Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

Renungan : Rabu 2 Maret 2011

Renungan : Rabu 2 Maret 2011
Sir 36:1,4-5a,10-17, Mzm 79:8,9,11,13, Mrk 10:32-45
(Agnes dr Praha)

“Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya.”

BACAAN INJIL:
Yesus dan murid-murid-Nya sedang dalam perjalanan ke Yerusalem dan Yesus berjalan di depan. Murid-murid merasa cemas dan juga orang-orang yang mengikuti Dia dari belakang merasa takut. Sekali lagi Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan Ia mulai mengatakan kepada mereka apa yang akan terjadi atas diri-Nya, kata-Nya: "Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, dan Ia akan diolok-olokkan, diludahi, disesah dan dibunuh, dan sesudah tiga hari Ia akan bangkit." Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus dan berkata kepada-Nya: "Guru, kami harap supaya Engkau kiranya mengabulkan suatu permintaan kami!" Jawab-Nya kepada mereka: "Apa yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?" Lalu kata mereka: "Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang lagi di sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu." Tetapi kata Yesus kepada mereka: "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima?" Jawab mereka: "Kami dapat." Yesus berkata kepada mereka: "Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. Tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah disediakan." Mendengar itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada Yakobus dan Yohanes. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: "Kamu tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."
Demikianlah Injil Tuhan bagi kita hari ini.

RENUNGAN:
Peduli, perhatian dan kepekaan atas penderitaan sesama di sekitar kita, pada masa saat ini bisa dikatakan sangat memprihatinkan.

Injil hari ini menarik untuk kita simak dan renungkan. Dalam Injil dikatakan bahwa Yesus bersama para murid berjalan menuju Yerusalem. Para murid dan orang-orang yang mengikuti Yesus dari belakang merasa cemas dan takut. Mereka cemas dan takut karena mereka tahu bahwa di Yerusalem terdapa orang-orang farisi, Ahli-ahli Taurat, Para imam dan para penguasa yang membenci Yesus. Meraka tahu bahwa dari pengalaman selama ini, di Yerusalem para nabi dihukum dan dibunuh. Kecemasan dan ketakutan mereka tentu semakin besar manakala Yesus memberitahukan nasib yang akan dialami-Nya di Yerusalem, sama seperti yang dialami para nabi selama ini. Dari perkataan Yesus itu jelas bahwa Yesus tahu apa yang dicemaskan dan ditakutkan oleh mereka, seakan Yesus semakin menakut-nakuti mereka. Malah Yesus seakan menantang dan menyongsong penderitaan dan kematian itu dengan pergi ke Jerusalem.

Pasti orang yang mengikuti Yesus saat itu semakin cemas dan takut, demikian juga halnya Yesus sebagai manusia seperti kita pasti mengalami hal yang sama. Cinta kasih dan kehendak untuk menyelematkan manusia, itulah yang menguatkan Yesus berani menghadapi kenyataan semua itu. Namun pada saat kecemasan dan ketakutan itu, 2 murid Yesus yakni Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus seakan tidak peduli akan semuanya itu, tidak peduli akan nasib yang akan dialami oleh Yesus, malahan mereka berdua sibuk dengan rencana dan keinginan mereka, yakni meminta posisi di sebelah kanan dan kiri Yesus kelak saat Yesus datang dengan kemuliaan-Nya. Keinginan mereka itu memang bagus, tetapi mereka seakan ingin mendapatkanna dengan Cuma-Cuma, tanpa perjuangan dan lebih para lagi mereka menyampaikannya pada saat Yesus mengatakan akan menghadapi penderitaan. Mereka tidak peduli dengan situasi itu, mereka hanya sibuk dengan dirinya, keinginannya dan rencana-rencana mereka. Tampaklah bahwa mereka mengikuti Yesus bukan karena percaya kepada Yesus adalah Mesias tetapi lebih karena ingin mendapatkan kedudukan dan keuntungan pribadi. Karena itu Yesus menegur mereka dengan mengatakan bahwa agar seseorang bisa masuk dalam kerajaan surge, seseorang harus meminum cawan yang harus diminum dan dibaptis dengan baptisan yang harus diterima oleh Yesus. Itu artinya seseorang agar bisa masuk dalam kerajaan surge, harus siap sedia mengikuti Yesus, meneladan hidup-Nya dan bahkan menderita sepertia Yesus. Lebih lanjut dikatakan bahwa para murid Yesus harus menjadi pelayan yang melayani sesama sebagaimana Yesus datang bukan untuk dilayani tetapi untuk melayani.

Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus merupakan gambaran hidup manusia sekarang ini. Pada masa sekarang ini, banyak orang yang sibuk dengan dirinya, kepentingan, rencana-rencana dan mencari keuntungan sendiri, tidak peduli dengan sesama di sekitarnya terutama orang yang sedang menghadapi penderitaan. Sering terjadi pada saat perayaan ekaristi, umat sibuk dengan sms, berbincang-bincang, sibuk dengan keinginan dan rencananya sendiri, tidak peduli dengan sabda Yesus yang diwartakan. Badan kita berada di dalam Gereja, tetapi hati dan pikiran kita ada di luar perayaan. Demikian juga halnya, kerap kita berada bersama sesama kita, tetapi hati dan pikiran kita di luar kebersamaan itu, atau tidak pernah untuk orang lain. Dalam mengikuti Yesuspun kerap terjadi kita bukan mengikuti sabda-Nya, meneladan hidup-Nya, tetapi kita lebih sibuk dengan pikiran, keinginan, permohonan-permohonan kita, dan seakan memaksakan semuanya itu untuk dikabulkan oleh Tuhan. Kita seringkali tidak punya kepekaan, keprihatinan dan kepedulian terhadap sesama yang menderita yang ada di sekitar kita.

Kita semua tentu kelak mengharapkan kehidupan kekal. Kehidupan kekal tidak bisa dibeli dengan uang, tidak bisa mengharapkan KKN, tetapi harus lewat minum cawan yang diminum oleh Yesus, dibaptis dengan baptisan yang diterima oleh Yesus. Untuk beroleh hidup yang kekal, kita harus mengikuti melaksanakan sabda Yesus, meneladan hidup-Nya dan bahkan harus siap menderita bersama dengan Yesus. Untuk itu, kita harus memiliki hati seperti Yesus yang pedulit, prihatian dan perhatian akan orang yang menderita dan menjadi pelayan bagi sesama. Amin.

Museum Yohanes Paulus II dibuka di Bacolod

Museum Yohanes Paulus II dibuka di Bacolod

Keuskupan Bacolod di Filipina tengah membuka sebuah museum mercusuar yang didedikasikan untuk mendiang Paus Yohanes Paulus sebagai “tanda bagi orang beriman” di keuskupan.

“Ini merupakan mercusuar bagi palaut dan terang bagi peziarah dalam perjalanan spiritual mereka,” kata Pastor Felix Pasquin, rektor Katedral St. Sebastianus dan ketua Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan.

“Kami menyambut orang dari semua lapisan masyarakat untuk mengunjungi museum ini,” kata imam itu. Paus Yohanes Paulus II, katanya, mengilhami umat di keuskupan ketika paus mengunjungi keuskupan ini 30 tahun lalu.

Paus mengunjungi Kota Bacolod tahun 1981 atas undangan Uskup Antonio Fortich.

“Museum ini juga dimaksud untuk mengantisipasi beatifikasi Paus Yohanes Paulus II pada 1 Mei,” kata Pastor Pasquin.

“Museum Hidup dan Cinta” tersebut dikonsepkan dua tahun lalu pada perayaan seratus tahun Keuskupan Bacolod.

Museum tujuh lantai itu menempati lahan seluas 700 meter persegi. Mercusur tersebut disumbangkan kepada keuskupan oleh seorang pengusaha yang mengatakan dia “diberkati” ketika dia sempat melihat paus 30 tahun yang lalu.

Isi museum itu antara lain salinan dari pidato Paus ketika berkunjung, sebuah alba yang digunakan oleh paus, dan foto-foto kunjungannya di Propinsi Negros tersebut.

Pastor Pasquin mengatakan dia punya harapan bahwa para peziarah akan berduyun-duyun ke museum ini selama Minggu Suci.

ucanews.com
Disadur dari : http://www.cathnewsindonesia.com/Tanggal publikasi: 1 Maret 2011;Oleh Jun Ariolo N. Aguirre, Bacolod City, Filipina

Indonesia sebagai model toleransi agama diragukan

Indonesia sebagai model toleransi agama diragukan

Direktur Wahid Institute, Yenny Wahid, mempertanyakan kelayakan Indonesia sebagai model pluralism agama. Pasalnya, akhir-akhir ini kekerasan berbau agama terus meningkat.

