Pembangunan Gereja Paroki Tigalingga

Pembangunan Gereja Paroki sedang berlangsung. Kami sangat mengarapkan uluran kasih para Saudara untuk membantu.

Gotong Royong Pembangunan Gereja

Tidak ada kata yang bisa melukiskan pengalaman indah pada waktu gotong royong pengecoran lantai 2 bangunan Gereja selain, suatu keyakinan bahwa semuanya dapat terlaksana adalah karena MUKJIJZAT ALLAH BEKERJA.

Pengecoran Lantai Panti Imam Gereja

Pengecoran Lantai 2 bangunan Gereja ini dilakukan pada hari Selasa, 30 Agustus 2011 yang lalu. Luas yang dicor adalah 19 m x 24 m. Hujan yang mengguyur tidak menyurutkan semangat umat.

Kerjasama Imam dan Umat

Uskup emeritus KAM, Mgr. A.G.Pius Datubara OFM.Cap, datang berkunjung ke Paroki dan memberi semangat pada umat dalam pembangunan Gereja Paroki. Para pastor juga ikut berkerja bersama umat dalam pembangunan Gereja.

Misa Tridentin: Warisan Liturgi Yang Dipertahankan

HIDUPKATOLIK.com - Paus Benediktus XVI mengeluarkan Surat Apostolik Summorum Pontificum yang menjamin penggunaan Misa Tridentin...

Pembinaan Para Pengurus Gereja

Tidak sedikit umat katolik yang kerap menganggap bahwa Liturgi adalah sekedar perayaan wajib biasa yang dilaksanakan pada hari minggu.

Pertemuan Ibu-Ibu dan Pesta Pelindung Paroki

Pertemuan para ibu se-paroki telah terlaksana pada hari Kamis-Sabtu, 15 s/d 16 Juli 2011. Pertemuan ini mengundang semua ibu katolik yang ada di paroki untuk hadir dalam pertemuan/pembinaan para ibu katolik dan juga segaligus menjalin kebersamaan para ibu. Penutupan pertemuan sikaligus Pesta Pelindung Paroki.

Pembinaan Asmika se-Paroki

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku; inilah yang menjadi tema dari pertemuan dan pembinaan minggu gembira yang telah berlangsung dengan sangat baik.

Mudika Ambil bagian dalam pembangunan Gereja Paroki

Mudika paroki tidak mau berpangku tangan melihat pembangunan Gereja paroki. Para mudika juga ambil bagian dengan mengumpulkan kerikil di sungai.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 1)

Umat dari lingkungan paroki dan juga dari beberapa stasi kembali bekerja sama dengan bergotong royong membangun gereja paroki. Untuk kali ini, umat bergotong royong men-cor lantai balkon bangunan Gereja.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 2)

Allah peduli. Karena kepedulian Allah atas pembangunan rumah-Nya ini, maka kami kamipun peduli dan bisa melanjutkan pembangunanini. Kepedulian Allah kami rasakan juga lewat kepedulian para Saudara.

Pengecoran Lantai Balkon Gereja (Bagian 3)

Mari kita memuliakan Tuhan, tidak hanya dengan kata2 indah, tetapi dengan perbuatan nyata dengan rela berkorban.

Pertemuan akhir Tahun 2011 Pengurus Gereja se-Paroki

Para pengurus Gereja adalah ‘ujung tombak’ Gereja khususnya di stasi-stasi. Peran para pengurus Gereja ini sangat sentral dalam kehidupan Gereja di stasi-stasi.

Gua Maria dan Menyambut Hari Raya Natal

Persiapan menyambut hari Raya Natal 25 Desember 2011.

Rahmat dan Perlindungan Tuhan

Pastor Anton Manik O.Carm selamat dari kecelakaan mobil masuk jurang.

Rekoleksi dan Aksi Panggilan

Biarkanlah anak-anak datang kepada-Ku.

Pesan Prapaskah Kepausan 2012

"Kita Tidak Boleh Diam Saja terhadap Kejahatan" "Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik" (Ibr. 10:24).

Pembangunan Gereja Santo Petrus Stasi Rante Besi

Dalam kemiskinan, kesederhanaan, umat membangunan Gereja. Meraka tidak memiliki uang, tetapi mereka memiliki harapan dan iman pada Tuhan.

Misa Perdana Pastor Andreas Korsini Lamtarida Simbolong O.Carm

Puji Syukur pada Tuhan, karena berkat-Nya, misa Perdana Pastor Andreas Lamtarida Simbolon O.Carm bersama 4 Pastor Karmel yang baru ditahbiskan, dapat terlaksana dengan baik pada hari Rabu 31 Oktober 2012 di Stasi Gundaling 1, paroki Maria dari gunung Karmel Tigalingga.

