Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

Pelukan kasih Paus Fransiskus kepada seorang penderita penyakit langka

Pelukan kasih Paus Fransiskus kepada seorang penderita penyakit langka 

Di akhir audiensi umum pada 6 November di Lapangan Santo Petrus, Vatikan Paus Fransiskus menarik perhatian para hadirin dengan hangat ia memeluk seorang pria yang menderita penyakit langka yang menyebabkan benjolan di seluruh tubuh seperti daging yang lembut, yang berasal dari jaringan saraf. 

Pria itu diidentifikasi sebagai seorang penderita neurofibromatosis, yang menyebabkan rasa sakit yang hebat dan dapat menyebabkan gangguan penglihatan, dan bahkan kanker, demikian ungkap kelompok riset non profit Mayo Clinic.

Pengobatan penyakit ini sangat rumit. Neurofibromatosis adalah penyakit keturunan dan tidak menular. Para penderita penyakit ini sering mengalami diskriminasi dalam masyarakat. 

 POPE FRANCIS' GENERAL AUDIENCE 

 Ketika ia memberikan salam seperti biasa yang ia lakukan kepada para peziarah pada akhir audiensi umum, Paus Fransiskus berhenti selama beberapa menit untuk menerima orang sakit tersebut. Ia memeluk wajah pria itu, mencium, dan memberkati dia. 

 Cara tersebut adalah yang terakhir dalam serangkaian aksi solidaritas dan sentuhan kasih Bapa Suci yang telah menarik perhatian karena kehangatan dan kasih sayangnya terhadap mereka yang terpinggirkan dalam masyarakat. Sebelumnya, Bapa Suci menjadi berita utama dengan mengunjungi orang muda di penjara, menanggapi surat dengan menelepon secara pribadi, dan mengundang para tunawisma lokal untuk makan malam di Lapangan Santo Petrus.



Sumber: Pope’s compassionate embrace for severely disfigured man
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

RENUNGAN HARI BIASA: KAMIS 7 NOVEMBER 2013

RENUNGAN HARI BIASA: KAMIS 7 NOVEMBER 2013 
(Gratia dr Kotar, Assunta Pallota ) 
Rom 14: 7-12 + Mzm 27 + Luk 15: 1-10 

BACAAN INJIL: 
Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: "Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka." Lalu Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: "Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di sorga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan. Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Dan kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dirhamku yang hilang itu telah kutemukan. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat." 

RENUNGAN : 
Para saudara. Bila seseorang sudah dicap seorang pendosa, maka selamanya orang itu akan dicap sebagai seorang pendosa. Seorang dianggap pendosa pasti tidak disukai oleh banyak orang, orang akan menghindar dan tidak mau bergaul dengan seorang yang dianggap pendosa. Demikian juga halnya, orang selalu diajarkan agar tidak bergaul dengan seorang pendosa, supaya tidak terpengaruh menjadi jahat. Oleh sebab itu, kalaupun ada seorang pendosa yang sudah bertobat, orang masih merasa tidak yakin, akan selalu dicurigai. 

Oleh sebab itulah orang Farisi bersungut-sungut ketika melihat Yesus yang adalah guru melanggar kebiasaan dan ajaran yang berlaku saat itu, Yesus bukan hanya bergaul dengan orang Farisi, malahan makan bersama dengan mereka. Para pemungut cukai itu datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Yesus tidak menolak mereka, bahkan makan bersama mereka. Tindakan inilah yang membuat orang-orang Farisi bersungut-sungut. 

Menanggapi sungut-sungut orang Farisi itu, Yesus menyampaikan perumpamaan tentan seorang gembala yang kehilangan satu ekor dombanya. Dia mencari domba itu sampai ketemu dan setelah ketemu, gembala itu begitu bergembira. Mungkin logika kita, gembala itu kehilangan satu ekor tidak perlu harus mencarinya sampai ketemu, karena toh masih punya banyak domba. 

Demikian juga seorang wanita yang mempunyai sepuluh dirham dan dia kehilangan satu dirham. Wanita itu mencari sampai ketemu. Setelah menemukan dirham yang hilang itu, perempuan itu begitu bersukacita. Baik gemala dan wanita itu, bagi mereka doma dan dirham itu sangat berharga sehingga mereka tidak mau kehilangan satupun dari apa yang mereka miliki itu. Tidak ada orang yang menghendaki seuatu yang sangat berharga baginya hilang. 