Pada 6 Februari saja terjadi kerusuhan yang menewaskan tiga jemaat Ahmadiyah di Cikeusik. Kemudian pada 8 Februari terjadi kerusuhan di Temanggung, di mana tiga gereja dirusak.

Menurut putri mantan presiden Gus Dur ini rentetan kekerasan tersebut berseberangan dengan karakter Indonesia yang dikenal rukun.

“Apakah Indonesia masih pantas dijadikan model pluralisme beragama?” kata Yenny dalam diskusi bertajuk “Ritus Kekerasan Berbasis Agama, Mengapa Terus Terjadi?” di Wahid Institute, Jakarta, Senin 28 Februari 2011, seperti dilansir Vivanews.

Yang terjadi belakangan, lanjut Yenny, justru adanya peningkatan kekerasan, bahkan pembunuhan atas nama agama.

Pada Desember tahun lalu, Wahid Institute melaporkan 63 kasus kekerasan berbau agama pada tahun 2010, naik dari 35 kasus pada tahun 2009.

“Bahkan ada ormas yang melakukan kekerasan 10 kali dalam sehari,” kata Yenny.

Disadur dari : http://www.cathnewsindonesia.com/Tanggal publikasi: 1 Maret 2011

Renungan Harian : Selasa 1 Maret 2011

Renungan Harian : Selasa 1 Maret 2011
Sir 35:1-12, Mzm 50:5-6,7-8,14,23, Mrk 10:28-31
(Magdalena dr Kanossa)

"Pantaskah kita menuntut balasan dari Tuhan karena kita telah mengikuti Dia?"

BACAAN INJIL:
Berkatalah Petrus kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!" Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."
Demikianlah Injil Tuhan bagi kita hari ini.

RENUNGAN:
“Apa untungnya bila aktif ke Gereja? Apa untungnya menjadi pengurus Gereja? Ke gereja maupun aktif ke Gereja tidak akan mendapat keuntungan apa-apa, malah merugikan karena merupakan pengorbanan dan pelayanan belaka.” Pernyataan demikian seringkali dilontarkan oleh umat pada masa ini. Hal ini dipengaruhi oleh tuntutan kebutuhan hidup sehingga semua diukur dengan untung dan rugi. Untung rugi yang dimaksudkan adalah dalam hal materi atau uang. Orang tidak lagi melihat berkat yang akan diperoleh dari kehidupan beriman. OLeh karena itulah sudah sering terjadi para pengurus Gereja mengambil keuntungan dari tugasnya dengan menggunakan uang gereja, uang kolekte atau persembahan umat. Adapula pengurus Gereja yang seakan mengharapkan perlakuan khusus dari Gereja karena mereka sudah menjadi pengurus Gereja, misalnya keluarganya atau anak-anaknya yang mau menikah dibebaskan dari peraturan untuk mengikuti kursus perkawinan atau berkenaan dengan peraturan lain.

Melanjutkan sabda Yesus kemarin, yang berbicara tentang orang kaya yang tidak mau membagikan dan meninggalkan hartanya lalu mengikitu Yesus, Petrus mengatakan kepada Yesus bahwa mereka telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Yesus. Pernyataan ini seakan mau bertanya apa upah yang akan diterima oleh Petrus dan para murid yang lain. Yesus menjawab pertanyataan Petrus dengan mengatakan bahwa mereka dalam hidup sekarang akan menerima gantinya seratus kali lipat dan pada akhirnya akan beroleh hidup yang kekal.