Bakti Sosial : Pengobatan Gratis

Dalam Rangka Menyongsong Jubileum Gereja Katolik di Dairi dan Pakpak Bharat, diadakan bakti Sosial Pengobatan Gratis di Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, pada 9 Desember 2012 yg lalu. Puji syukur pada Tuhan, kegiatan ini berlangsung dengan sangat memuaskan.

Mari Berbagi Berkat Tuhan

 photo UskupEmeritusKAMMgrPiusDautabra.jpg Photobucket

MENDAMBAKAN BERKAT TUHAN

SYALOM...SELAMAT DATANG.
"Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan."(2Kor 8:14)
"Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu." (Amsal 3:9)
"Janganlah menahan kebaikan dari pada orang-orang yang berhak menerimanya, padahal engkau mampu melakukannya." (Amsal 3:27)
"Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagaimanakah kasih Allah dapat tetap di dalam dirinya?" (1 Yohanes 3:17)
Saya Pastor Paroki Maria dari Gunung Karmel Tigalingga, atas nama Panitia Pembangunan dan semua umat, memohon bantuan uluran kasih/dana untuk pembangunan Gereja Paroki. Kami sangat membutuhkan berkat Tuhan lewat uluran tangan dari para donatur.
Kami berharap dan berdoa Para Saudara berkenan berbagi berkat Tuhan kepada kami untuk pembangunan Gereja ini yang adalah rumah Tuhan sendiri.
BRI 5379 Unit Tigalingga Sidikalang
No. Rekening : 5379-01-000112-50-8
Nama : PANITIA PEMBANGUNAN GEREJA KATOLIK.
ATAU
BCA KCU MEDAN
NO.0222053453.
Atas Nama : ADYTIA PERMANA P.
(Adytia Permana P. adalah Romo Adytia Permana Perangin-angin O.Carm. Beliau dulu bertugas di Paroki Tigalingga, juga mengawali pembangunan ini, namun sekarang beliau bertugas di Keuskupan Agung Medan sebagai ekonom.Beliau kami minta buka rekening di BCA khusus untuk pembangunan ini, karena di daerah kami tidak ada BCA.)
Kami sangat senang bila sudah mentransfer persembahan, bapak/ibu/saudara/saudari memberitahukan ke kami melalui:
E mail ke :.
parokimariagk3lingga@yahoo.com
atau di SMS ke:.
Romo Anton Manik O.Carm : 081370836645
Romo Willy O.Carm : 081333837433
Untuk lebih jelasnya permohnan kami ini, Para Saudara dapat melihatnya di sini.... Sehubungan dengan Gambar pembangunan dapat melihatnya di sini....
Demikian kiranya Permohonan ini kami sampaikan. Atas dukungan, doa dan bantuan Bapak, Ibu dan Para Saudara-Saudari, kami mengucapkan banyak terima kasih.Berkat Tuhan senantiasa menyertai kita semua. Amin.
HORMAT KAMI:
Pastor Antonius Manik O.Carm

VARIA PAROKI

REKOLEKSI DAN AKSI PANGGILAN TELAH TERLAKSANA DENGAN SANGAT BAIK ;"> "APA YANG KAMU CARI?" (Yoh 1:38).
Puji syukur pada Tuhan, karena Rekoleksi dan Aksi panggilan untuk siswa-siswi Katolik Usia SMP dan SMA se-paroki Tigalingga sudah terlaksana dengan sangat baik. Kegiatan ini dihadiri hampir 400 orang anak. Semuanya dapat terlaksana hanya karena berkat Tuhan. Terimakasih juga kami sampaikan kepada semua Saudara yang telah mendukung dan mendoakan kegaitan kami ini. Kegiatan ini dilaksanakan hanya dengan menggunakan dana partisipasi peserta dan swadaya paroki, karena tidak mendapatkan bantuan dari donatur manapun, namun karena berkat Tuhan dan doa para Saudara, semuanya dapat berjalan dengan sangat baik. Semoga dari antara anak-anak ini, kelak ada yang menjadi Imam dan biarawan-biarawati.
Photobucket
Tuhan memberkati kita.
Kegembiraan dan Persaudaraan
Photobucket
Hari Ulang tahun Romo Anton M.Carm yang seharusnya tanggal 15 Januari 2010, baru dirayakan hari Minggu Minggu 16 Januari 2011 lalu, bersama Romo-romo Karmel se-Dairi, bersama beberapa umat Paroki Tigalingga di Aula Paroki Tigalingga. Pada kesempatan itu, Rm. Bernad O.Carm, pastor paroki Sidikalang memberi kado ulang tahun yakni 20 sak semen untuk pembangunan Gereja dan Rm. Anton sendiri menyumbangkan semua hadiah ultah untuk pembangunan Gereja. Saat itu, hadiah uang yang diperoleh sebanyak Rp. 1.100.000,-. Lumayanlah untuk tambahan dana pembangunan Gereja. Trimakasih buat semuanya.
Saldo Pesta Pelantikan Pengurus Gereja dan Penerimaan Sakramen Krisma, 6-7 Nop. 2010.
Pada hari Kamis 18 Nopember 2010 telah diadakan Evaluasi dan pembubaran Panitia. Saldo dari kegiatan tersebut adalah Rp. 22.320.500 Acara ini dapat berjalan dengan baik karena partisipasi semua umat. Dana juga bisa Saldo karena umat menyumbangkan hasil-hasil pertanian mereka dengan harapan ada Saldo untuk pembangunan Gereja Paroki.Jadi selain dana partisipasi dari umat, juga umat menyumbangkan hasil pertanian yang dibutuhkan untuk mengurangi dana konsumsi. Syukur pada Tuhan, akhirnya memang ada saldo untuk dana pembangunan Gereja. Terimakasih kami ucapkan kepada semua umat Paroki, DPP, Para Panitia, Para Donatur dan siapa saja yang mendoakan dan mendukung kegitan ini. Yesus memberkati kita semua selalu. Amin.

