com

Video kekerasan terhadap Ahmadiyah di Cikeusik, pandeglang, banten 06-02-2011

Video kekerasan terhadap Ahmadiyah di Cikeusik, pandeglang, banten 06-02-2011
Perhatian: 18+ berisi adegan sadis dan kekejaman!!!



Penyerangan Ahmadiyah, Presiden: Investigasi Insiden Cikeusik!

Penyerangan Ahmadiyah
Presiden: Investigasi Insiden Cikeusik!

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta jajaran pemerintah daerah dan kepolisian melakukan investigasi menyeluruh terhadap kasus benturan fisik antara massa dan pengikut aliran Ahmadiyah di Cikeusik, Banten. Hal itu disampaikan Presiden dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (7/2/2011).

"Saya instruksikan dilakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui sebab akibat dan kejadian yang sebenarnya, dengan tujuan, siapa yang lalai, siapa yang bersalah, melanggar hukum, harus diberikan sanksi. Hal ini termasuk manakala sesungguhnya benturan ini bisa dicegah, tetapi pencegahan tidak cukup efektif dilakukan, baik oleh aparat keamanan maupun pemda," kata Presiden.

Dikatakan Presiden, dirinya tak dapat menoleransi aksi kekerasan yang dilakukan atas nama agama tertentu. "Saya ingin kesepakatan yang dicapai pada 2008 sebagai opsi terbaik untuk menyelesaikan masalah ini dijalankan. Kesepakatan itu dapat mencegah bentrokan horizontal jika ditepati, dipatuhi, dan dijalankan," kata Presiden.

Pada kesempatan tersebut, Presiden kembali menyesalkan insiden kekerasan tersebut. Presiden juga mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban yang tewas akibat bentrokan fisik.

Seperti diberitakan, sekitar 1.000 warga Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, menyerang jemaah Ahmadiyah di Desa Umbulan, Minggu (6/2/2011) sekitar pukul 10.30. Bentrokan dipicu kedatangan sejumlah anggota jemaah Ahmadiyah dari luar daerah. Akibat peristiwa itu, tiga anggota jemaah Ahmadiyah tewas.

Penulis: Hindra Liu | Editor: Inggried
Sumber :http://oase.kompas.com/

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)