Apa yang dikatakan oleh Yesus memanglah sangat tepat. Hidup mengikuti Yesus itu juga berarti bersatu dengan umat yang telah dipersatukan dalam Gereja-Nya yang kudus. Secara sederhana hal itu dapat dimengerti dengan suatu pengandaian yakni ketika kita berani keluar dari diri sendiri, tidak hanya tinggal, terikat dengan kelompok keluarga kandung kita sendiri, pada saat itu kita mendapatkan banyak saudara, orang tua dan keluarga yakni semua umat beriman yang telah dipersatukan dalam Gereja-Nya yang kudus. Sedangkan kalau kita hanya tinggal dalam rumah kita, dalam keluarga dan tidak mengikuti Yesus dalam Gereja-nya, kita hanya memiliki keluarga itu saja. Dengan demikian kata ‘meninggalkan’ yang dimaksudkan oleh Yesus adalah suatu ajakan agar keluarga, sanak saudara maupun harta hendaknya tidak menjadi penghalang bagi kita untuk mengikuti Yesus. Kata ‘meninggalkan’ dapat kita mengerti dalam arti melepas, tidak terikat, tidak menghalangi kita dalam mengikuti Yesus. Justru keluarga, sanak saudara dan harta hendaknya kita gunakan sebagai sarana untuk mengikuti Yesus dan mewartakan kerajaan Allah. Lebih dari itu, sabda Yesus ini bukan hanya dalam artian demikian. Tetapi kita hendaknya percaya bahwa Yesus akan melimpahkan rahmat yang berlimpah kepada kita, kalau kita sungguh mau mengikuti-Nya. Memang mungkin balasan yang kita terima tidak langsung dari atau lewat apa yang telah kita lakukan, tetapi kita harus tetap yakin bahwa Tuhan pasti memelihara dan melimpahkan berkat-Nya kepada kita.

Lagi pula, sebenarnya kita tidaklah pantas mengharapkan balasan dari apa yang telah kita lakukan. Kita tidaklah pantas menuntut balasan dari Tuhan karena kita telah mengikuti-Nya, karena kita telah aktif dalam menggereja. Kita tidak pantas mengharapkannya karena kita harus sadar bahwa Tuhan telah terlebih dahulu mengasihi kita dengan memberi kita hidup dan berkat-Nya. Sehingga dengan demikian, sebenarnya mengikuti Dia, mengabdi Dia dan ikut dalam mewartakan kerajaan Allah adalah suatu keharusan, kewajiban dan sabagai tanda syukur kita atas kasih dan berkat-Nya yang sudah kita terima. Selain itu, apa yang kita perbuat adalah bukan untuk menambah kemuliaan-Nya, tetapi demi kebahagiaan hidup kita dan kehidupan kekal yang menjadi dambaan kita sendiri. Tuhan tidak pernah berhitung dengan kita akan hidup dan berkat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Coba kalau Tuhan berhitung atas semuaya itu, tentu kita tidak akan pernah mampu membayar atau membalasnya.

Dari sebab itu, mari kita mengikuti Yesus dengan tulus, tanpa berhitung atau menuntut balasa daripada-Nya atas semua yang telah kita lakukan. Selain karena kita melakukan semuanya itu sebagai tanda syukur dan pujian, juga karena kita percaya bahwa Tuhan akan melimpahkan berkat-Nya kepada kita. Masuk dan beroleh kehidupan kekal, bukan soal lamanya kita mengenal dan mengikuti Dia, tetapi sejauh mana kita sungguh-sungguh mengikuti Yesus serta berani menjadikan Dia di atas semunya, berani melepaskan semuanya demi mengikuti Yesus Kristus. Amin.

Video : Watch With Me

Watch With Me

Jesus Christ in the Eucharist - The Real Presence

Jesus Christ in the Eucharist - The Real Presence

Berbagi Berita : Jadi, jumlah imam meningkat….

Jadi, jumlah imam meningkat….
Oleh Michael Kelly, Bangkok

Pengumuman Vatikan pekan lalu tentang peningkatan jumlah imam di dunia dalam dasawarsa terakhir mendapat perhatian besar. Di situs ini saja, berita tersebut mendapat jumlah pengunjung terbanyak pada hari pengumuman itu dirilis, dan berita itu sendiri tersebar sangat luas ke seluruh penjuru dunia.

Tidak perlu sinis terhadap pengumuman itu, karena dengan ungkapan (“There are lies, damn lies and statistics”) ini, Benjamin Disraeli, perdana menteri Inggris abad ke-19 mungkin menyarankan agar kita harus sadar kalau angka-angka itu lebih bisa dipertimbangkan kalau memang menunjukkan kondisi sesungguhnya dari klerus di dalam Gereja.

Menyangkut klaim peningkatan jumlah imam tersebut, patut dipertanyakan, “meningkat relatif terhadap apa?” Jika dikatakan kepada seorang pengusaha bahwa profitnya meningkat, atau orang yang memiliki properti bahwa nilai propertinya naik, maka pertanyaan real untuk kedua orang tersebut adalah: dalam hubungan dengan apa?