Muhammadiyah minta umat waspadai adu domba

Muhammadiyah minta umat waspadai adu domba

Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menyesalkan terjadinya kerusuhan di Temanggung, Jawa Tengah yang mengakibatkan tiga gereja rusak dan beberapa orang terluka.

Din meminta agar umat beragama, termasuk umat Islam dan umat Kristiani, agar waspada akan adanya provokasi dan adu domba.

Seperi dilansir Detik.com, Muhammadiyah mengeluarkan pernyataan pada Selasa, 8 Februari 2011, yang intinya menghimbau agar umat Islam dan umat Kristiani di Temanggung mengendalikan diri sehingga konflik tidak meluas.

Berikut 4 sikap PP Muhammadiyah menanggapi kerusuhan di Temanggung siang tadi:

1. Menyesalkan terjadinya peristiwa Temanggung, baik akibat maupun sebabnya, yaitu pembakaran gereja, penghinaan terhadap Islam, dan tindak represif aparat keamanan.

2. Menyerukan umat beragama, khususnya umat Islam dan umat Kristiani, agar dapat mengendalikan diri sehingg tidak terjadi konflik yang lebih luas dan pihak yang tidak bertanggung jawab mengail di air keruh

3. Meminta umat beragama mewaspadai gelagat provokasi dan adu domba dari pihak yang ingin mengganggu kerukunan antar umat beragama

4. Kepada Polri agar mengusut tuntas faktor penyebab kerusuhan yaitu adanya penghinaan terhadap sesuatu agama oleh seorang pemeluk agama lain di sebuah desa di Temanggung yang patut dicurigai sebagai infiltrasi dan provokasi, begitu pula tindakan repreresif aparat keamanan telah menggugah emosi masyarakat.

Selengkapnya: Kerusuhan di Temanggung: Muhammadiyah Minta Umat Beragama Waspadai Gelagat Provokasi

Diusadur dari :http://www.cathnewsindonesia.com/Tanggal publikasi: 8 Februari 2011

4 pokok pernyataan tokoh agama Jawa Barat

4 pokok pernyataan tokoh agama Jawa Barat
Tanggal publikasi: 15 Februari 2011

Bertepatan dengan Hari Kasih Sayang kemarin para para pemuka agama di Jawa Barat membuat pernyataan bersama di Gedung Sate, Bandung.

Pernyataan sikap tersebut terkait kekerasan terhadap jemaat Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten dan perusakan rumah ibadah di Temanggung, Jawa Tengah.

Dalam kesempatan tersebut hadir perwakilan dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, kepolisian, TNI, perwakilan Pemprov dan DPRD Jabar, serta lebih dari 400 tamu lainnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar Hafiz Utsman, seperti dilansir jabarprov.go.id, memimpin pernyataan bersama yang berisi empat hal pokok sebagai berikut.

Pertama, para tokoh agama prihatin atas terjadinya konflik antara jemaat Ahmadiyah dengan kelompok masyarakat di Cikeusik, Banten, dan konflik masyarakat yang mengakibatkan rusaknya tempat ibadah di Temanggung, Jawa Tengah.

Kedua, para tokoh agama bertekad membina kerukunan antar umat beragama, khususnya yang berada di wilayah Provinsi Jabar, serta mendukung upaya pemerintah dalam usaha penduduk untuk melaksanakan ajaran agama dan ibadat pemeluk-pemeluknya sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, tidak menyalahgunakan atau menodai agama serta tidak mengganggu ketentraman dan ketertiban umum.

Ketiga, para tokoh agama bertekad untuk mengupayakan penyelesaian masalah antar umat beragama, melalui forum dialog dengan mengedepankan prinsip-prinsip musyawarah untuk mufakat.

Keempat, para tokoh agama senantiasa melakukan koordinasi dan melaporkan secepatnya kepada instansi yang berwenang apabila melihat adanya indikasi terjadinya konflik sosial dan tindakan melawan hukum, serta mengajak kepada seluruh komponen masyarakat agar senantiasa menaati ketentuan peraturan perundang-undangan demi terciptanya suasana yang kondusif dan damai di wilayah Jabar.

