Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: RABU 12 JUNI 2013

RENUNGAN HARI BIASA: RABU 12 JUNI 2013 
(Laurensius Maria Salvi, Fransiskus Kesy, Yohanes dr Sahagun, Hilarius Januszewski, Aleydis, Yolenta, Florida) 
2Kor. 3: 4-11; Mzm. 99:5,6,7,8,9; Mat. 5:17-19 

BACAAN INJIL: 
"Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi. Karena itu siapa yang meniadakan salah satu perintah hukum Taurat sekalipun yang paling kecil, dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah di dalam Kerajaan Sorga; tetapi siapa yang melakukan dan mengajarkan segala perintah-perintah hukum Taurat, ia akan menduduki tempat yang tinggi di dalam Kerajaan Sorga. 

RENUNGAN: 
Baru-baru ini dalam salah satu berita, saya membaca demonstrasi atau penolakan dari beberapa kaum wanita yang mengatakan bahwa Shyariat Islam yang diterapkan di serambi Mekkah Aceh sungguh menganaktirikan kaum perempuan. Mereka mengatakan bahwa banyak peraturan yang dibuat pemerintah sangat merugikankaum perempuan. Ini tentu sebagian kecil dari banyak peraturan dibuat yang seringkali dikatakan demi kehidupan bersama, namun kenyataannya merugikan banyak orang atau hanya menguntungkan orang-orang tertentu. 

Pada saat demikian, seringkali muncul orang yang memanfaatkan situasi demi kepentingannya dengan sekan menyuarakan kepentingan rakyat dengan menolak peraturan yang dianggap merugikan rakyat banyak. Mungkin ini yang terjadi ketika pemerintah berencana menaikkan BBM, ada partai yang dengan gencar menolak keputusan pemerintah untuk menaikkan BBM. Dalam situasi demikian, memang tampilnya orang yang menolak peraturan dan menyuarakan suara rakyat pasti akan membuat rakyat senang. 

Demikian kiranya yang dialami oleh Yesus. Yesus dalam tindakan-Nya dianggap orang banyak seringkali bertolak belakang dengan peraturan yang berlaku saat itu, sehingga orang banyak menganggap bahwa Yesus akan meniadakan atau menghapus Hukum Taurat. 

Namun dengan tegas Yesus mengatakan bahwa Dia tidak akan meniadakan Hukum Taurat tetapi justru menggenapinya. Yang dimaksud dengan menggenapi adalah memperbaiki dan meluruskan sesuati dengan maksud dari hukum taurat itu sendiri. Pada zaman itu, hukum Taurat disalah tafsirkan demi kepentingan orang-orang tertentu, banyak peraturan yang dibuat yang tidak lagi memperhatikan kepentingan rakyat dan tidak lagi memperhatikan cinta kasih. 

Oleh sebab itu, Yesus mau menggenapi bahwa hukum Taurat itu dasarnya adalah cinta kasih. Hukum Taurat itu baik, namun disalahgunakan orang-orang tertentu demi kepentingan mereka sendiri. Hal demikian juga yang sering kali terjadi dalam hidup sekarang ini. Lewat sabda Yesus hari ini, kita patur bersyukur karena Yesus Tuhan yang mengutamakan cinta kasih di atas hukum. Coba kalau Yesus mengutamakan hukum, tentu kita semua pasti mendapat hukuman dan tidak ada yang layak di hadapan Tuhan. Hukum yang ada pada Tuhan adalah hukum cinta kasih. 

Dengan demikian, baiklah kita juga mengutamakan cinta kasih kepada sesama dalam hidup kita. Janganlah kita melakukan segala sesuatu hanya untuk mencari kepentingan diri sendiri atau kelompok, tetapi harus demi kepentingan banyak orang dan dilandasi oleh cinta kasih kepada sesama. Amin.

