Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: RABU 19 JUNI 2013

RENUNGAN HARI BIASA: 
RABU 19 JUNI 2013 
 
BACAAN INJIL: 
"Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga. Jadi apabila engkau memberi sedekah, janganlah engkau mencanangkan hal itu, seperti yang dilakukan orang munafik di rumah-rumah ibadat dan di lorong-lorong, supaya mereka dipuji orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." "Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu. "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu." 

RENUNGAN: 
Tadi malam (17 Juni 2013) dalam rapat DPR RAPBN telah disahkan. Dengan demikian BBM akan dinaikkan dan akan ada dana kompensasi untuk rakyat, yakni BLSM (Bantuan Lansung Sementara Masyarakat). Pihak pemerintah yang memutuskan kenaikan BBM mengatakan bahwa ini dilakukan untuk rakyak. Pihak yang menolak kebaikan BBM juga mengatakan hal itu demi rakyat. Kedua belah pihak mengatasnamakan rakyat. Rakyat yang mana? 

Hal itu bukan menjadi pembahasan kita. Yang menjadi permenungan kita, pada umumnya orang menilai bahwa kenaikan BBM dan adanya dana konvensasi BBM untuk rakyat dinilai tidak murni karena perhatian dan pro rakyat, tetapi lebih pada pencitraan. Pencitraan yang dimaksud adalah pihak tertentu yang dalam hal ini pemerintah ingin dipuji atau dihormati sebagai orang yang berpihak kepada rakyat. Dengan kata lain, mereka melakukan semuanya itu demi untuk kepentingan diri sendiri ataupun kepentingan kelompok. 

Memang pada umumnya setiap orang dalam melakukan sesuatu pasti punya tujuan yang hendak dicapai. Tujuang itu bagi masing-masing berbeda, ada yang memang sungguh ingin hidup baik, tetapi ada juga yang melakukan sesuatu perbuatan baik bukan karena perbuatan baik itu tetapi demi mengejar kehormatan dan pujian dari orang lain. Kiranya yang lebih banyak terjadi, orang melakukan perbuatan baik kepada sesama adalah demi mengejar kehormatan dari orang lain. 

Hal demikian sering juga kita temukan ketika adanya pemilihan kepala daerah atau pemiliha legislatif, yakni banyak orang yang mengatakan diri berpihak kepada masyarakat dengan membagi-bagikan uang atau barang demi suatu tujuan untuk kepentingan sendiri atau kelompok. Kalau demikian kebiasaan yang ada dalam hidup kita, tidaklah demikian kiranya yang dilakukan oleh orang beriman. Hari ini Yesus mengajarkan agar hidup iman kita tidak hanya sekedar penampilan saja, dan bukan pula untuk mencari kepentingan sendiri dengan mengharapkan imbalan baik itu dalam hal materi maupun hormat dan pujian dari orang lain. Hendaknya perbuatan baik dan hidup iman kita, kita lakukan dengan tulus, dilandasi oleh iman kepada Tuhan sehingga kita melakukannya semata-mata karena iman, maka kita tidak mengharapkan imbalan dan mencari hormat dari orang lain. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: SELASA 18 JUNI 2013

RENUNGAN HARI BIASA: 
SELASA 18 JUNI 2013 
2Kor. 8: 1-9; Mzm. 146:2,5-6,7,8-9a; Mat. 5:43-48 

BACAAN INJIL: 
Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Karena dengan demikianlah kamu menjadi anak-anak Bapamu yang di sorga, yang menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allahpun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna." 

RENUNGAN: 
Berkata tentang kasih pasti sangatlah mudah, tetapi melakukannya bukanlah semudah mengucapkannya. Seringkali banyak orang berharap dan menuntut orang dikasihi tetapi sulit untuk mengasihi orang lain. Apa yang dikatakan oleh Yesus pada hari ini sungguh mengingatkan kita akan kasih yang tulus kepada semua orang. 

Memang benar bahwa pada umumnya kita hanya mengasihi orang yang mengasihi kita sendiri, rasanya sulit bagi kita untuk mengasihi orang yang tidak mengasihi kita apalagi orang yang menyakiti kita. Yesus menuntut kasih yang lebih mendalam dari kita, bukan hanya sekedar kasih yang berlaku pada umumnya. Justru kasih yang mendalam, dengan juga mengasihi musuh-musuh kita, itu tandanya kita adalah anak-anak Allah. Ajaran ini memang sulit, karena bertolak belakang dengan apa yang kita alami dan dilakukan oleh banyak orang. Bahkan seringkali orang mengatakan dirinya beriman tetapi tidak mengasihi sesamanya. 