Pernyataan tersebut ditandatangani Ketua MUI Jabar Hafiz Utsman, Uskup Bandung Ignatius Suharya, Ketua PGI Wilayah Jabar Pdt. Krisna Ludya Suryadi, Ketua Walubi Jabar Handoyo Oyong, Ketua Parisadha Hindu Dharma Jabar Putu Sulatra, dan Ketua Matakin Jabar Bambang Sukoco.

Turut hadir pada kesempatan tersebut antara lain Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Ketua DPRD Jabar Irfan Suryanegara, Kapolda Jabar Irjen Pol Suparni Parto, serta Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Moeldoko.

Disadur dari :http://www.cathnewsindonesia.com/

Hari Orang Sakit Sedunia Ke 19: Pesan Paus Benediktus XVI

Hari Orang Sakit Sedunia Ke 19:
Pesan Paus Benediktus XVI

Setiap tahun Gereja memperingati Hari Orang Sakit Sedunia pada Hari Peringatan Santa Perawan Maria dari Lourdes 11 Februari. Jika setiap orang adalah saudara, terlebih lagi saudara bagi orang lemah, yang menderita dan yang membutuhkan perhatian, maka mereka harus menjadi perhatian kita. "Suatu masyarakat yang tak mampu menerima para penderita dan tak mampu berbagi derita dengan mereka, berbelas kasih terhadap mereka, adalah masyarakat yang bengis dan tidak manusiawi," (Spes Salvi no.38).

1. Wajah Yesus yang menderita yang terkenal dalam Kain Kafan di Turin, mendorong iman orang sakit untuk percaya. "Oleh bilur-bilur Yesus, kamu telah sembuh. Yesus tidak hanya mengangkat, penderitaan, kesulitan hidup dan dosa-dosa kita, tapi Yesus ingin kita sembuh. Penderitaan dan wafat Yesus tidak mudah dimengerti. Dua orang murid yang berjalan pulang ke Emmaus dengan hati sedih, putus asa karena Gurunya mati disalib. Sampai Yesus bangkit, menampakkan diri di depan mereka. Begitu juga Rasul Thomas sulit menyakini jalan penebusan melalui penderitaan. "Hanya Allah yang mengasihi kita sampai berani menanggung bagi diri-Nya, luka-luka dan penderitaan kita. Allah semacam itulah yang pantas diimani."

2. Tuhan tidak menyingkirkan penderitaan dan kejahatan dari dunia, melainkan Dia telah menaklukkan derita dan kejahatan itu. Menjadi pengikut Kristus, kita harus mempersembahkan hidup kita, jadi pembawa kabar suka cita tanpa takut akan penderitaan. St. Bernardus mengatakan: "Allah tidak dapat menderita, tetapi ia dapat menderita bersama." Yesus yang menjelma jadi Manusia, mau berbagi dan menanggung setiap penderitaan dan sakit penyakit manusia.

3. Seringkali, penderitaan dan salib Yesus menyebabkan ketakutan. Kenyataannya justru berlawanan! Salib adalah jawaban "ya" dari Allah bagi umat manusia. Dari hati Yesus yang terluka, hidup ilahi mengalir. Belajarlah melihat dan menjumpai Yesus di dalam Ekaristi. Itulah caranya mengenal dan melayani Dia yaitu di dalam diri saudara-saudara yang miskin, sakit, menderita dan dalam kesulitan. Mereka butuh bantuanmu.

4. Merenungkan bilur-bilur Yesus, kita arahkan ke Hati Yesus Yang Mahakudus. Hati Suci Kristus yang tersalib, yang lambung-Nya tertikam tombak tembus. Ambilah air dari mata air ini dengan iman dan suka cita sambil berdoa. "Air lambung Kristus, bersihkanlah aku. Sengsara Kristus, kuatkanlah aku. O, Yesus yang baik, dengarkanlah aku. Dalam luka-luka-Mu, sembunyikanlah aku," (doa St.Ignatius Loyola).

5. Santa Perawan Maria, Pelindung Orang Sakit dan Penghibur Orang yang menderita. Sebagai Ibu yang hatinya tertembus pedang, dari jurang penderitaannya, ia dimampukan jadi Ibu Kristus di dalam Gereja. Kasih keibuan Maria menjadi kasih keibuan bagi setiap orang di antara kita dalam penderitaan sehari-hari.

Pada Hari Orang Sakit Sedunia ini, tataplah wajah-wajah orang sakit itu. Dan ketahuilah bagaimana agar dapat melihat dan melayani Wajah Kristus di antara wajah-wajah itu.