DI DEPAN MISTERI KEMATIAN

DI DEPAN  MISTERI  KEMATIAN

Rahasia kematian hari-hari ini menyapaku, amat menggugat dalam tanya dan memaksa merenunginya dalam rahasia agung Si Empunya kehidupan Tuhan Allah kita. Betapa tidak, seorang sahabat yang menjadi ibu keluarga bagi suami yang diplomat dengan dua putri dan satu putranya, dipanggil Tuhan begitu lekas dalam hitungan mingguan mendekati satu bulan karena kanker getah bening. 
Anak-anak itu satu per satu disapa dididik dengan mandiri oleh sang ibu; dikenalkan dengan makanan kesukaan masing-masing dan disiapkan dengan perkembangan pendidikan watak yang mandiri. Mereka juga menyayangi adik serta menghormati dan cinta ke orang tua dengan dialog-dialog terbuka membahas masalah dari yang sepele sampai yang berat. 

Bila diekstremkan, seluruh waktu si ibu diberikan pada keluarga dan anak-anak, mulai dari mengantar dan menjemput sekolah sampai menemani menjadi guru. Anak yang paling kecil dan duduk di bangku TK menjelang SD, meski lebih pintar berbahasa Inggris, tetap diajari bahasa Indonesia. 

 Maka ketika tiap kali menjadi tamu mereka di luar negeri, saya menemukan rumah dengan oase segar rohani. Karena tiap kali diundang oleh mereka untuk misa ibadah bersama, dilanjutkan dengan makan penuh syukur. 

Namun, itulah tadi, sang ibu sampai tidak memperhatikan dirinya sendiri. Suara bagus dan koor serta solislah satu-satunya ruang ia memuji Yang Ilahi dengan suara amat merdu. Ini menjadi sanctuary bagi spiritualitasnya dengan tangan jemari menderaskan Rosario doa untuk Bunda Maria agar menuju Yesus Tuhan; menjadi curahan hati dan rasa perasa yang hanya ia sendiri yang tahu di saat akhirnya ia tahu kanker getah bening akut menjalarinya. 

Dalam hening di misa requiem kematian, di RS Panti Rapih, Yogyakarta, ia tampaknya minta ke Tuhan untuk hari pemakamannya pada Minggu, 12 Mei 2013. Betapa dahsyat 

“banyak kebetulan-kebetulan yang merupakan tanda-tanda dari langit” karena udara cerah sekali hari itu. “Kebetulan” rekan-rekan suami yang di Departemen Luar Negeri berkumpul di Yogya, ada yang mantu sehingga kebanyakan mereka bisa hadir di sekitar peti pembaringannya yang wajahnya semakin siang semakin “tersenyum” seakan-akan memberi tahu untuk tidak bersedih. 

Wajah itu semakin “tersenyum” saat penantian putrinya yang ditunggu dari Kanada mendekati kedatangannya. Ada kebetulan aneh pula saat Sabtu-nya, jadi sehari sebelum di Yogya Panti Rapih, ada pertemuan reuni eks siswi-siswi SMP Santa Maria, teman-teman SMP-nya dahulu. 

Menjamah misteri kematian, terasakanlah misteri “kehadiran” atau presence dan “ketidakhadiran” atau absence. 

Mengapa ia dipanggil dari antara kami justru saat ia selalu mengusahakan agar kami semua sehat dan tidak sakit? Ia bersikap seperti Bunda Maria yang selalu menyimpan semuanya dengan diam mengheningkannya dalam doa dalam cakap-cakap dengan Tuhan sendiri. 

 Hari-hari ini pasti ketidakhadiran dirasakan sekali oleh anak-anak tercinta dan suami serta kami yang ditinggalkan. Being absent physically, pengalaman merasai absennya dalam sapa-sapa yang biasanya dirasakan oleh si kecil bungsu, si nomor dua lelaki dan si sulung yang ketika sudah datang dari terbang jauh ke tanah air lalu merangkul adik-adiknya dan bersama sang ayah menciumi ibu terus dengan bahasa hening mencekam Tuhan menghadapnya. 