Orang itu akan mencari sampai ketemu dan setelah ketemu, dia akan bersukacita. Perumpamaan ini jelas menandakan bagaimana cinta Tuhan kepada kita. Kita sangat berharga bagi Yesus, sehingga Yesus tidak akan pernah membiarkan kita hilang dan tidak beoleh keselamatan kekal. Yesus akan senantiasa mencari kita, mengajak kita kembali kepada-Nya. Yesus Tuhan sungguh bersukacita kalau kita kembali kepada-Nya karena kita akan beroleh keselamatan kekal. Semoga ktia menyadari bahwa Yesus selalu mencari dan mengajak kita untuk kembali kepada Dia. 

Semoga kita juga mau diajak dan kembali kepada Dia lewat pertobatan hidup kita. Selain itu, hendaknya kita seperti Yesus menganggap saudara kita itu sangat berharga sehingga tidak adapun diantara kita yang bersukacita bila ada saudara kita yang hilang karena perbautan dosa mereka. Namun hendaknya kita berusaha mencari dan mengajak saudara kita yang hilang, untuk kembali kepada Tuhan, untuk bertobat. Maka bila ada saudara yang bertobat, kita harus menyambutnya dengan penuh sukcacita. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: RABU 6 NOVEMBER 2013

RENUNGAN HARI BIASA: RABU 6 NOVEMBER 2013
 (Angel Maria Prat Hostench )
 Rm. 13:8-10; Mzm. 112:1-2,4-5,9; Luk. 14:25-33 

BACAAN INJIL: 
Suatu hari banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka: 'jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku'. 

RENUNGAN : 
Para saudara. Jangan kaget bila menjadi murid Yesus memang tidak gampang, menjadi murid bukan menjadi gampangan. Yesus sendiri sudah sejak awal mengatakan bahwa untuk menjadi murid-Nya bukan gampang, Dia memaparkan syarat yang harus dipenuhi seorang murid. Yesus memberi syarat bahwa menjadi murid-Nya harus membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri. 

Lebih lanjut Yesus mengatakan bahwa seorang murid harus siap memikul salib kehidupan karena iman. Yesus mengatakan demikian, bukan untuk menakut-nakuti kita, dan bukan pula untuk menghalangi semua orang menjadi murid-Nya. Yesus mendambakan semua orang menjadi murid-Nya agar semua orang diselamatkan. Namun kitanya menjadi pengikut Yesus bukan gampangan, tetap harus memenuhi syarat yang diberikan-Nya. Syarat itu dibuat bukan untuk menghalangi atau menggagalkan kita, tetapi supaya kita bersungguh-sungguh menjadi murid-Nya. 

Dengan syarat membenci sebagaimana diajarkan oleh Yesus, bukan berarti Yesus merasuki kita dengan kebencian. Namun yang mau dimaksudkan adalah, agar kita sadar bahwa cinta kepada Dia, harus lebih utama daripada cinta kepada manusia. Yesus menuntut cinta yang total keapda Dia. Cinta yang dituntut Yesus seakan Yesus egois. Memang Yesus egois, tetapi itu bukan untuk diri-Nya, itu semua untuk kita sendiri, demi keselamtan kita. Sebab bisa jadi dan sering terjadi, cinta kita kepada orang lain dan kepada harta dunia malah menghambat cinta kita kepada Yesus. 

Bahkan seringkali cinta kita kepada selain Yesus, justru membuat kita meninggalkan Yesus yang akhirnya kita tidak dapat beroleh keselamatan. Cinta yang total kepada Yesus memang menuntut pengorbanan dari kita. Cinta yang total kepada Yesus pasti akan membuat kita menderita karena kita menyangkal keinginan manusiawi kita, belum lagi akan mengalami penolakan dari orang-orang yang tidak percaya kepada Dia. Pengorbanan dan penderitaan demikianlah yang dinamakan salib kehidupan. Sehingga menjadi murid Yesus, juga harus siap memikul salib. Yesus tahu dan mengingatkan kita bahwa menjadi murid-Nya itu sulit dan berat. Kitapun mungkin sudah tahu akan hal itu. 