Malahan ada pula orang yang sudah dikasihi tetapi malah membalasnya dengan perbuatan yang tidak baik, tidak tahu mengasihi orang yang mengasihinya. Ajaran ini memang sangat sulit bagi kita, namun Yesus tidak hanya sekedar mengajarkan, Dia sendiri sudah memberi contoh teladan kepada kita sendiri. Kalau kita jujur, kita seringkali tidak hidup seturut kehendak-Nya, sehingga bila pikiran Yesus seprerti kita, tentu tidak ada diantara kita yang layak untuk Dia kasihi. Namun syukurlah, Yesus tetap mengasihi kita walaupun kita seringkali mengkhianati Dia. Semoga kitapun berani menerapkan ajaran Yesus ini yang juga sudah diteladankan-Nya kepada kita. Amin.

Berbagi Berita : Paus: Anda tidak boleh melayani dua “tuan”

Paus: Anda tidak boleh melayani dua “tuan” 

 Paus Fransiskus mengatakan orang Katolik tidak boleh menerima penghiburan dari roh dunia ini, tapi dari Roh Kudus. “Anda tidak boleh melayani dua tuan. Anda melayani Tuhan, lalu Anda juga melayani roh dari dunia ini, kita tidak boleh mencampur-adukan,” kata Paus Fransiskus di kapel, Domus Sancta Martha. “Sedikit Roh Kudus, sedikit roh dari dunia ini, tidak!” katanya pada 10 Juni selama homilinya. 

Paus mengatakan bahwa keselamatan itu ada “dalam penghiburan Roh Kudus, bukan penghiburan roh dari dunia ini.” “Keselamatan itu mendorong dan membuka hati kita sehingga orang dapat menerima penghiburan Roh Kudus, yang adalah keselamatan,” kata Paus. “Ini tidak bisa dikompromi, Anda tidak dapat mengambil sedikit dari sini dan sedikit dari sana,” tegasnya. Paus Fransiskus membuat komentar berdasarkan pada bacaan hari itu, 2 Korintus 1 dan Matius 5. Dia menjelaskan bahwa St. Paulus menggunakan kata “penghiburan” beberapa kali dalam bacaan pertama. 

“Ia berbicara kepada orang-orang Kristen yang masih muda iman mereka, orang-orang yang baru saja mulai mengikuti jalan Yesus,” kata Paus. “Mereka adalah manusia normal, tetapi mereka telah menemukan Yesus.” Dia mengatakan ini adalah pengalaman yang mengubah hidup bahwa “kekuatan khusus dari Allah yang dibutuhkan dan kekuatan ini adalah penghiburan.” “Penghiburan adalah kehadiran Allah dalam hati kita, tetapi kita harus membuka pintu,” jelasnya. 

 Paus Fransiskus kemudian menghubungkan bacaan pertama dengan bacaan Injil, yang mengingatkan ketika Yesus menyampaikan ucapan bahagia dalam khotbah di Bukit. Dia menjelaskan bahwa ucapan bahagia adalah “hukum bebas” dan orang “akan tampak konyol” jika tidak membuka hati kita bagi Roh Kudus. “Berbahagialah orang yang miskin, berbahagialah orang yang lemah lembut, berbahagialah orang yang murah hatinya, semuanya itu akan membawa kita kepada kesuksesan,” katanya. “Jika kita tidak memiliki hati yang terbuka dan jika kita tidak mengalami penghiburan dari Roh Kudus, yang adalah keselamatan, kita tidak dapat memahami hal ini,” tambahnya. 

Paus Fransiskus mengatakan ia yakin hati orang-orang yang tertutup terhadap keselamatan karena mereka takut dan orang-orang ingin tetap mengendalikan diri mereka sendiri. “Dalam rangka memahami perintah-perintah baru, kita membutuhkan kebebasan yang lahir dari Roh Kudus, yang menyelamatkan kita, yang menghibur kita dan pemberi kehidupan,” tambahnya. 

RENUNGAN HARI BIASA: SENIN 17 JUNI 2013

RENUNGAN HARI BIASA: SENIN 17 JUNI 2013 
2Kor. 6: 1-10; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Mat. 5:38-42 

BACAAN INJIL: 
Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu. 