Terasa sekali bagaimana dalam kitab suci Yesus yang menangisi kematian sahabat-Nya Lazarus di depan saudari-saudarinya Lazarus, yaitu Maria dan Marta. Suasana serupa hanya bisa ditangkap maknanya dalam iman akan kebangkitan manakala Yesus menyatakan “saudaramu akan bangkit”. Jadi yang absen adalah sosok fisik dan yang hadir adalah “ruh” yang didoakan semua dalam misa kudus untuk diampuni kesalahan dan diterima di pangkuan Allah di Surga. 

Dalam kematian yang “merenggut” seperti memutuskan langkah sesungguhnya justru ditunjukkanlah bahwa semua ada waktunya. Semua dibuat indah menurut kehendak-Nya (bukan kehendak kami manusia dan bukan pula tafsir waktu kami!) dibuat indah pada waktunya. 

Di sinilah terjawab bahwa kebetulan-kebetulan tadi menyatu di depan misteri kematian, hening merenungi selesainya tugasmu sebagai ibu yang hadir di dunia untuk anak-anakmu dan suami. Namun pada saat yang sama, engkau “hadir” kembali dengan pendampingmu, doamu, penyertaanmu lebih dekat dengan Tuhan kita. Kini anak-anak dan kami dengan berbahasa doa terus kauantarkan ke Tuhan dan bisa kami mintai tolong bahkan dalam suka dan duka hidup melaksanakan tugas panggilan ini sampai nanti pada saatnya kita masing-masing juga pasti akan kembali ke rumah Bapa tanpa tahu kapan itu terjadi. Karena itu kematianmu menjadi jalan iman menuju kebangkitan seperti janji Yesus yang setelah mati disalib. 

Dia pergi ke rumah Bapa menyediakan tempat bagi kita semua. Karena itu pula meski kami sedih, namun engkau terus hadir spiritually karena kami boleh meneladanmu dalam menjadi butir gabah yang mengorbankan diri untuk mencintai keluargamu, jatuh ke tanah dan mengelupas agar tumbuh padi-padi baru, ya anak-anakmu, suami dan kami semua yang dengan “mata iman baru” disadarkan di depan kematian bahwa kami terus sedang dalam perjalanan atau ziarah. 

Ziarahmu dengan suami dan anak-anak sebagai tim perjalanan tugas benar-benar kau hayati dari negara yang satu ke negara yang lain dan kini pasti pula “secara ruh” hadirmu akan menyertai suami, anak-anak dan mereka yang menyertaimu untuk terus berziarah dan bepergian nanti ke tujuan akhir kembali ke rumah Bapa. Doakan kami, doakan agar tempat di surga selalu ada untuk kami karena Yesus pergi ke Bapa bersamamu untuk menyediakan tempat di rumah Bapa. Selamat jalan dan selamat bertemu Bapa di Surga Icus. *Dalam Peringatan 7 harinya 17 Mei 2013, Mudji Sutrisno SJ adalah Budayawan.

Artikel ini telah diterbitkan oleh shnews.co pada 8 Juni 2013
Disadur dari: www.cathnewsindonesia.com

RENUNGAN HARI BIASA: SELASA 12 JUNI 2013

RENUNGAN HARI BIASA: SELASA 12 JUNI 2013 
(Peringatan Wajib St. Barnabas) 
Kis. 11:21b-26; 13:1-3; Mzm. 98:2-3ab,3c-4,5-6; Mat. 10:7-13 

BACAAN INJIL: 
Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma. Janganlah kamu membawa emas atau perak atau tembaga dalam ikat pinggangmu. Janganlah kamu membawa bekal dalam perjalanan, janganlah kamu membawa baju dua helai, kasut atau tongkat, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Apabila kamu masuk kota atau desa, carilah di situ seorang yang layak dan tinggallah padanya sampai kamu berangkat. Apabila kamu masuk rumah orang, berilah salam kepada mereka. Jika mereka layak menerimanya, salammu itu turun ke atasnya, jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. 