Sumber: Internet

Hari Valentin tidak disukai di Malaysia

Hari Valentin tidak disukai di Malaysia

Para politisi dan pengkotbah Muslim mengingatkan kaum muda Muslim tentang perayaan Hari Valentin, sementara para pemimpin Kristen menyesal bahwa berbagai keburukan yang berhubungan dengan Hari Valentin dikait-kaitan dengan agama Kristen.

Pada 11 Februari, Christian Federation of Malaysia (CFM) mengeluarkan pernyataan yang mengatakan “Umat Kristen di Malaysia sangat kecewa dan terluka dengan berbagai pernyataan publik yang dibuat belakangan ini yang mengaitkan Hari Valentin dengan dosa dan dengan agama Kristen.”

Pada 10 Februari, cabang kaum muda dari Council of Churches Malaysia mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengungkapkan “kekecewaan mendalam” dengan pembicara motivasional Islam Siti Nor Bahyah Mahamood atas “komentar-komentarnya yang merendahkan dan tidak bertanggungjawab yang ditayangkan di televisi nasional dan selanjutnya disebarluaskan melalui Youtube.”

Dalam sebuah talk show berjudul “Valentine’s Day: Forbidden in Islam,” Siti mengingatkan kaum muda Muslim agar jangan merayakan Hari Valentin pada 14 Februari.

Namun CFM mengatakan: “Pernyataan-pernyataan yang punya tendensi untuk menyebarkan kehendak buruk dan permusuhan terhadap komunitas agama tertentu tidak boleh dan jangan ditolerir … Ini bukan perayaan Kristen yang dirayakan oleh gereja dewasa ini.”

Pastor Michael Chua, penasehat bidang gerejani untuk Pelayanan Lintas agama dan Ekumene dari Keuskupan Agung Kuala Lumpur, menjelaskan bahwa Hari Valentin “yang dirayakan publik itu berada dalam konteks kebudayaan sekular (Barat) dan tidak ada kaitannya dengan iman Kristen.”

Pernyataan CFM tersebut juga mengatakan “kami tidak percaya dan tidak mempraktekkan politik moral dari individu-individu dan kelompok-kelompok tertentu dalam masyarakat. Gereja di Malaysia selalu menasehati agar kami memberi pendidikan dan mengajarkan tentang keyakinan dan ajaran iman kita.”

Sebelumnya, cabang kaum muda dari pihak oposisi yaitu Pan-Malaysian Islamic Party mengatakan, dia akan menyerang berbagai kegiatan maksiat dan imoral pada Hari Valentin.

Namun tidak semua Muslim mendukung aksi tersebut. Akmal Arrifin, seorang musisi Muslim berusia 40-an menganggap isu itu sebagai sesuatu yang mengada-ada. Bagi kaum Muslim modern, tindak kekerasan semacam itu bukanlah sesuatu yang baik, katanya.

ucanews.com

Disadur dari : http://www.cathnewsindonesia.com/ Tanggal publikasi: 14 Februari 2011

Melongok Asal Mula Hari Valentine

Melongok Asal Mula Hari Valentine

Jutaan orang bertukar kartu cinta, kado spesial, hingga pesan cinta sebagai simbol perayaan Valentine yang jatuh setiap 14 Februari. Mereka memaknai Valentine sebagai hari kasih sayang.

Tapi, tahukah Anda darimana Hari Valentine berasal?

Hari yang dirayakan sebagai simbol kasih sayang ini bermula dari Festival Lupercalia yang berlangsung di jaman kerajaan Romawi, sekitar abad ke-3. Festival yang berlangsung setiap 13-18 Februari ini diawali dengan persembahan untuk dewi cinta Juno Februata.

Tepat pada 14 Februari, para pemuda akan mengundi nama-nama gadis dari dalam kotak kaca. Gadis yang terpilih akan menjadi pasangannya selama setahun untuk kesenangan dan objek hiburan.

Sehari kemudian, mereka akan meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan makhluk jahat. Saat itu, para pemuda akan melecut para gadis dengan kulit binatang. Mereka percaya lecutan itu akan meningkatkan kesuburan para gadis.

Festival iti tak jarang membuat banyak pasangan saling jatuh cinta, berpacaran, dan akhirnya menikah. Dalam perkembangannya, penguasa dan para tokoh agama setempat mengadopsi upacara ini dengan nuansa Kristiani seiring masuknya Kristen Katolik sebagai agama kerajaan.

Saat Romawi terlibat peperangan, efek festival itu membuat Kaisar Claudius II, yang berkuasa saat itu, kesulitan merekrut pemuda untuk memperkuat pasukan perangnya. Banyak pemuda yang berat meninggalkan keluarga dan kekasihnya.

Atas kondisi itu, Claudius II akhirnya memerintahkan untuk membatalkan semua pernikahan dan pertunangan di Romawi. Kebijakan ini rupanya mendapat pertentangan dari salah satu pastor setempat bernama Valentine.