RENUNGAN: 

Tidak membalas perbuatan tidak baik dengan tidak baik pula, atau tidak membalas dendam, itulah yang diajarkan Yesus lewat sabda hari ini. Ajaran ini benar walaupun kenyataannya dalam hidup orang seringkali membalas perbuatan tidak baik orang lain dengan perbuatan jahat dan bahkan seringkali lebih tidak baik daripada yang diterima. Hal ini bisa terjadi karena orang berpikir bahwa kalau orang yang berbuat tidak baik, kalau dibaikin terus, mereka akan menjadi-jadi. Atau berpikir membalas perbuatan orang yang tidak baik dengan perbuatan yang serupa supaya mereka sadar dan bertobat. 

 Kalaupun orang tidak dapat membalas perbuatan jahat orang lain dengan perbuatan yang sama, seringkali orang membalasnya dengan bersikap dendam terhadap orang itu yakni dengan memendam rasa benci, berharap sesuatu yang tidak baik terhadap orang itu dan ketika orang itu mengalami celaka, dia merasa puas. Inilah kenyataan hidup yang terjadi. Namun sabda Yesus hari ini mengajarkan agar kita tidak hanya sekedar tidak membalas dendam terhadap orang yang melakukan perbuatan yang tidak baik kepada kita, tetapi lebih dari itu, yakni membalas perbuatan jahat orang lain dengan perbuatan yang baik kepada mereka. Tidak membalas dendam, tidak hanya sekedar tidak melakukan hal yang sama terhadap orang yang menyakiti kita, tetapi berbuat baik kepada orang itu. 

Dengan tidak membalas dendam bukan berarti kita kalah, tetapi justru kita menjadi pemenang: kita menang atas rasa benci yang berusaha tertanam dalam hati kita, kita menang atas kejahatan orang lain yang mungkin juga berhadap kita melakukan hal yang sama. Ajaran ini tentu sulit, tetapi inilah ajaran cinta kasih yang diajarkan dan diteladankan oleh Yesus kepada kita. Semoga kita berusaha menghayati ajaran ini. Kita membalasa perbuatan tidak baik dari orang lain atas kita justru dengan berbuat baik kepada mereka. Biarlah Tuhan yang mengubah mereka lewat kebaikan yang kita lakukan.

RENUNGAN HARI BIASA: SABTU 16 JUNI 2013

RENUNGAN HARI BIASA: SABTU 16 JUNI 2013 
 2Kor. 5: 14-21; Mzm. 103:1-2,3-4,8-9,11-12; Mat. 5:33-37 

BACAAN INJIL: 
Kamu telah mendengar pula yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan bersumpah palsu, melainkan peganglah sumpahmu di depan Tuhan. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah sekali-kali bersumpah, baik demi langit, karena langit adalah takhta Allah, maupun demi bumi, karena bumi adalah tumpuan kaki-Nya, ataupun demi Yerusalem, karena Yerusalem adalah kota Raja Besar; janganlah juga engkau bersumpah demi kepalamu, karena engkau tidak berkuasa memutihkan atau menghitamkan sehelai rambutpun. Jika ya, hendaklah kamu katakan: ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan: tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat. 

RENUNGAN: 
Mendengar kata sumpah, kita mungkin teringat dengan yang namanya “sumpah pocong”. Sepertinya ritual ini dilakukan ketika seseorang ingin membuktikan suatu kebenaran bahwa dirinya tidak melakukan suatu kebohongan. Saya tidak tahu gimana ritualnya, tetapi yang jelas, ritual ini dilaksanakan untuk mengungap suatu kebohongan. Ada pula yang demi menyatakan kejujuran, menggukan kata-kata, ‘Demi Tuhan’. Memang kejujuran itu harus ditegakkan. 

Tapi apakah untuk mengungkapkan suatu kebenaran atau kejujuran, orang harus melakukan sumpah pocong atau bersumpah demi Allah? Dalam injil hari ini Yesus mengajarkan agar kita tidak bersumpah demi Allah atau demi yang lain. Bukan berarti bahwa kejujuran dan kebenaran itu tidak perlu. Malahan Yesus menegaskan bahwa kita harus berkata dan melakukan kejujuran dan kebenaran. Yesus mengajarkan agar kita mengatakan ‘ya’ jika ‘ya’ dan tidak jika tidak. 