RENUNGAN: 
Mungkin setiap kali kita mendengarkan kata mewartakan Injil atau Kerajaan Allah, kita langsung berpikir bahwa tugas ini bukan tugas yang diperuntukkan bagi semua orang, tetapi hanya untuk orang-orang tertentu, yang dikhususkan untuk itu. Adapula yang berpikir bahwa tugas ini hanya untuk orang-orang yang mempunyai karunia khusus. Apapun pemikiran kita, tugas mewartakan Kerajaan Allah ditujukan bagi semua orang yang percaya kepada Yesus. Bahkan panggilan mengikuti Yesus sekaligus menuntut kesediaan dalam perutusan mewartakan Kerajaan Allah. Mewartakan Kerajaan Allah yang diminta oleh Yesus tidak hanya seperti yang kita pikirkan. 

Sebagaiman kita dengarkan dalam injil, Yesus mengutus para murid untuk mewartakan Kerajaan Allah dengan membangkitkan orang mati; mentahirkan orang kusta; mengusir setan-setan. Perintah ini tidak boleh kita terjemahkan secara harafiah dengan pemikirna bahwa mewartakan Kerajaan Allah berarti kita seperti tabib atau bahkan seperti seorang dukun. Namun yang mau dikatakan adalah bahwa dalam tugas mewartakan Kerajaan Allah, Yesus meminta kita menghargai hidup, peduli dengan sesama yang sakit dan kabar sukacita kepada sesama. Intinya kita diminta membawa kebaikan kepada sesama. 

Lebih lanjut Yesus memberi syarat dalam tugas pewartaan yakni agar dalam pewartaan tidak membawa bekal dalam perjalanan. Ini menyiratkan bahwa dalam pewartaan harus mengandalkan Tuhan sehingga tidak perlu khawatir akan bagaimana kita mewartakan Kerajaan Allah dan tidak perlu takut, karena Tuhan pasti akan membantu serta menolong kita. Dalam tugas pewartaan tersebut, kita hendaknya mlakukannya dengan tulus, tanpa mengharapkan imbalan dari tugas itu. Hal ini dikatakan Yesus dengan ungkapan, “Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma” Namun ungkapan ini juga menyirakan bahwa kita sudah beroleh rahmat dari Tuhan, rahmat itu juga harus kita bagikan kepada sesama kita lewat pewartaan Kerajaan Allah. Amin.

RENUNGAN HARI BIASA: SENIN 10 JUNI 2013

RENUNGAN HARI BIASA: 
SENIN 10 JUNI 2013 
2Kor. 1: 1-7; Mzm. 34:2-3,4-5,6-7,8-9; Mat. 5:1-12 

BACAAN INJIL: 
Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan.. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu." 

RENUNGAN: 

Semua orang pasti ingin hidup bahagia. Tapi arti kebahagiaan dan jalan menuju kebahagiaan itu bisa berbeda bagi masing-masing orang. Banyak orang menawarkan arti dan jalan beroleh hidup bahagia. Kalau setiap ditanya apa arti kebahagiaan, pasti masing-masing orang punya jawaban yang berbeda, demikian juga halnya dengan jalan menuju hidup bahagia. Dunia juga dengan sangat menarik menawarkan arti dan jalan beroleh hidup bahagia. Apa yang ditawarkan oleh dunia adalah kebahagiaan semu. 

Kebahagiaan sejati hanya diperoleh dengan persatuan dengan Tuhan dan hanya jalan yang diajarkan oleh Tuhanlah orang akan sampai dan beroleh kebahagiaan sejati. Memang arti dan jalan yang ditawarkan oleh Yesus sungguh bertolak belakang dengan apa yang ditawarkan dan dipikirkan oleh dunia, sebagaimana kita dengarkan dalam injil hari ini (Mat. 5:1-12). Yesus mengajarkan sabda bahagia ini bukanlah hanya penghibur bagi orang-orang yang menderita pada waktu itu, tetapi sungguh suatu ajaran yang nyata. 