Apakah nilai properti itu naik sebelum atau setelah pelunasan uang atau pinjaman? Apakah profit sesuai dengan tingkat pengembalian investasi untuk bisnis tersebut?

Hanya sekedar mengatakan bahwa harga properti naik atau profit bisnis meningkat tanpa melihat kaitannya dengan kualifikasi-kualifikasi ini sebenarnya tidak banyak membantu.

Jadi, jumlah imam meningkat dalam dasawarsa terakhir. Tapi dalam hubungannya dengan apa? Jumlah umat Katolik juga meningkat dalam dasawarsa yang sama sebanyak 128 juta menurut data Vatikan sendiri. Bahkan jika pertambahan jumlah imam sebanyak 50.000 orang (sebagaimana dilaporkan tentang perkiraan tahun sebelumnya) dalam dasawarsa terakhir, maka itu baru setengah dari pertumbuhan jumlah umat yang harus dilayani oleh para imam yang ditahbiskan itu.

Jika peningkatan jumlah umat dan imam dibandingkan, maka sesungguhnya jumlah imam benar-benar berkurang. Dalam satu dasawarsa terakhir, secara relatif, lebih baik dikatakan Gereja “mati.”

Tetapi pertanyaan-pertanyaan tentang jumlah kotor bahkan lebih perlu diselidiki. Di mana sebenarnya umat Katolik memiliki jumlah paling besar dan bagaimana penambahan tahbisan imam baru yang mereka miliki? Bagaimana jumlah imam lanjut usia dalam satu dasawarsa terakhir?

Apakah statistik Vatikan memasukkan para imam yang telah meninggalkan tugas imamat dan masih belum mendapatkan status awamnya? Dewasa ini, banyak imam yang meninggalkan tugas imamatnya tidak menghiraukan permohonan laikisasi karena prosesnya panjang dan Vatikan enggan memberikan status awam tersebut. Jadi banyak imam keluar, menemukan pekerjaan lain, dan menikah, tapi nama mereka masih tercatat sebagai imam.

Dengan beberapa pengecualian — India, Thailand dan Korea di Asia serta Nigeria dan Kongo di Afrika — jumlah imam menurun dibandingkan dengan jumlah umat.

Penyebaran klerus di seluruh dunia sendiri sangat tidak merata. Dalam sebuah kunjungan ad limina dari seorang uskup Australia ke Roma, Paus Yohanes Paulus II menyesalkan bahwa Italia sendiri memiliki 35.000 imam dan bertanya apa sesungguhnya yang mereka perbuat jika tahu bahwa negara-negara lain memiliki jumlah umat Katolik yang lebih besar namun jumlah imamnya terlalu sedikit. Italia sendiri memiliki sekitar sembilan persen dari total imam dunia untuk hanya tiga persen dari total umat Katolik terbaptis di dunia. Filipina baru saja mencapai 2,2 persen total imam dunia untuk 4,5 persen total umat Katolik terbaptis di dunia.

Dunia Barat, seperti biasa diketahui, mengalami penurunan jumlah kotor imam, namun peningkatan jumlah imam lanjut usia. Di Australia, usia rata-rata para imam mendekati 70. Di negara-negara sedang berkembang, usia rata-rata para imam mungkin sedikit lebih dari setengahnya.

Dengan kata lain, jika statistik itu tidak dibuat dalam kaitan dengan konteks real dan relatif, statistik itu tidak banyak gunanya.

Tapi statistik ini bahkan menimbulkan sejumlah pertanyaan mendasar. Apa yang kita maksudkan dengan menggunakan kata “imam?” Apa inti pelayanan seorang imam? Bandingkanlah itu dengan apa yang secara aktual dilakukan para imam. Hal-hal apa yang dilakukan imam, sehingga di banyak tempat di dunia kok malah kaum awam yang tak tertahbis pun melakukannya? Apa batasan terhadap pelayanan imamat dan mengapa itu hanya terbatas pada pria selibat?

Bukankah ada banyak pelayanan dalam Gereja — mengajar, administrasi keuangan dan staf, pelayanan orang sakit dan miskin, pengajaran agama seperti yang dilakukan katekis, dll — yang seharusnya menjadi tugas yang diakui, dirayakan, dan dipercayakan sebagai bagian dari pelayanan Gereja kepada komunitas umat untuk dilakukan?