Konon, Claudius II pun murka melihat Valentine diam-diam tetap menikahkan pasangan yang jatuh cinta. Sang kaisar segera memerintahkan pengawal kerajaan untuk menangkap Valentine dan memenggalnya. Valentine meninggal tepat 14 Februari tahun 270 Masehi.

Demi mengenang perjuangan Santo Valentine, tokoh agama mengganti nama festival Lupercalia dengan festival Valentine. Dalam perkembangannya, 14 Februari menjadi momentum sakral bagi para pria untuk memilih gadis yang hendak dijadikan pasangan hidupnya.

Meski tak diketahui apakah legenda ini benar atau tidak, tapi ini adalah penjelasan yang tepat versi Kristen atas yang terjadi pada Lupercalia.

Di kehidupan modern, Valentine diabadikan sebagai hari kasih sayang. Di Amerika Serikat, kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal oleh Esther A Howland pada 1847. Di Jepang, Valentine dianggap sebagai hari saat para wanita memberi permen cokelat untuk pria yang mereka senangi.

Sementara di Indonesia, budaya semacam itu juga mulai menjamur terutama di kalangan anak muda. Banyak pusat perbelanjaan dan kafe yang menghias tempat mereka dengan warna pink. Cokelat dan kartu-kartu Valentine bertuliskan kata-kata cinta juga kian diminati, terutama di kota-kota besar.

Tapi tak berarti hari-hari di luar tanggal 14 Februari bukan hari yang penuh dengan kasih sayang. Toh kasih sayang selalu ada kapan saja, tak hanya di hari Valentine semata. (vivanews.com)

Disadur dari : http://www.mirifica.net/ 14 Februari 2011 14:19

1929 : Vatikan Berdaulat Penuh

1929 : Vatikan Berdaulat Penuh
14 Februari 2011 15:01

(11/2/2011)Dengan ditandatanganinya Perjanjian Lateran antara Vatikan dan Italia, kedaulatan Vatikan secara resmi diakui. Dalam gerakan penyatuan Italia pada 1870, wilayah kekuasaan Vatikan dimasukkan ke wilayah Italia.
Gereja Katolik Roma tidak menerima hal ini dan timbullah konflik antara gereja dengan kerajaan Italia. Konflik itu akhirnya diselesaikan dengan Perjanjian Lateran. Perjanjian ini ditandatangani Kardinal Gaspari yang mewakili Pius XI dan Benito Mussolini yang mewakili Raja Vittor Emmanuel III. Dalam perjanjian ini, Italia mengakui negara baru bernama Takhta Suci Vatikan yang berdaulat dan independen.(mediaindonesia.com)

Disadur dari : http://www.mirifica.net/artDetail.php?aid=6749

Renungan Harian : Selasa 15 Februari 2011

Renungan Harian : Selasa 15 Februari 2011
Kej 6:5-8,7:1-5,10, Mzm 29:1a,2,3ac-4,3b,9b-10, Mrk 8:14-21
(Klaudius La Colombiere)

"Dulu orang mengatakan, "Apa yang dapat kita makan hari ini?" Sekarang orang banyak yang mengatakan, "Siapa yang kita makan hari ini?"

BACAAN INJIL:
Kemudian ternyata murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sebuah saja yang ada pada mereka dalam perahu. Lalu Yesus memperingatkan mereka, kata-Nya: "Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes." Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: "Itu dikatakan-Nya karena kita tidak mempunyai roti." Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: "Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu? Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi, pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Dua belas bakul." "Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan?" Jawab mereka: "Tujuh bakul." Lalu kata-Nya kepada mereka: "Masihkah kamu belum mengerti?"
Demikianlah Injil Tuhan bagi kita hari ini.

RENUNGAN:

Dulu sering dikatakan bahwa para missionary menarik simpati masyarakat agar menjadi masuk anggota Gereja dengan cara membagi-bagikan makanan. Tentu hal ini tidak sepenuhnya benar, tetapi kesan itu masih ada hingga sekarang ini. Tidak sedikit pula saat ini beberapa kelompok keagamaan masih melakukannya.

Roti atau makanan merupakan kebutuhan pokok bagi manusia. Manusia bekerja dan mencari nafkah adalah untuk dapat makan dan melanjutkan hidupnya. Karena makanan itu merupakan kebutuhan pokok manusia, orang bisa berbuat apa saja agar mendapat makan, orang tidak segan-segan mencuri atau mengemis demi mendapat makan. Bahkan tidak sedikit orang yang menjadikan makanan sebagai alat untuk mempengaruhi orang lain. Seseorang yang hendak mendapat dukungan dari banyak orang, dia membagi-bagikan makanan. Banyak pecabat sewaktu berkampanye membagi-bagikan makanan dan menjanjikan hidup lebih sejahtera kepada rakyat kecil supaya mereka akhirnya dapat makanan enak atau makan secukupnya. Makanan atau roti merupakan kebutuhan pokok manusia dan sekaligus menjadi alat yang ampuh untuk mencari simpati manusia dan yang dapat membuat manusia jatuh dalam hal-hal yang tidak baik. Yesus mengingatkan para murid hal ini khususnya dari kaum Farisi dan Herodes. Namun para murid tidak mengerti apa yang dimaksudkan oleh Yesus. Mereka malah berpikir Yesus mengatakan itu karena mereka tidak membawa makanan yang cukup untuk mereka.