Namun beratnya menjadi murid Yesus, bukan menjadi alasan bagi kita untuk mengikuti Dia dan tidak menghayati iman kita. Bila hal itu kita lakukan, kita sendiri yang akan rugi, kita tidak akan hidup bahagia dan tidak akan beroleh hidup kekal. Kita sudah tahu dan Yesus sudah memberitahukan kepada kita akan hal itu, maka hendaknya kita semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, mohon kekuatan dan pertolongan-Nya agar kita kuat memikul salib dalam mengikuti Dia. 

Hanya sayang, justru yang sering terjadi, kita malah menjauhkan diri dari Dia. Maka para saudara, agar dalam menjadi murid Yesus dan siap memikul salib karena iman kepada-Nya, kita hendaknya senantiasa mendekatkan diri kepada Dia. Dengan menyadaria diri bahwa kita manusia lemah, maka kitapun semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, Dia sendiri akan memberi kekuatan dan bahkan ikut memikul salib kehidupan kita. Orang yang merasa dirinya kuat dan sanggup menjadi murid, tidak akan pernah menjadi murid Yesus. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: SELASA 5 NOVEMBER 2013

RENUNGAN HARI BIASA: SELASA 5 NOVEMBER 2013 
(Guido M. Conforti, Fransiskus de Campillas, Fransiska Ambosia) 
Rm. 12:5-16a; Mzm. 131:1,2,3; Luk. 14:15-24 

BACAAN INJIL: 
Suatu hari berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah." Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang. Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan. Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. 

Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh. Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorang pun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku." 

RENUNGAN : 
Menghadiri undangan perjamuan yang diadakan orang-orang kaya atau orang terpandang, tentulah sangat menyenangkan. Sebab dalam perjamuan yang demikian, kita selain akan menikmati jamuan makan yang enak, juga pasti akan merasa terhormat. Memang pada umunya menghadiri pesta , itu sangat menyenangkan. Di dalam pesta itu akan ada sukacita, bertemu dengan banyak orang dan akan menikamti perjamuan yang enak. Orang Farisi dalam injil hari ini sepertinya merasakan sukacita ketika menghadiri pesta perjamuan yang diadakan seseoarang. 

Dia sepertinya membandingkan pesta perjamuan itu dengan perjamuan surgawi. Dia merasa pesta perjamuan di dunia ini sudah sungguh menggembirakan apalagi pesta perjamuan surgawi. Sebagaimana dalam perjamuan besar, orang pasti berbahagia bila diundang ke perjamuan itu. Oleh sebab itu, orang Farisi itu berkata bahwa betapa bahagianya juga orang yang diundang pada perjamuan surgawi. Dari pernyataan orang Farisi itu, ada pemikiran bahwa yang diundang ke perjamuan surgawi adalah orang-orang tertentu. 

Menanggapi pernyataan itu Yesus dengan satu perumpamaan seorang tuan yang mengadakan pesta perjamuan. Tuan pesta itu sudah mempersiapkan segala sesuatu yang membuat pesta itu penuh sukacita. Tuan pesta itu sudah menyebarkan undangan kepada para undangan, tetapi para undangan yang ditentukan itu tidak menanggapi undangan itu dengan berbagai alasan. Tuan pemilik pesta itu tentu sangat kecewa, dia sudah menyiapkan pesta tetapi undangan tidak menanggapi undangannya. 

Pesta yang sudah dipersiapkan tentu tidak mungkin dibubarkan, oleh sebab itu, dia menyuruh hamba-hambanya untuk mengundang siapa saja yang mereka temui di jalan-jalan dan bahkan memaksa orang untuk menghadiri pesta itu. Perumpamaan ini menggambarkan bahwa perjamuan surgawi pertama-tama diperuntukkan bagi bangsa terpilih. Peruntukan untuk bangsa terpilih ini bukan berarti bahwa hanya mereka yang diundang masuk dalam kerajaan sorga. Sehingga maksudnya adalah bahwa bangsa terpilih itu menjadi contoh dan pada akhirnya mereka diminta untuk mewartakannya kepada bangsa lain. Bangsa terpilih itulah undangan yang telah ditentukan sebagaimana kita dengarkan dalam injil hari ini. Namun mereka menolak undangan itu dengan berbagai alasan. 