Sabda bahagia ini sungguh mendalam, sehingga tidak mungkin diterangkan dalam renungan singkat ini. Secara singkat dapat kita renungkan bahwa jalan untuk beroleh bahagia adalah sikap rendah hati di hadapan Tuhan. Sikap rendah hati berlawanan dengan sikap sombong. Sikap sombong membuat orang merasa dirinya hidup, mampu hidup dan melakukan semuanya hanya dengan mengandalkan kekuatannya, tidak membutuhkan orang lain dan juga Tuhan. Orang demikian pada akhirnya tidak menghargai orang lain. Orang yang tidak menghargai orang lain, pasti tidak akan pernah disukai oleh banyak orang. Untuk beroleh kebahagaiaan hidup kita juga harus berjuang dan mungkin akan mengalami dukacita. Namun bila kita tetap setia pada Tuhan, Tuhan sendiri akan menghibur. 

Lebih lanjut dalam sabda bahagia berikutnya Yesus mengajarkan kepada kita agar kita beroleh hidup bahagia, kita hidup seturut ajaran-Nya dan meneladan hidup-Nya yakni memiliki sikap lemah lembut, hidup benar dan berpihak kepada kebenaran, bersikap murah hati kepada sesama, memelihara kesucian hati, membawa damai kepada sesama, dan rela berkorban demi iman. Semuanya ini memang terasa berat dan juga berbeda dengan apa yang ditawarakan oleh dunia. Namun bila kita sungguh percaya dan menghayati apa yang diwartakan oleh Yesus, kita akan sampai dan beroleh kebahagiaan sejati yang tidak bisa diberikan oleh dunia. Amin.

RENUNGAN HARI MINGGU: 9 JUNI 2013

RENUNGAN HARI MINGGU: 9 JUNI 2013 
(HARI MINGGU BIASA X) 
1Raj. 17:17-24; Mzm. 30:2,4,5-6,11,12a,13b; Gal. 1:11-19; Luk. 7:11-17 

BACAAN INJIL : Luk. 7:11-17 
“Hai pemuda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!"

Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!" Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!" Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya." Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya. 

 RENUNGAN: 
Para Saudara yang dikasihi Tuhan. Yesus adalah Tuhan yang sungguh berbelas kasih, Dia peduli dengan hidup kita dan akan senantiasa berbuat demi kebahagiaan kekal kita. Di dalam Injil hari ini kepada kita deperdengarkan kisah tentang Yesus yang menghidupkan kembali seorang pemuda dari Naik, anak satu-satunya dari seorang janda. Anak muda itu sudah diusung ke pemakaman untuk dimakamkan dan diaktakan bahwa ibunya yang seorang janda menangis sepanjang jalan. 

Kita pasti bisa mengerti dan merasakan bagaimana kesedihan ibu janda yang mengalami kematian anak laki-lakinya dan itu anak satu-satunya. Bagi janda itu, anak itu tentu menjadi harapan satu-satunya di masa tuanya kelak. Namun ternyata anaknya itu mati. Kematian anaknya itu, bagi wanita janda itu juta kematian harapan hidupnya kelak. Oleh sebab itulah kita bisa merasakan kesedihan mendalam wanita itu atas kematian anak laki-lakinya itu. Ketika itu Yesus bersama rombongan itu sedang lewat dari tempat itu. Yesus meleihat kesedihan wanita janda itu dan sungguh merasakan kesedihan wanita itu, sehingga injil mengatakan bahwa hati Yesus tergerak oleh belaskasihan. 

Yesus mendekati wanita itu memberi penghiburan dengan mengatakan, "Jangan menangis!" Yesus juga tidak sekedar berbelas kasih dengan hanya menghibur wanita itu, tetapi Yesus berbuat nyata dengan menghidupkan kembali anaknya dengan berkata, "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!" Anaknya itupun akhirnya hidup kembali dan berkata-kata, dan Yesus menyerahkan pemuda itu kepada ibunya. Wanita itu tentu sangat berbahagia dan harapannya yang sempat hilang atas kematian anaknya itu pasti bengkit kembali karena anaknya hidup kembali. Namun jelas bahwa karena perbuatan kasih dari Yesus, ibu itu yang sudah kehilangan harapan, akhirnya beroleh hidup baru. Kisah inji hari ini sungguh mengambarkan pengalaman hidup kita. 