Saat ini dan kita juga mungkin seringkali berpikir bahwa makanan adalah kebutuhan utama dalam hidup sehingga kita bekerja demi mendapat makan. Itu baik. Tetapi menjadi tidak baik kalau kita diperbudak oleh makanan dengan melakukan apa saja. Juga karena khawatir akan makanan menjadi lupa akan Tuhan dan juga karena ingin menikmati makanan yang enak-enak, kita menjadi diperbudak oleh makana, kita menjadi lupa bersyukur dan lupa akan sesama yang menderita. Lewat Sabda Yesus hari ini kita diingatkan bahwa makanan itu memang perlu untuk hidup, namun hendaknya jangan karena makanan menjadi diperbudak oleh kejahatan atau orang-orang jahat.

Seringkali juga karena diperbudak oleh makanan, kita ingin menikmati makanan yang enak-enak sampai puas. Tanpa sadar kita sebenarnya menjadi diperbudak oleh nafsu makan, sehingga seluruh hidup kita terorientasi untuk makanan saja. Banyak terjadi biaya untuk makan sekali seseorang bisa cukup untuk memberi makan 100 orang miskin. Coba kalau kita berani makan hanya untuk hidup, sesuai dengan kebutuhan kita saja, selebihnya bisa dibagikan atau disumbangkan untuk orang-orang miskin. Tentu makanan kita itu dapat membuat banyak orang yang dapat makan. Makanan yang selama ini hanya untuk kita, menjadi dapat dinikmati banyak orang miskin. Dalam artian ini juga bisa mengerti mukjizat 5 roti menjadi dapat memberi makan lima ribu orang dan bahkan sisa 12 bakul dan daru tujuh roti dapat memberi makan 4 ribu orang dan sisanya 7 bakul.

Oleh karena itu, kita hendaknya hati-hati dengan makanan. Makanan memang perlu tetapi janganlah kita diperbudak oleh makanan yang menjadi manjadikan makan adalah tujuan hidup yang utama, hidup kita seakan seluruhnya tercurah hanya untuk makan dan menikmati makanan enak-enak sehingga kita melakukan apa saja demi makanan. Jangalah kita menggunakan makanan untuk hal yang tidak baik kepada sesama, tetapi hendaknya makanan dapat kita gunakan sebagai jalan untuk bebagi suka cita, berkat dan cinta kasih kepada sesama. Jangan kita terlalu khawatir akan apa yang akan kita makan sehingga membuat kita lupa akan Tuhan, karena Tuhan akan mencukupkan makanan kita manakala kita setia mengikuti-Nya. Amin.

Renungan Harian : Senin 14 Februari 2011

Renungan Harian : Senin 14 Februari 2011
Kej 4:1-15,25, Mzm 50:1,8,16bc-17,20-21, Mrk 8:11-13
(Sirilus & Metodius)

"Mengapa angkatan ini meminta tanda?”

BACAAN INJIL:
Lalu muncullah orang-orang Farisi dan bersoal jawab dengan Yesus. Untuk mencobai Dia mereka meminta dari pada-Nya suatu tanda dari sorga. Maka mengeluhlah Ia dalam hati-Nya dan berkata: "Mengapa angkatan ini meminta tanda? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kepada angkatan ini sekali-kali tidak akan diberi tanda." Ia meninggalkan mereka; Ia naik pula ke perahu dan bertolak ke seberang.
Demikianlah Injil Tuhan bagi kita hari ini.

RENUNGAN:

Orang mengatakan bahwa manusia adalah makhluk simbolis. Dalam hidup banyak symbol-simbol atau tanda-tanda untuk menggambarkan sesuatu atau dalam menyampaikan sesuatu. Bahkan sesuatu yang hedak disampaikan bisa lebih mudah dimengerti dengan menggunakan symbol atau tanda.

Orang-orang Farisi meminta tanda dari Yesus, yakni tanda bahwa Yesus adalah Mesias. Namun mereka meminta tanda bukan karena percaya atau untuk percaya tetapi hanya sekedar untuk mencobai Yesus. Yesus tahu akan hal itu, sehingga Yesus mengatakan bahwa kepada mereka tidak akan diberikan tanda. Yesus tahu bahwa seharusnya mereka sudah melihat tanda-tanda dalam diri Yesus dan dari karya yang dibuat-Nya bahwa Yesus adalah Mesias. Namun walaupun sudah mereka lihat dan mendengar tentang Yesus, mereka tetap tidak mau menerima dan percaya bahwa Yesus adalah Mesias. Hati mereka sungguh degil dan walaupun Yesus memberi tanda, mereka akan tetap tidak percaya.