Kebenaran, kejujuran haruslah kita lakukan dalam hidup ini. Meskipun seringkali kebenaran dan kejujuran berbenturan dengan kebohongan atau orang-orang yang tidak menghendaki suatu kebenaran atau kejujuran. Bahkan seringkali begitu sulitnya mengatakan yang benar atau jujur, karena akan mendatangkan sakit hati dari orang yang tidak menghendakinya. Walaupun demikian, kita harus tetap melakukan kebenaran dan berani berkata jujur. Untuk itu kita tidak perlu sampai bersumpah segala. Sebab bisa saja orang melakukan sumpah entah apapun bentuknya hanya untuk menutupi kebohongan. Pasti tidak sedikit orang yang bisa dengan mudah bersumpah, padahal mereka sebenarnya berbohong dan tidak jarang orang dengan mudah bersumpah tetapi dengan mudah pula mengingkari sumpahnya. 

Oleh sebab itulah, Yesus menegaskan bahwa kita tidak perlu bersumpah untuk menyatakan seuatu kebenaran dan kejujuran, biarlah Tuhan yang mengetahui kebenaran dan kejujuran yang kita lakukan. Kebenaran dan kejujuran yang kita lakukan pada akhirnya akan menang, dan bisa dilihat orang lain bila apa yang kita katakan sesuai dengan hidup kita. Amin.

Berbagi Berita : Penyerangan saat diskusi keagamaan tuai kecaman

Penyerangan saat diskusi keagamaan tuai kecaman 

Massa menyerbu ruang diskusi tentang teologi Islam-Kristen Aksi perusakan dan pembubaran acara diskusi lintas agama oleh sekelompok orang di Wisma Keuskupan Surabaya, dikecam oleh sejumlah kalangan. Mereka menuduh aksi itu dilakukan oleh kelompok anti-demokrasi. 

 Ketua Pengurus Pusat Pagar Nusa, Mohammad Hasanuddin Wahid, mengatakan, aksi itu bertentangan dengan nilai ajaran Islam, antidemokrasi, dan bahkan melanggar HAM. Pihaknya meminta polisi menindak tegas aksi main hakim sendiri oleh kelompok tersebut. Sebab, aksi itu sama saja dengan mengebiri tugas polisi sebagai aparat keamanan dan ketertiban yang sah dan diakui negara. 

Hal yang sama juga disampaikan Pengurus Gerakan Pemuda Ansor Surabaya. “Kami meminta pemerintah tegas menyikapi ini secara hukum yang berlaku,” kata Ketua GP Ansor Surabaya, Mohammad Asrori. Seperti dilansir kompas.com, sebelumnya sekelompok massa dikabarkan telah merusak acara dialog teologis Islam-Kristen, Textual Criticism: Membedah Beragam Varian Teks-teks Alkitab dan Al Qur an, dengan narasumber Ulil Abshar Abdalla dan Bambang Noorsena, Selasa (11/6/2013) kemarin, di Wisma Keuskupan, Jalan WR Supratman 4, Surabaya. 

 Dari informasi yang dihimpun Kompas.com, beberapa kelompok penyerang masuk ke ruang acara beberapa saat setelah acara ditutup. Mereka berlaku kasar, menyita makalah, membentak, dan memaksa panitia dialog pergi ke kantor polisi. Beberapa panitia lalu dibawa ke kantor polisi dengan dikawal kelompok penyerang. Mulanya acara digelar di Rumah Makan Forum di Jalan Margorejo, Surabaya. 

Namun, pihak rumah makan tidak bersedia karena dikabarkan telah mendapatkan ancaman dan tekanan dari sekelompok orang. Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Suparti membenarkan adanya insiden itu. Pihaknya mengaku sudah bersiaga di lokasi. “Tetapi, kami tidak tahu ada kelompok lain di sana yang menyerbu dan melakukan penyerangan di sana,” katanya ketika dikonfirmasi, Rabu (12/6/2013).
Disadur dari: indonesia.ucanews.com

RENUNGAN HARI BIASA: JUMAT 14 JUNI 2013

RENUNGAN HARI BIASA: JUMAT 14 JUNI 2013 
(Elisa, Gerardus) 
2Kor 4:7-15; Mzm. 116:10-11,15-16,17-18; Mat. 5:27-32 

BACAAN INJIL: 
Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka. Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka. Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah. 