Dari sejak itulah, Kerajaan Allah diperuntukkan bagi semua orang, tidak lagi lewat bangsa terpilih. Perjamuan surga adalah perjamuan yang penuh sukacita, karena Tuhan Allah yang menjadi tuan pesta dan Dia sudah menyediakan jamuan yang memberi hidup kekal. Semua orang diundang untuk hadir dalam penjamuan sorga. Tuhan mengundang semua orang untuk masuk dalam Kerajaan Sorga untuk menikmati jamuan hidup kekal. Namun seringkali kita tidak menanggapi undangan Tuhan. Sama seperti orang-orang dalam perumpamaan ini, kitapun seringkali tidak menanggapi undangan Tuhan dengan alasan kesibukan pribadi kita. Kita merindukan ikut dalam undangan perjamuan surgawi tetapi kita tidak mau menanggapi undangan Tuhan. 

Dalam hal ini, kita bisa bandingkan dengan undangan Tuhan dalam perjamuan perayaan ekaristi. Perayaan Ekaristi adalah pencicipan perjamuan surgawi, Tuhan sendiri yang menjadi tuan pada perayaan Ekaristi, Dia mengundang kita dan Dia sudah mempersiapkan jamuan hidup kekal yakni diri-Nya sendiri dalam rupat komuni suci. Namun bagitu banyak umat yang tidak menanggapi undangan Tuhan untuk menghadiri perayaan Ekaristi. Banyak alasan yang dilakukan untuk menolak undangan itu, yakni kesibukan pribadi. Pada kenyataannya, orang lebih senang menghadiri pesta-pesta duniawi, lebih senang melaksanakan aktivitas atau hoby dibanding menghadiri undangan Yesus pada perayaan Ekaristi. 

Oleh sebab itu, hari ini kepada kita dikatakan bahwa Tuhan mengundang kita untuk masuk dalam perjamuan surgawi. Oleh sebab itu, mari kita menanggapi undangan Tuhan yakni dengan hidup seturut kehendak-Nya. Pencicipan perjamuan surgawi itu adalah perayaan Ekaristi. Dalam perayaan Ekaristi, Tuhan sendiri yang empunya pesta perjamuan, Tuhan sendiri yang mengundang kita, Dia sudah menyiapkan jamuan yang memberi hidup kekal yakni diri-Nya sendiri dalam rupa Tubuh dan darah-Nya, oleh sebab itu, baiklah kita menanggapi undangan Tuhan dengan menghadiri perayaan Ekaristi. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: SENIN 4 NOVEMBER 2013

RENUNGAN HARI BIASA: SENIN 4 NOVEMBER 2013 
(Carolus Borromeus) 
Rm. 11:29-36; Mzm. 69:30-31,33-34,36-37; Luk. 14:12-14 

BACAAN INJIL: 
Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang Dia: "Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau perjamuan malam, janganlah engkau mengundang sahabat-sahabatmu atau saudara-saudaramu atau kaum keluargamu atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. 
Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, orang-orang cacat, orang-orang lumpuh dan orang-orang buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalasnya kepadamu. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orang-orang benar." 

RENUNGAN :
Sekarang ini orang berpikir untung dan rugi. Dalam melakukan sesuatu, orang berpikir apa keuntungan yang akan diperoleh, seberapa besar. Kalau sesuatu itu akan sangat menguntungkan, pasti akan dilakukan, tetapi kalau merugikan, pasti tidak akan dilakukan. Begitu maraknya prinsip demikian, makanya sulit kita temui orang yang bersikap tulus dan berkorban dalam melakukan sesuatu kepada orang lain. Hal demikian yang terjadi di dalam pesta. 

Pada umumnya ketika orang mengadakan pesta syukur, pemilik pesta tidak lagi semata-mata melakukan itu sebagai kegembiraan, tetapi juga memperhitungkan keuntungan dalam pesta itu. Oleh sebab itu, agar pesta itu menguntungkan, orang akan mengundang sebanyak-banyaknya undangan dan para undangan yang diundang adalah prang-orang berada yang diharapkan akan memberi kado yang banyak dan juga berpikir bahwa dengan mengundang orang-orang kaya, orang itu merasa terhormat karena pestanya dihadiri orang-orang kaya. 