Lewat sabda hari ini, kepada kita dikatakan bahwa tanda mukijzat yang dibuat oleh Yesus bukan menjadi tujuan kedatangan Yesus dan bukan menjadi alasan utama untuk percaya kepada Yesus. Tanda mukjizat yang dibuat oleh Yesus adalah salah satu cara untuk menguatkan keyakinan orang bahwa Yesus adalah Mesias. Iman kepada Yesus bahwa Dia adalah Mesias itulah yang pertama-tama, dan dengan iman itu, tanda-tanda mukjizat yang dibuat oleh Yesus semakin meneguhkan iman seseorang. Sebab bagaimanapun hebat dan luarbiasanya mukjizat yang dibuat oleh Yesus, kalau seseorang tidak percaya kepada-Nya, semuanya itu tidak akan berguna.

Dalam kehidupan beriman sekarang ini, juga sering orang meminta tanda dulu baru mau percaya atau mengikuti Yesus. Tanpa sadar seringkali dalam doa kita mengatakan kepada Yesus agar Dia memenuhi keinginan kita sehingga mau sungguh-sungguh percaya kepada-Nya. Tanpa sadar kita meminta tanda dulu baru mau percaya kepada-Nya dan bahkan seakan itu menjadi syarat utama yang harus diperbuat oleh Yesus agar kita mau percaya. Bahkan seringjuga kita mendengar ktobah para pengkotbah yang mengatakan bahwa pewartaan tanpa adanya tanda mukjizat, maka pewartaan itu tidak akan berdaya guna untuk membuat pendengar menjadi percaya. Mungkin karena itulah, begitu larisnya kebaktian-kebaktian yang disertai dengan cerita-cerita kesaksian mukjizat penyembuhan. Karena hal itu sangat laris pada masa ini, acara kebaktian menjadi seakan tidak ubahnya dengan acrobat penyembuhan dan juga propaganda kehebatan si pengkotbah atau si pendoa.

Sekali lagi kami katakan bahwa iman kepada Yesus adalah Mesias itu harus lebih dahulu dan utama. Karena tanpa iman, tanda mukjizat besar sekalipun tidak akan membuat seseorang itu menjadi semakin lebih mendekatkan diri kepada Tuhan. Hidup kekristenan yang hanya karena tanda-tanda saja, iman itu akan dangkal, orang yang demikian akan menolak salib atau penderitaan karena iman. Orang yang demikian juga akan sulit tetap beriman walau mengalami kesulitan hidup. Sebaliknya, orang yang sungguh-sungguh mengikuti Yesus karena percaya bahwa Yesus adalah Mesias, orang demikian akan dengan mudah menangkap banyaknya tanda kehadiran kuasa dan kasih Allah dalam hidupnya, dia akan dengan mudah bercerita tentang Allah yang hadir dan melimpahkan berkat atas hidupnya.

Dari dahulu dan hingga sekarang sebenarnya Allah tetap selalu memberi tanda kehadiran-Nya dan kehadiran keselamatan-Nya bagi kita. Tanda yang paling nyata dan selalu kita rayakan adalah dalam perayaan Ekaristi, hosti adalah tanda kehadiran nyata dari Yesus yang mengorbankan diri bagi kita. Hal itu kita rayakan setiap mengikuti perayaan ekaristi. Namun berapa diantara umat yang sungguh percaya akan hal itu? Sehubungan dengan hal ini sebagaimana kami katakana tadi, tanda dilandasi oleh iman, hosti itu akan tetap sebagai hosti belakan, tetapi orang yang sungguh dilandasi oleh iman, Hosti itu bukanlah roti biasa, tetap hakekatnya adalah tubuh dan darah Yesus sendiri. Dengan, karena dan dalam iman, menyambut hosti yang sudah dikonseklir orang merasakan persatuan dengan Yesus sendiri. Masih banyak tanda kehadiran Yesus dalam hidup kita, contoh lain adalah sakramen-skramen. Selain itu, kalau kita berani memandang hidup ini dalam kaca mata iman, kita akan mampu menemukan tanda kehadiran Yesus dalam setiap langkah kehidupan kita. Namun karena kita kurang percaya, kita menjadi sulit menangkap kehadiran Yesus dan rahmat keselamatan-Nya.

Oleh karena itu, mari kita membina dan memperdalam iman kita akan Yesus, sehingga kita mampu menangkap tanda kehadiran-Nya, sehingga juga kita tidak lagi menuntut tanda itu tetapi kita yang percaya kepada-Nya justru menjadi tanda kehadiran Yesus bagi sesama kita yang kurang percaya. Smoga kita juga mau menjadi tanda kehadiran Yesus dan keselamtan-Nya bagi sesama dan dalam hidup sehari-hari. Amin.

 
Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan! (2Kor 8:14)