Lebih dari 20 tahun yang lalu, seorang imam yang kini sudah berusia di atas 80-an mengajukan pertanyaan ini kepada saya: “Michael, apa kamu tahu, dua isu apa yang dikhususkan untuk Paus Paulus VI sendiri dan tidak memperbolehkan untuk dibahas dalam forum Vatikan II?”

Saya jawab, saya tidak tahu. Konsili Vatikan II dimulai ketika saya berusia sembilan tahun dan konsili itu ditutup ketika saya berusia 12 tahun.

“Kontrasepsi dan selibat klerus,” kata imam itu. “Dan dua hal apa yang dianggap sebagai setan bagi Gereja sejak saat itu? Anatomi perempuan dan hakekat pelayanan itu sendiri.”

Dalam Sinode Para Uskup 1971, selibat direncanakan untuk dibahas, namun terbentur agenda yang lebih mendukung keadilan sosial. Sinode tersebut menghasilkan “Dokumen Keadilan di Dunia” yang merupakan suatu terobosan besar. Sejak itu, dokumen ini menjadi mata air bagi berbagai aksi dan refleksi Gereja.

Tapi mungkin sudah saatnya untuk menempatkan kembali pelayanan pada agenda.

Pastor Michael Kelly SJ adalah direktur eksekutif UCA News. Dia telah bekerja dalam produksi radio dan TV sejak 1982 dan sebagai seorang jurnalis di Australia dan Asia untuk berbagai publikasi, baik religius maupun sekuler.

Disadur dari : http://www.cathnewsindonesia.com/Tanggal publikasi: 22 Februari 2011

DOA ROSARIO

ROSARIO

Banyak umat Non-Katolik dan termasuk juga sebagian umat Katolik mengira bahwa doa rosario adalah doa kepada Maria. Sesungguhnya doa rosario adalah doa kepada Tuhan Yesus, dengan meneladani intersesi (bantuan doa) Bunda Maria. Didalam doa Rosario Bunda Maria menemani didalam doa, merenungkan peristiwa kelahiran, penderitaan, dan kemuliaan Putranya.

Doa Rosario menuntuk suasana yang tenang dimana misteri kehidupan Yesus dapat direnungkan dengan sepenuh hati.

CARA BERDOA ROSARIO

1. Aku Percaya
2. Bapa Kami
3. Salam Putri Allah Bapa, Salam Maria
4. Salam, Bunda Allah Putra, Salam Maria
5. Salam, Mempelai Allah Roh Kudus, Salam Maria
6. Kemuliaan

Ikuti Jalan SalibDoa Jalan Salib

(Kemudian renungkan misteri dari kelompok peristiwa-peristiwa)

Peristiwa-peristiwa Gembira

1. Maria menerima kabar gembira dari malaikat Gabriel
2. Maria mengunjungi Elisabet, saudaranya
3. Yesus lahir di kandang Betlehem
4. Yesus dipersembahkan di Bait Allah
5. Yesus diketemukan kembali di Bait Allah

Peristiwa-peristiwa Sedih

1. Yesus berdoa di Taman Getsemany
2. Yesus didera
3.Yesus dimahkotai duri
4. Yesus memanggul salibNya ke gunung Golgota
5. Yesus wafat pada salib

Peristiwa-peristiwa Mulia

1.Yesus bangkit dengan jaya
2. Yesus naik ke surga
3. Roh Kudus turun atas para rasul
4. Maria diangkat ke surga
5. Maria dimahkotai di surga

Peristiwa-peristiwa Terang

1.Yesus dibaptis di sungai Yordan
2. Yesus menyatakan diri-Nya dalam pesta pernikahan di Kana
3. Yesus memberitakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan
4. Yesus menampakan kemuliaan-Nya
5. Yesus menetapkan Ekaristi

Tata cara Berdoa Rosario

Dalam nama Bapa…
Aku percaya… (lihat no. 1-2)
Kemuliaan kepada Bapa… (lihat no. 13)
Terpujilah… (lihat no. 20)
Bapa kami… (lihat no. 10-12)

Salam, Putri Allah Bapa. – Salam Maria…(lihat no. 14)
Salam, Bunda Allah Putra, - Salam Maria…
Salam, Mempelai Allah Roh Kudus. – Slam Maria…

Lalu menyusul “Kemuliaan” dan “Terpujilah” seperti diatas.
Kemudian pemimpin membacakan peristiwa-peristiwa dari rangkaian misteri yang dipilih (lihat di bawah). Selanjutnya menyusul Bapa kami, 10 Salam Maria, Kemuliaan, Terpujilan. Lalu menyusul peristiwa kedua dan seterusnya.