Semua orang pasti tidak pernah lepas dari persoalan dan penderitaan hidup. Ketika kita mengalami semuanya itu, apalgi penderitaan yang sungguh berat, bisa membuat kita sangat bersedih dan bahkan tidak jarang orang jatuh pada rasa putus asa, seakan tidak ada lagi harapan dan semangat untuk hidup. Pada saat demikian, kitapun bisa jatuh pada pemikiran bahwa tidak ada lagi orang yang peduli dengan hidup kita dan bahkan merasa Tuhanpun tidak lagi peduli dengan hidup kita. Rasa putus asa yang mendalam bisa membuat otang akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri. Namun lewat injil hari ini kepada kita dinyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan yang sungguh berbelas kasih kepada kita. Balaskasih Yesus kepada kita dinyatakan dengan kepedulian dan itu tidak hanya dengan kata-kata tetapi juga dengan perbuatan nyata. Keyakinan ini hendaknya kita sadari dan hayati. Yakinlah bahwa Yesus selalu peduli dengan hidup kita, Dia tidak pernah meninggalkan kita dan bahkan tidak akan pernah membiarkan kita seorang diri dalam menghadapi semuanya itu. 

Apa yang dilakukan oleh Yesus kepada janda itu, juga berlaku hingga sekarang dan sampai selama-lamanya. Yesuspun pasti akan datang untuk menghibur kita dengan berkata, “Jangan menangis!” dan Yesus pun akan berbuat sesuatu supaya kita bangkit dan hidup kembali. Lebih dari itu Dia akan berbuat agar kita beroleh hidup dan semangat baru. Dalam hal ini dari kita dituntut keyakinan dan senantiasa berserah diri pada kuasa dan kasih Tuhan. 

Para Saudara yang dikasihi Tuhan. Yesus sungguh berbelas kasih kepada kita, maka baiklah kiranya kita juga berbelas kasih kepada sesama kita terutama mereka yang sedang menderita dan hampir putus asa. Di sekitar kita tentu banyak orang yang mengalami penderitaan yang mendalam dan membutuhkan belaskasih dari Tuhan. Tugas kitalah yang harus menyatakan belaskasih Tuhan kepada saudara kita yang demikian. Janganlah kiranya kita malah tidak peduli dengan sesama kita, orang-orang di sekitar kita yang menderita. Juga baiklah kita berbelas tidak hanya sekedar kata-kata, tetapi berbuat nyata sehingga orang yang sudah kehilangan harapan dan semangat hidup akhirnya bangkit kembali karena kasih Allah yang kita berikan kepada mereka. Amin.

BACAAN HARI MINGGU: 9 JUNI 2013 (HARI MINGGU BIASA X)

BACAAN HARI MINGGU: 9 JUNI 2013
(HARI MINGGU BIASA X)
1Raj. 17:17-24; Mzm. 30:2,4,5-6,11,12a,13b; Gal. 1:11-19; Luk. 7:11-17

BACAAN I: 1Raj. 17:17-24

 “Ia anakmu, ia sudahhidup!”

Sekali peristiwa anak dari janda di Sarfat yang menjamu Elia jatuh sakit dan sakitnya itu sangat keras sampai tidak ada nafasnya lagi. Kata perempuan itu kepada Elia: "Apakah maksudmu datang ke mari, ya abdi Allah? Singgahkah engkau kepadaku untuk mengingatkan kesalahanku dan untuk menyebabkan anakku mati?" Kata Elia kepadanya: "Berikanlah anakmu itu kepadaku." Elia mengambilnya dari pangkuan perempuan itu dan membawanya naik ke kamarnya di atas, dan membaringkan anak itu di tempat tidurnya. Sesudah itu ia berseru kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, Allahku! Apakah Engkau menimpakan kemalangan ini atas janda ini juga, yang menerima aku sebagai penumpang, dengan membunuh anaknya?" Lalu ia mengunjurkan badannya di atas anak itu tiga kali, dan berseru kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, Allahku! Pulangkanlah kiranya nyawa anak ini ke dalam tubuhnya." TUHAN mendengarkan permintaan Elia itu, dan nyawa anak itu pulang ke dalam tubuhnya, sehingga ia hidup kembali. Elia mengambil anak itu; ia membawanya turun dari kamar atas ke dalam rumah dan memberikannya kepada ibunya. Kata Elia: "Ini anakmu, ia sudah hidup!" Kemudian kata perempuan itu kepada Elia: "Sekarang aku tahu, bahwa engkau abdi Allah dan firman TUHAN yang kauucapkan itu adalah benar."