Selain itu, dengan mengundang orang-orang kaya, pemilik pesta berharap kelak mendapat balasan dengan diundang ke pestanya. Sangat jarang kita temui orang mengadalam pesta dan mengundang orang-orang miskin atau orang-orang kecil Dalam nasihat Yesus pada hari ini, Yesus menganjurkan agar bila mengadakan pesta, mengundang orang-orang kecil dan miskin, yang dengan tentunya para undangan itu tidak bisa memberikan kado dan juga pasti tidak akan bisa membalas dengan mengundang pada pesta mereka, karena mereka pasti tidak akan bisa mengadakan pesta besar dengan jamuan yang berlimpah. Ajaran ini sungguh bertolak belakang dengan apa yang terjadi dan yang mungkin sering kita lakukan. 

Dengan ajaran ini, Yesus mengajak kita agar kita melakukan pekerjaan dengan ketulusan hati dan sikap rela berkorban. Kiranya perbuatan yang tulus dengan sikap berkorban sangat sulit kita temui dalam kehidupan sekarang. Orang selalu berpikir untung dan rugi. Bahkan dalam hidup beriman pun terjadi demikain. Tidak jarang kita temui umat yang berpikir apa untungnya hidup beriman, apa untungnya berkorban untuk gereja. Oleh sebab itulah, begitu sulit kita temukan umat yang dengan rela memberi waktu untuk Gereja. Kalaupun aktiv dalam kehidupan iman, mereka memberi dari waktu sisa atau waktu luang mereka atau kalau sudah pensiun. 

Demikian juga halnya umat seringkali begitu pelit untuk berkorban dengan berbagi berkat Tuhan kepada Gereja demi menunjang pastoral Gereja. Tidak jarang orang berpikir bahwa memberi waktu untuk gereja, lebih banyak ruginya dan tidak ada untungnya. Makanya begitu sulit kita menemukan orang yang mau menjadi pengurus Gereja, dengan alasan sudah sibuk dalam urusan pekerjaan dan urusan pribadi. Sebenarnya bukan karena itu, tetapi karena melihat bahwa urusan gereja tidak menguntungkan, tetapi malah harus rugi dan rela berkorban. 

Demikian juga halnya, begitu sulit umat yang mau menyumbang kegiatan Gereja, mereka lebih suka menghabiskan uang untuk kesenangan pribadi karena merasa mereka akan terpuaskan, lebih suka menghabiskan uangnya untuk diberikan kepada orang tertentu atau kegiatan politik, karena dianggap kelak akan dapat keuntungan. Untung rugi dalam kehidupan menggereja seringkali dilihat dari materi apa yang akan didapatkan bila berkorban untuk gereja. Kalau kita melihat keuntungan itu hanya dari materi saja, memang dalam kehidupan beriman, kita tidak akan mendapatkannya. 

Namun sebenarnya perbuatan baik dan pengorbanan kita karena hidup iman dan kepada Gereja, juga akan mendapatkan keuntungan yang tidak bisa diberikan oleh dunia. Perbuatan yang kita lakukan dengan tulus dan pengorbanan, akan berkenan di hadapan Tuhan dan Tuhan pasti akan membalasnya dengan rahmat dan berkat-Nya. Namun tetap kita ingat, kita melakukan perbuatan baik bukan karena sudah mendapat balasan, tetapi karena apa yang ada pada kita adalah berkat Tuhan sendiri, kita sudah menerima berkat, sehingga sangatlah wajar bila kita berbuat baik dan berkorban. Dengan demikian, kita diajak untuk hidup dan melakukan pekerjaan baik itu dengan tulus dan sikap rela berkorban. Amin.

Presiden diminta jamin tegaknya hukum

Presiden diminta jamin tegaknya hukum 

Pakar etika politik Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Romo Franz Magnis-Suseno, mengharapkan agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono fokus
menyelesaikan berbagai permasalahan bangsa menjelang masa jabatannya berakhir. Romo Magnis mengatakan, saat ini masih banyak permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia, mulai dari keadilan sosial, unjuk rasa buruh, hukum, pemberantasan korupsi, hingga politik.

“Saya meminta beliau tegas menjamin semuanya,” kata Romo Magnis, seperti dilansir kompas.com. Ia mengatakan, Presiden Yudhoyono juga harus menjamin hak dan kebebasan masyarakat dalam memeluk agama dan keyakinan. Hal itu menjadi penting karena akan menjadi warisan untuk masyarakat dan kepala negara setelah dirinya lengser. 