RENUNGAN: 
Apa yang kelihatan, belum menyatakan yang sebenarnya. Orang sering menilai seseorang dari apa yang kelihatan oleh mata, kurang melihat niat atau dibalik dari yang kelihatan itu. Oleh sebab itu seringkali orang sibuk meperhatikan penampilan luar, kurang peduli dengan kedalaman hati. Kalau orang seringkali memperhatikan penampilan luar, tetapi hari ini kembali Yesus menekankan perlunya memperhatikan kesucian atau ketulusan hati. Ketulusan hati akan terpancar keluar dalam perbuatan dan penampilan kita. Yesus melihat kedalaman hati, bukan penampilan luar saja. Sebab bisa saja orang penampilan luarnya sungguh baik, tetapi nyatanya hatinya jahat atau tidak baik. Contoh dalam hal ini tidak sulit kita temukan dalam hidup sekarang ini. Begitu banyak orang yang tampak luarnya sungguh mengagumkan, perkataannya juga begitu indah, namun ternyata mereka itu tersandung korupsi dan melakukan kejahatan. 

Hendaknya tidak demikian dengan kita. Untuk itu Yesus mengatakan bahwa setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya. Itu berarti sejak orang masih berniat dalam hati, belum melakukannya, dia sudah berdosa. Lebih lanjut Yesus menagaskan betapa perlunya kita menjaga kesucian dan kekudusan hidup kita. Lewat sabda ini, Yesus mengajak kita agar kita memelihara dan menggunakan hidup kita untuk memuliakan Tuhan. Untuk kita yang lebih utama kita perhatikan adalah memelihara kesucian atau kekudusan hati. Cara untuk memelihara kesucian hati adalah dengan semakin mendekatkan diri dengan Tuhan. Bila setiap hari kita berusaha mendekatkan diri dengan Tuhan dan berusaha melaksanakan sabda-Nya, tentu kita terhindar dari pikiran dan niat-niat jahat. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: KAMIS 13 JUNI 2013

RENUNGAN HARI BIASA: KAMIS 13 JUNI 2013 
(Peringatan Wajib St. Antonius dr Padua) 
2Kor. 3:15 - 4:1,3-6; Mzm. 85:9ab-10,11-12,13-14; Mat. 5:20-26 

BACAAN INJIL: 
Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas. 

RENUNGAN: 
Orang bilang bahwa semua agama itu baik, mengajarkan kebaikan dan percaya kepada Tuhan. Mungkin ada benarnya, namun tetap ada bedanya. Yang membedakannya tentu bukanlah terutama dari ajarannya tetapi dari perliku hidup orang beriman yang mengimani ajaran iman agama tertentu. Kebaikan dan kebenaran iman itu tampak dalam perbuatan nyata dalam hidup sehari-hari. 

Di dalam Injil hari ini, Yesus mengingatkan agar hidup kegamaan para murid harus lebih benar dari hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Yesus memandingkan hidup keagamaan para murid dibandingkan dengan hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, karena ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu sungguh mengusai ajaran iman dan taat pada aturan agama. Namun mereka itu melakukan semuanya itu bukan karena iman, tetapi demi mendapatkan kehormatan dan pujian dari banyak orang. Bahkan seringkali mereka melakukannya itu demi menutupi kejahatan mereka. Yesus mengharapkan bahwa hidup keagamaan para murid hendaknya tidaklah demikian. 

Para murid hendaknya sungguh melaksanakan hidup imannya bukan karena mencari kehormatan, tetapi sungguh karena percaya kepada Tuhan. Hidup keagamaan itu hendaknya bukan hanya formalitas, tetapi keluar dari ketulusan hati. Kiranya sabda Yesus hari ini harus kita renungkan. Sebab banyak orang yang merasa diri bahwa beriman itu hanya urusan pribadi dan hanya soal ritus dan ajaran iman. Tidak sedikit orang mengatakan dirinya beriman, sungguh mengetahui banyak ajaran iman, aktif dalam kegiatan gereja, tetapi hidup mereka tidak lebih baik dari orang yang tidak mengenal Tuhan. 

Banyak orang melakukan hidup keagamaannya bukan karena iman tetapi hanya mengisi waktu luang, mengisi kekosongan diri atau pelarian diri waktu kosong dan ada pula yang hanya untuk mendapatkan pujian. Orang yang demikian akan tampak dalam perilaku hidup yang tidak punya cinta kasih kepada sesama, tidak ada kepekaan, kepedulian dan kerelaan untuk membantu orang lain. Bahkan seringkali terjadi, justru orang yang dianggap tidak beriman, malah melakukan perbuatan cinta kasih. 

Oleh karena itu, mari kita renungkan sabda Yesus, “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.” Maka mari kita nyatakan iman kita dengan perbuatan baik kepada sesama. Amin.

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)