MAZMUR TANGGAPAN: Mzm. 30:2,4,5-6,11,12a,13b

ULANGAN: Aku hendak memuji nama-Mu ya Tuhan, selama-lamanya.
Ayat:
1.Aku akan memuji Engkau, ya Tuhan, sebab Engkau telah menaik aku ke atas, dan tidak membiarkan musuh-musuhku bersukacita atas diriku. Tuhan, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan daku di antara mereka yang turun ke liang kubur.

2. Nyanyikanlah mazmur bagi Tuhan, hai orang-orang yang dikasihi oleh-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus! Sebab hanya sesaat Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan menjelang pagi terdengar sorak-sorai.

3. Dengarlah, Tuhan, dan kasihanilah aku. Tuhan, jadilah penolongku! Aku yang meratap Kauubah menjadi orang yang menari-nari. Tuhan, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu.

BACAAN II : Gal. 1:11-19
“Ia berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam diriku supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi.”

 Saudara-saudaraku, aku menegaskan kepadamu, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus. Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya. Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku. Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia; juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik. Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya. Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus.

BACAAN INJIL : Luk. 7:11-17
“Hai pemuda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!

Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong. Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu. Dan ketika Tuhan melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: "Jangan menangis!" Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: "Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!" Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: "Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita," dan "Allah telah melawat umat-Nya." Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya.

Paus Fransiskus: Orang Katolik korup merusak Gereja

Paus Fransiskus: Orang Katolik korup merusak Gereja

Orang-orang Katolik yang “korup” akan membawa dampak kerusakan serius bagi Gereja, kata Paus Fransiskus, awal pekan ini. Dalam homilinya pada Misa di Domus Sanctae Marthae, kediamannya, ia menjelaskan ada “tiga jenis orang Kristen dalam Gereja: orang berdosa, orang korup dan orang saleh”.

Mengacu pada Perumpamaan tentang Talenta dalam bacaan hari itu, ia mengatakan bahwa para koruptor diwakili oleh mereka dalam perumpamaan yang ingin “menguasai kebun anggur dan telah kehilangan hubungan mereka dengan Tuhan”. Ia mengatakan, “Orang tergelincir di atas kemandirian, kemandirian dalam hubungan mereka dengan Tuhan. Kami tidak membutuhkan Tuhan.”

 “Mereka yang berdosa sama seperti kita semua, tetapi mereka telah mengambil satu langkah lebih maju, seolah-olah mereka telah mengkonsolidasikan diri mereka dalam dosa. Mereka tidak membutuhkan Tuhan! Mereka menyangkal-Nya, mereka menciptakan tuhan khusus, bahkan mereka mengklaim mereka sendiri adalah tuhan,” katanya seperti dilansir AsiaNews.it. Ia mengatakan, “Kemandirian dari Tuhan adalah berbahaya, korup akibat orang melupakan Tuhan.

Mereka telah melupakan cinta yang Tuhan telah membuat kebun anggur. Dia menciptakan mereka! Mereka memutus hubungan dengan sumber cinta ini! Dan mereka menjadi penyembah diri sendiri. Semoga Tuhan membebaskan kita dari jalan korupsi ini.” Di akhir homilinya, Paus Fransiskus mengajak: “Mari kita mohon kepada Tuhan hari ini menganugerahkan kasih karunia-Nya karena kita adalah orang berdosa, dan sungguh berdosa.” Semoga Tuhan menganugerahkan rahmat-Nya agar orang tidak korup dan hidup dalam kesalehan, tambahnya.