“Saya juga berharap, di tahun terakhirnya dia terus memberi dukungan tegas pada pemberantasan korupsi,” ujarnya. Pekan lalu, Presiden Yudhoyono yang juga menjabat sebagai Ketua Umum dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat menilai dirinya telah menjadi korban pemberitaan media massa. Ia juga menilai bahwa Partai Demokrat diserang oleh berbagai pihak sehingga elektabilitas Demokrat merosot. 

Menurut Romo Magnis, menjadi hal lumrah bila presiden merangkap jabatan sebagai pimpinan partai. Ia berpendapat, Presiden Yudhoyono tak perlu melepas jabatannya di dalam partai. Namun, ia menyatakan bahwa rangkap jabatan itu tak memengaruhi kinerja sebagai kepala negara. “Itu hal biasa, tapi saya harap SBY memberikan semua tenaganya untuk menyelesaikan tugas sebagai presiden,” tambah Romo Magnis.

Disadur dari: indonesia.ucanews.com

RENUNGAN HARI BIASA: SABTU 2 NOVEMBER 2013

RENUNGAN HARI BIASA: SABTU 2 NOVEMBER 2013
(PERINGATAN MULIA ARWAH SEMUA ORANG BERIMAN)
2Mak. 12:43-46; Mzm. 130:1-2,3-4,5-6a,6-7,8; 1Kor. 15:12-34; Yoh. 6:37-40

BACAAN INJIL: 
Suatu hari dalam doaNya Yesus berseru: 'semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman'. 

RENUNGAN : 
Kematian adalah peristiwa hidup yang pasti akan dialami oleh manusia sebagai ciptaan, sama seperti ciptaan lainnya. Tidak ada orang tetap akan hidup selamanya di dunia ini. Yang menjadi persoalan, “Kepada kita bila sudah mati meninggalkan dunia ini? Badan kita memang akan dimakamkan tetapi dalam iman, jiwa dan roh kita akan menuju dua tempat yakni masuk surga atau neraka. Orang yang selama hidupnya berkenan di hadapan Tuhan, maka ia akan masuk surga, sedangkan orang yang selama hidupnya tidak berkenan di hadapan Tuhan, mereka akan masuk neraka.

Namun bagi kita orang beriman, percaya bahwa Tuhan menghendaki semua kita diselamatkan dan masuk surga sebagaimana kita dengarkan dalam injil hari ini. Oleh sebab itu, berdasarkan kasih Tuhan yang demikian, kita percaya bahwa Tuha masih memberi kesempatan bagi semua arwah yang belum layak masuk surga, yakni tempat atau masa menanti atau pembersihan sebelum diperkenankan masuk surga. Masa itu dalam iman kita disebut penantian.

Dalam masa penantian itu, para arwah orang beriman menantikan belas kasih Tuhan yang memperkenankan mereka masuk surga. Dari diri mereka sendiri, mereka tidak bisa lagi berbuat apa-apa untuk keselamatan mereka, untuk itu mereka mengharapkan doa-doa kita yang masih hidup di dalam dunia ini. Kitalah yang bisa menolong mereka, memohonkan belaskasihan Tuhan atas mereka. Inilah yang kita makna peringatan hari ini bagi kita. Masa ini juga disebut dengan api Penyucian, sebab setiap orang dipanggil kepada kekudusan dan keselamatan, dan setiap orang mempunyai kemampuan untuk menikmati keselamatan, karena setiap orang tercipta sesuai dengan gambar dan citra Allah.

Dalam api penyucian setiap orang harus menjalani pemurnian dari segala kuasa maut. Seseorang disucikan dan dimurnikan bagaikan dalam pemurnian dalam tanur api, dan bukannya dalam limpahan air yang menyegarkan. Kepercayaan adanya api penyucian adalah bukti akan belaskasih Tuhan yang selalu memberi kesempatan bagi setiap umatNya menikmati pengudusan diri. Mengingat ada kematian, maka setiap orang mengharapkan kebangkitan. Ini hal yang wajar, dan ini adalah sikap dan pikiran yang suci dan baik untuk mengharapkan kebangkitan bagi semua orang (Mak 12). Orang mengharapkan sesamanya beroleh keselamatan. Atas dasar inilah kita Gereja Umat Allah hari ini berdoa bagi mereka yang telah meninggal, agar mereka boleh menikmati sukacita illahi. Kiranya doa-doa kita menjadi tebusan bagi mereka yang masih berada dalam api penyucian. Mereka yang telah layak dan pantas menikmati kehidupan abadi bersamaNya sepertinya mereka tinggal dalam persekutuan para Kudus, sebagaimana telah kita rayakan hari kemarin. Mereka adalah orang yang telah membersihkan pakaian hidupnya dengan darah Anak Domba, sebagaimana dikatakan dalam Kitab Wahyu.