Peristiwa-peristiwa Gembira, khususnya selama Masa Adven dan Natal
1. Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel (Luk1:26-38).
2. Maria mengunjungi Elisabet, saudarinya (Luk1:39-45).
3. Yesus dilahirkan di Bethlehem (Luk2:1-7).
4. Yesus dipersembahkan dalam Bait Allah (Luk2:22-40).
5. Yesus diketemukan dalam Bait Allah (Luk2:41-52).

Peristiwa-peristiwa Sedih, khususnya selama Masa Prapaskah dan tiap hari Jumat
1. Yesus berdoa kepada Bapa-Nya di surga dalam sakratul maut (Luk22:39-46).
2. Yesus didera (Yoh19:1).
3. Yesus dimahkotai duri (Yoh19:2-3).
4. Yesus memanggul salib-Nya (ke Gunung Kalvari) (Luk22:26-32).
5. Yesus wafat di salib (Luk23:44-49).

Peristiwa-peristiwa Mulia, khususnya selama Masa Paskah dan tiap hari Minggu
1. Yesus bangkit dari kematian (Luk21:1-12).
2. Yesus naik ke surga (Luk24:50-53).
3. Roh Kudus turun atas para Rasul (Kis2:1-13).
4. Maria diangkat ke surga (1Kor15:23; DS 3903).
5. Maria dimahkotai di surga (Why12:1, DS 3913-3917).

Peristiwa-peristiwa Terang.
1. Yesus di baptis di sungai Yordan (Mat3:16-17)
2. Yesus menyatakan diri-Nya dalam pesta pernikahan di Kana (Yoh2:11)
3. Yesus memberitakan Kerajaan Allah dan menyerukan pertobatan (Mat4:17-23)
4. Yesus menampakan kemuliaan-Nya (Mat17:2-5)
5. Yesus menetapkan Ekaristi (Mrk14:22-24)

12. Dari Ps no 274
Didakhe 1X : 2-4
D/L Bapa, Engkau kami puji karena santapan kudus, yang Kau bagikan kepada kami dengan pengantaraan Yesus, Putra-Mu.
U Terpujilah Engkau selama-lamanya
D/L Bapa, Engkau kami puji karena kebenaran dan hidup, yang Kausampaikan kepada kami denganpengantaraan Yesus, Putra-Mu.
U Terpujilah Engkau selama-lamanya
D/L Bapa, sebagaimana roti yang kami bagi-bagi ini telah dikumpulkan dari banyak butir gandum yang tersebar di lereng-lereng gunung, sudilah Engkau menghimpun pula umat-Mu dari segala ujung bumi, dan mempersatukan mereka dalam kerajaan-Mu dengan perantaraan penyelamat kami, Yesus Kristus
U Terpujilah Engkau selama-lamanya

Catatan 1:
Setiap kali renungan-renungan itu:
a. Didahului doa Bapa Kami, doa yg diajarkan oleh Yesus sendiri. Diucapkan dengan khidmat
b. Disertai doa Salam Maria, yang merupakan salam dari malaikat Gabriel dan salam dari Elisabet. Diucapkan dengan tenang sebagai pujian, dan diulang 10 kali seperti doa litani.
c. Diakhiri doa Kemuliaan , sebagai permuliaan dan penyembahan kepada Allah Tritunggal.

Catatan 2:
a. Peristiwa-persitiwa Gembira : Pada hari Senin dan Sabtu; pada masa Adven dan Natal.
b.Peristiwa-peristiwa Sedih : Pada hari Selasa dan Jumat; pada masa Puasa.
c.Persitiwa-peristiwa Mulia : Pada hari Rabu, Sabtu dan Minggu; pada masa Paska.
d. Peristiwa-peristiwa Terang : Pada hari Kamis.

Disadur dari : http://www.ekaristi.org/

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)