 Sumber: Corrupt Christians cause grave harm to Church, says pope
  Disadur dari: indonesia.ucanews.com

RENUNGAN HARI BIASA: SABTU 8 JUNI 2013 (Peringatan Wajib Hati Tersuci SP Maria )

RENUNGAN HARI BIASA: SABTU 8 JUNI 2013 
(Peringatan Wajib Hati Tersuci SP Maria ) 
Tob. 12: 1,5-15,20; MT Tob. 13:2,6,7,8; Mrk. 12:38-44 

BACAAN INJIL: 
Dalam pengajaran-Nya Yesus berkata: "Hati-hatilah terhadap ahli-ahli Taurat yang suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar, yang suka duduk di tempat terdepan di rumah ibadat dan di tempat terhormat dalam perjamuan, yang menelan rumah janda-janda, sedang mereka mengelabui mata orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat." Pada suatu kali Yesus duduk menghadapi peti persembahan dan memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda yang miskin dan ia memasukkan dua peser, yaitu satu duit. Maka dipanggil-Nya murid-murid-Nya dan berkata kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya." 

RENUNGAN: 
Hari ini sungguh saya mengalami iman yang hidup dari seorang ibu sehubungan dengan injil hari ini. Seperti biasanya, tadi malam saya mengirimkan permohonan kepada seorang ibu lewat pesan di Fbnya. Pagi ini saya membaca balasan dari pesan yang dia sampaikan. Dalam balasan itu, ibu itu menceritakan bagaimana hidupnya sekarang ini yang sedang mengalami persoalan hidup di negeri seberang. Ibu itu bercerita bahwa setahun lalu, dia membawa suaminya untuk berobat ke luar negeri, dan menetap di sana karena suaminya warga negara di situ. Namun Tuhan berkehendak lain, suaminya meninggal dunia di sana. Saat ini diceritakan bahwa beliau sedang kesulitan ekonomi sepeninggal suaminya, dia mencari pekerjaan untuk menyambung hidup bersama seorang putrinya yang juga sendang mencari pekerjaan. Ibu itu juga mengalami kesulitan untuk kembali ke Indonesia. 

Pendek cerita, walau sedang mengalai persoalan dan kesulitan ekonomi, ibu itu tetap akan memberi persembahan untuk pembangunan Gereja Tigalingga, dari sisa tabungannya yang ada di Indonesia. Beliau juga berjanji untuk menyebarkan permohonan saya ke keluarga dan teman-temannya. Ibu itu sedang menghadapi kesulitan tetapi tetap mau memberi bantuan dan bahkan dia sendiri kesulitan dalam urusannya, tetapi dia juga mau membantu mencarikan orang yang mau membantu. 

Sungguh ini bisa terjadi karena iman yang kuat dan dalam pada ibu tersebut. Ini jelas menjadi contoh yang nyata dari injil yang kita dengarkan hari ini, tentang persembahan seorang janda yang miskin. 

Perumpamaan tentang janda miskin dalam Injil hari ini sungguh mengungkapkan bagaimana kayanya iman janda itu. Dimata dunia/manusia dia miskin tidak punya apa-apa, tetapi di mata Tuhan dia sungguh kaya. Janda itu memang memberi persembahan jauh lebih sedikit jumlahnya dibandingkan dengan orang kaya, namun dia memberi semua yang ada padanya. Janda itu tidak khawatir akan nasibnya bila dia memberi semua uang yang dimilikinya, dia tidak merasa kekurangan sehingga dia berani memberi semuanya, sebab seringkali orang sulit memberi karena merasa masih kekurangan. Wanita janda itu percaya bahwa Tuhan akan memelihara hidupnya. Persembahan kita kepada Tuhan atau perberian kita kepada sesama tidak diukur dari banyak dan bentuknya, tetapi dilihat dari cinta dan ketulusan hati dalam memberi. Selamat pagi. Selamat beraktivitas.Tuhan memberkati.

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)