Pada peringatan hari ini, kita berdoa bagi arwah orang tua, sanak saudara, saudara/i kita, sesama dan orang yang tidak kita kenal yang merindukan doa dari kita, kita mohonkan agar Tuhan mengampuni dosa mereka ketika mereka masih hidup di dunia ini dan kita mohonkan agar mereka semua diperkenankan oleh Tuhan untuk menikmati kebahagiaan abadi di surga. Mereka membutuhkan doa-doa kita dan kelak bila kita sudah seperti mereka akan membutuhkan doa dari saudara yang masih hidup. Namun peringatan hari ini juga menjadi suatu penegasan dan peringatan bagi kita yang masih hidup bahwa hidup di dunia ini tidak akan selamanya.

Akan tiba waktunya kitapun akan mati seperti para saudara yang sudah mendahului kita. Kita semua tentu mengharapkan kelak kita diselamtkan dan beroleh keselamatan kekal di surga. Kita akan masuk surga bila selama hidup, kita hidup seturut kehendak Tuhan, tidak ada jalan lain selain itu. Hidup sekarang adalah persiapan untuk menuju keselamtan kekal. Kita tidak tahu kapan kita mati, dan bagaimana kita mati. Oleh sebab itu, kita harus senantiasa mempersiapkan diri agar bila kematian itu menjemput kita, para malaikatpun menjemput kita untuk masuk ke dalam surga.

Oleh sebab itu, mari kita hidup senantiasa seperti orang yang sudah mengetahui ajalnya tiba sehingga senantiasa mempersiapkan diri dengan hidup seturut kehendak Tuhan dan perbuatan baik kepada sesama. Perbautan baik kita kepada sesama akan sangat berguna kelak bila kita mati, seandainya kita belum layak masuk surga, ada orang yang masih hidup yang mengasihi kita akan berdoa untuk kita. Amin.

Paus: Media Katolik hendaknya profesional dalam pelayanan untuk Gereja

Paus: Media Katolik hendaknya profesional 
dalam pelayanan untuk Gereja 

Paus Fransiskus belum lama ini bertemu dengan para staf Vatican Television Centre (CTV) untuk merayakan 30 tahun media tersebut. Dia memuji mereka karena profesionalisme mereka, dan seraya mengatakan mereka “tidak boleh gentar” saat mereka menghadapi tantangan teknologi zaman sekarang. Dia juga mengingatkan untuk tidak melupakan tugas mereka sebagai orang Kristen dalam menjalankan pekerjaan mereka. 

“Bermainlah sebagai sebuah tim,” kata Paus Fransiskus seperti dilansir news.va. “Kita semua tahu pekerjaan ini tidak mudah, tetapi jika kita bekerja bersama-sama sebagai sebuah tim semuanya menjadi lebih mudah, dan lebih penting lagi, gaya kerja Anda juga akan menjadi saksi.” Efektivitas karya pastoral dalam bidang komunikasi menjadi kewajiban bersama, katanya. Pekerjaan Anda berkualitas tinggi, dan itu tugas Anda secara profesional dalam pelayanan bagi Gereja, kata Paus Fransiskus. 

 “Tapi, profesionalisme Anda selalu berada dalam pelayanan kepada Gereja, dalam segala hal: dalam film, dalam pilihan editorial Anda, administrasi … Semuanya bisa dilakukan dengan gaya, sebuah perspektif, yaitu bahwa itu adalah dari Gereja, dari Takhta Suci.” Paus Fransiskus juga menyampaikan terima kasih khusus kepada keluarga para staf media tersebut,” yang jadwalnya sering didikte oleh agenda dan komitmen dari Paus.” “Ini bukan pengorbanan yang kecil … dan untuk ini saya tidak hanya berterima kasih, tapi saya mempersembahkan doa-doa saya, terutama untuk anak-anak Anda,” katanya.

Disadur dari: indonesia.ucanews.com

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)